Pengkhotbah

Perikop
Efesus 6:16-17

Ringkasan Khotbah

1.    Perisai iman. Rasul Paulus terinspirasi oleh perisai tentara Romawi. Perisai tentara Romawi memiliki 2 jenis ukuran, besar dan kecil. Dari bahasa aslinya, perisai pada ayat 16 ini mengacu kepada perisai besar, yang bisa juga dikaitkan dengan pintu yang berukuran besar. Struktur perisai yang dipakai didesain sedemikian rupa selain agar dapat menahan panah, juga agar dapat memadamkan nyala api yang ada di ujung panah. Pada masa perang, serangan panah api ini ditembakkan dari jauh, si penembaknya tidak kelihatan.

Serangan dari si iblis dapat juga diibaratkan seperti ini, iblisnya tidak kelihatan, namun serangannya nyata. Serangan dari iblis ini bisa berupa tuduhan atau dakwaan rasa bersalah yang sifatnya palsu yang tidak menuntun kepada pertobatan, malah membuat kita jauh dari Tuhan. Ada orang Kristen yang berkata: “Pak Pendeta, saya ini orang berdosa, saya tidak pantas ke gereja.” Seperti inilah contoh rasa bersalah palsu yang tidak membawa kepada pertobatan. Dengan imanlah orang Kristen bisa menangkis dan memadamkan panah api si iblis. Iman yang dimaksud adalah iman yang percaya sepenuhnya kepada Allah dan firman-Nya. Ayub merupakah salah seorang tokoh Alkitab yang memiliki iman sejati. Iblis menyerang Ayub sehingga dia kehilangan harta dan anak-anaknya dalam 1 hari, iblis menimpanya dengan penyakit yang sangat mengerikan, dan bahkan istrinya mengutukinya, namun Ayub tetap menaruh iman percayanya pada Allah.

2.    Ketopong keselamatan. Ketopong merupakan perlengkapan perang untuk melindungi kepala. Kita tahu bahwa kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital. Apabila kepala terluka, dapat membawa kematian. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan bahwa keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga kecuali di dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus menyediakan “ketopong keselamatan” agar orang yang menerima-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. Apabila Anda belum menerima Kristus, Anda dalam bahaya besar karena Anda tidak mengenakan ketopong keselamatan.

3.    Pedang Roh. Tentara Romawi memiliki 2 jenis ukuran pedang, panjang dan pendek. Pedang pada ayat 17 ini mengacu kepada pedang berukuran pendek, yang menggambarkan sebuah pertempuran jarak dekat. Iblis dapat menyerang dari jarak dekat juga, terang-terangan menyatakan dirinya, menggocoh kita, menggoda kita. Kita tahu si iblis ada di dekat kita, sedang menyerang kita. Contoh serangan iblis dari jarak dekat adalah kisah bagaimana Tuhan Yesus dicobai oleh iblis di padang gurun.

Ayat 17 dengan jelas mengatakan bahwa pedang Roh yang dimaksud adalah firman Allah. Firman Allah sedemikian tajamnya sehingga dapat memisahkan 2 hal yang kelihatannya satu (Ibrani 4:12). Firman Allah sebegitu tajamnya sehingga dapat menyadarkan kita akan “gelap” dan “terang”. Firman Allah membedakan gelap dan terang sehingga yang jahat dan dosa benar-benar kelihatan supaya kita tidak melakukan perbuatan dosa. Ketika iblis mencobai Tuhan Yesus, iblis menggunakan firman Allah untuk menundukkan Tuhan Yesus. Berhati-hatilah dengan orang yang sedikit-sedikit menggunakan firman Allah karena si iblis sendiri juga jago menggunakan firman Allah. Dengan firman Allah yang dipakai untuk kebenaran, Tuhan Yesus dapat menangkis semua serangan iblis.

Marilah menerima dan menggunakan perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh yang telah Tuhan berikan bagi kita, orang percaya. Soli Deo Gloria

(MS/11/10)