Pengkhotbah

Perikop
Markus 16:9-20

Ringkasan Khotbah

Kebangkitan Yesus membuat kepercayaan kita tidak sia-sia (1 Korintus 15). Kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan bangkit dari antara orang mati. Paskah hanya dirayakan setahun sekali tetapi setiap hari minggu kita beribadah untuk merayakan kebangkitanNya. Jika kita mengaku percaya bahwa Yesus sudah mengalahkan maut tetapi tidak mau beribadah di hari minggu, maka kita tidak mengucap syukur dan tidak menghargai tubuh serta darahNya, yang sudah digunakan untuk membayar upah dosa.

Tuhan Yesus bangkit lalu menampakkan diri kepada beberapa orang (Markus 16) yaitu: 1. Maria Magdalena; 2. Dua orang dalam perjalanan ke luar kota; 3. Sebelas muridNya. Persamaan dari ketiga peristiwa ini adalah walaupun mereka semua sudah mengenal, mengasihi dan selalu mengiringi Yesus, tetapi mereka tidak langsung percaya bahwa Yesus sudah bangkit. Tuhan Yesus mencela ketidakpercayaan dan sikap keras kepala dari murid-murid yang sudah mendengar tapi tidak mau percaya. Tuhan Yesus mau murid-muridnya menjadi percaya dengan mendengar bukan karena melihat (16:14). Jadilah orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit tanpa harus melihat langsung. Jangan terbiasa dengan keinginan meminta mujizat baru mau percaya. Tuhan Yesus ingin agar melalui perkataan dan kesaksian orang-orang, kita menjadi percaya. Sebab berbahagialah orang yang tidak melihat tapi percaya (Yohanes 20:29).

Tuhan Yesus ingin kita menyaksikan dan menceritakan lagi kepada yang belum mendengar dan belum percaya. Kesaksian inilah yang disebut sebagai kabar baik – Injil. Perintah Tuhan Yesus kepada setiap orang percaya (16:15) adalah memberitakan Injil. Bagian kita adalah memberitakan Injil dengan menghormati hak asasi, yakni tidak memaksakan untuk percaya sebab menjadi percaya adalah hak  pribadi. Pola pelayanan Tuhan Yesus juga tidak memaksa untuk percaya melainkan memberitakan Injil. Kita dapat memberitakan Injil secara nyata melalui beberapa cara yaitu: I. Hidup benar sesuai ajaran alkitab; II. Kasih yang tulus, menjadi teman yang baik serta mendoakan mereka;  III. Cari kesempatan untuk memberikan traktat, alkitab, buku kristen, mengajak ke gereja dan kegiatan rohani; IV. Bersaksi melalui perkataan, menyampaikan kebangkitan Yesus sesuai talenta dan karunia yang diberikan. Semua cara tersebut tidak terpisahkan dan dapat dilakukan bertahap. Untuk bisa melakukan dan menjalaninya satu persatu, kita perlu mendoakannya baik-baik. Injil harus diberitakan ke seluruh dunia atau misi (16:15). Misi bukan hanya tugas misionaris, tetapi setiap orang memiliki bagian untuk membantu. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain: 1. Hadir dalam persekutuan doa dan seminar misi; 2. Mendoakan negara atau suku terabaikan, yang belum terjangkau Injil atau Injil sulit masuk kesana; 3. Mendukung dana untuk misionaris.

Yang utama adalah pemberitaan Injil dan Tuhan akan memberikan tanda-tanda sesuai kehendakNya. Jika ingin diselamatkan maka kita harus percaya Yesus sudah mati dan bangkit. Jika telah percaya maka kita harus mau memberi diri dibaptis. Kepercayaan kepada Injil membuat kita selamat dan mengambil komitment untuk dibaptis dan disidi.

(FW/04/11)