Ringkasan Khotbah

Sebelumnya kita telah merenungkan bagaimana Filipus dapat tiba di Samaria dan memberitakan mengenai Tuhan Yesus dari rumah ke rumah sehingga menghasilkan banyak pertobatan dan banyak orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Hari ini kita akan melihat bagaimana Tuhan terus menuntun Filipus dalam memberitakan Injil. Filipus sendiri bukan rasul namun seorang diaken namun ia meresponi panggilannya dengan baik sehingga ia begitu bersukacita hidup di dalam Tuhan. Malaikat Tuhan mengarahkan Filipus (ay. 20) untuk terus memberitakan Injil walau ke tempat yang sulit sekalipun. Filipus begitu peka pada tuntunan Roh Kudus. Kita juga perlu peka pada tuntunan Roh Kudus dan bergumul dalam setiap keputusan kita untuk mengerti maksud Tuhan bagi kita. Dapat kita lihat juga pada Kisah Para Rasul 16:6 bagaimana Tuhan mengarahkan Paulus dan bukan Petrus atau rasul lainnya untuk ke Makedonia karena memang Paulus punya kapasitas untuk menghadapi orang yang kuat dalam filsafat Yunani sehingga ia dipakai Tuhan untuk penginjilan di Asia Kecil. Filipus disuruh ke suatu tempat yang berbahaya di wilayah Gaza yang dari dulu terus diperebutkan dan dimana hanya ada satu orang yang diinjili. Menurut hitungan manusia kurang menguntungkan tetapi setiap orang berharga di mata Tuhan dan Filipus taat kepada kehendak Tuhan. Yang menghalangi kita untuk mengerti kehendak Tuhan adalah sikap dingin dalam doa dan persekutuan dengan Dia. Dan untuk dapat mendengar suara Tuhan, kita harus membaca Alkitab dan rutin berdoa dan beribadah kepada Tuhan.

Sida-sida dari Ethiopia adalah kepala perbendaharaan dari Sri Kandake yang kemungkinan merupakan penerus dari ratu Syeba yang pernah mengunjungi raja Salomo. Walaupun ia tinggal di Ethiopia, ia sudah meninggalkan penyembahan berhala dan belajar agama orang Yahudi sampai ia membaca nubuat kesengsaraan Yesus dalam kitab Yesaya. Walaupun ia bukan orang Yahudi/orang perjanjian dan bangsa yang dicela di zaman itu namun kasih karunia Tuhan tetap disediakan. Setiap orang berharga di mata Tuhan karena dicipta serupa gambar Allah. Maka kita juga perlu memberitakan Injil kepada semua orang. Filipus menghampiri sida-sida Ethiopia dan berbicara dengan penuh kerendahan hati (ay. 29-30). Injil artinya Kabar Baik perlu disampaikan juga dengan cara yang baik. Respons sida-sida Ethiopia tersebut adalah ❶ jujur dan terbuka, ❷ menyambut Filipus naik ke kereta karena ia ingin mengerti kebenaran (ay. 31), ❸ aktif bertanya mengenai Firman Tuhan (ay. 34), dan ❹ mendengar dan percaya kepada Injil dan bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah serta bersedia dibaptis (ay. 35-37). Buah dari sida-sida Ethiopia mencari kebenaran adalah ia dituntun oleh kebenaran itu sendiri untuk menjadi murid Yesus.

Pengakuan akan Yesus sebagai anak Allah adalah sebuah puncak pengakuan karena pada zaman itu orang Yahudi sangat benci kepada Yesus sebab Yesus mengaku Ia adalah anak Allah dan hal itu dipandang orang Yahudi sebagai penghinaan kepada Allah. Tetapi inilah faktanya bahwa Yesus memiliki kodrat yang sama dengan Allah Bapa sehingga pengakuan Yesus adalah anak Allah juga berarti percaya bahwa Ia adalah Pencipta yang Maha Kuasa dan Ia datang ke dunia sebagai Juruselamat dan menderita demi keselamatan umat-Nya. Dalam Ibrani 1:3 ditulis bahwa Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah karena Ia datang ke dunia menyatakan kemuliaan Allah dan rancangan keselamatan Allah. Inilah hal yang dipercaya oleh sida-sida Ethiopia. Apakah kita sudah memilliki pengakuan yang sama? Mempercayai Kristus berarti menerima, menyambut dan bersandar sepenuhnya kepada Kristus untuk mengalami pembenaran, pengudusan yang kekal.