Posted by Yanes Dewangga

Kita memiliki jam alarm. Tetapi kadang kita tidak bisa mendengarkannya, atau kita mengabaikannya.  Dia memiliki peran yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika kita mengatur alarm itu sesuai dengan waktu yang kita inginkan, alarm itu berteriak supaya kita mengambil tindakan secepatnya. Tugas alarm adalah menarik perhatian kita. Tuhan memberikan Firman, pengajaran kepada kita sebagai alarm, supaya kita bisa memperhatikan.

Kerajaan Israel ditaklukkan oleh Kerajaan Babel. Kerajaan Babel kemudian direbut kerajaan Persia. Di zaman pemerintahan Koresi, raja Koresi dipakai Tuhan sehingga orang Israel bisa kembali ke tanah perjanjian. Tetapi hidup mereka egois. Rohani mereka tidak menggambarkan umat Allah yang Maha Tinggi. Hagai berteriak-teriak menyampaikan Firman Tuhan, sudah 15 tahun kita kembali, tapi bait suci tidak kita bangun.  Bangsa ini berkata, belum waktunya untuk membangun rumah Tuhan, dengan alasan mereka tidak punya waktu. Mereka merasa cukup tanpa bait Allah. Mereka merasa tidak membutuhkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka yang direpresentasikan dengan bait Allah. Tapi yang paling penting adalah dalam hidup mereka tidak mengakui Allah ada, tidak memberikan penyembahan yang sejati kepada Allah. Maka diperlukan alarm untuk menjadi reminder bagi mereka supaya menyadari dosa apa yang diabaikan selama ini. Celakanya, masalah yang dialami orang Israel bukan baru bagi kita. Ini terus menjadi endemik hingga saat ini.

Apa saja yang perlu kita perhatikan saat Hagai berkata perhatikan:

  1. Jangan puas hanya mengakui Tuhan dalam hidup kita. Beda arti Tuhan secara umum dan spesifik. Secara umum: Tuhan itu ada. Tetapi secara spesifik: Tuhan ada di setiap hidup kita.Yang kedua, secara umum Tuhan itu baik, Maha Agung, Maha Kasih. Tetapi secara spesifik, Tuhan itu baik dalam kehidupanku, sekalipun keadaanku tidak baik, meskipun target tahun lalu tidak tercapai. Kenallah Tuhan secara spesifik.
  2. Hidup kita menggambarkan kerohanian yang ada pada kita. Di dalam kendaraan itu ada lampu dashboard. Lampu itu jika menyala, menjelaskan pada supir apa yang menjadi akar masalah. Misalnya lampu indikator bensin habis. Yang masalah bukan lampunya, tetapi ada masalah dalam kendaraan itu. Apakah dengan mematikan lampu indikator itu masalahnya selesai? Tidak. Yang kita perlu lalukan, cari masalahnya, selesaikan, maka lampu indikator akan mati sendiri. Tidak jarang banyak orang datang ke gereja tahu lampu indikator-nya tetapi mematikan lampunya. Mematikan lampu membuat orang makin jatuh dalam masalah.

Orang Israel sudah 15 tahun kembali tapi tidak membangun bait Allah. Mereka tidak merasa perlu membangun bait suci. Dosalah akar permasalahan orang Israel dibuang. Dosa pula yang membuat mereka mengabaikan dan mereka tidak mempersembahkan yang seharusnya. Maka yang kita perlukan pertobatan, revival, perubahan yang terjadi bukan hanya dari luar tapi dari dalam.

Apa yang harus kita lakukan supaya kita dapat revival, mengalami kebangunan rohani:

  1. Bertobatlah dari segala dosa. Zakaria 1:4. Jangan kamu seperti nenek moyangmu, jangan ulangi kesalahan-kesalahan pendahulumu.
  2. Kembalilah kepada Tuhan. Orang yang bertobat, harus kembali ke Allah, kembali ke gereja. Bait suci dalam perjanjian lama secara fisik melambangkan kehadiran Allah.
  3. Masalah dalam hidup kita adalah bukan karena kita tidak punya, tapi karena prioritas kita. Prioritas inilah yang seringkali jadi masalah. Kecenderungan kita adalah selalu memberikan waktu bagi hal-hal yang kita anggap paling penting bagi diri kita sendiri. Orang Israel menganggap yang paling penting adalah rumahnya masing-masing dibandingkan bait suci (ay. 3-5). Kita mengatur hidup kita berdasarkan prioritas kita. Pertanyaannya, siapa/apa yang paling penting dalam hari itu? Ketika yang paling penting dalam hari itu adalah pekerjaan, kita sampai lupa menyapa Tuhan. Maka kita perlu kita kembali kepada Tuhan. Atur prioritasmu. Harus Tuhan yang pertama. Maka jangan mulai hari itu tanpa Tuhan. Dia ingin kita menjadikan Dia cinta pertama kita. Waktu kita pertama kali mengenal Tuhan, kita begitu erat. Mengapa sekarang menjadikan Tuhan prioritas yang kesekian? Karena Tuhanlah yang membuat kita ada di sini, memasuki tahun baru.
  4. Tuhan menginginkan kita berbuah. Orang Kristen harus menghasilkan buah. Yang paling penting buat kita bukan harta, tetapi waktu. Karena waktu itu tidak bisa kembali lagi. Perhatikanlah keadaanmu, bagaimana kau mengatur waktumu kepada Tuhan.

Yang harus dilakukan:

  1. Hiduplah teratur, aturlah prioritas. Mulailah beri yang terbaik pada Tuhan hari ini juga, jangan tunda. Apapun kerja keras kita, itu tidak akan menghasilkan apa-apa tanpa Tuhan (ay. 6).
  2. Rasa cukup, puas, hanya ada dalam Tuhan. Kalau kita mengejar di luar Tuhan, itu tidak akan pernah memuaskan kita. Kurang, cukup, berlimpah, tidak penting. Yang penting adalah ada di dalam Tuhan. Kalau hati kita selama ini merasa tidak cukup, kembalilah kepada Tuhan.

Kesimpulan: Ketika Tuhan yang menjadi prioritas utama kita, Anda bukan hanya berhenti dari dosa, tapi akan kembali kepada Tuhan. Rindu kembali pada Tuhan. Hari ini alarm firman Tuhan berbicara, perhatikanlah keadaanmu.