Ringkasan Khotbah

Hari bapa dan hari ibu dimulai dalam waktu yang hampir bersamaan. Keduanya dimulai di Amerika Serikat dan bertujuan untuk bersyukur dan menghormati kedua orang tua. Hari bapa dimulai tahun 1910, 2 tahun setelah hari ibu dimulai pada tahun 1908.

1 Tesalonika 2:11,12 menyinggung mengenai peranan bapa yaitu membimbing anak-anaknya ke jalan yang benar dan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Apabila kita hidup sesuai dengan kehendak orang lain atau organisasi tertentu, kita sama dengan hamba orang atau organisasi tersebut. Dan sebaliknya, apabila kita hidup seturut kehendak Tuhan, maka kita adalah anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus memberitahukan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak-anak Allah dalam Matius 22:37-40, Roma 13:8-10 yaitu dengan mengasihi Tuhan dan sesama (keduanya merangkum seluruh hukum Taurat).

Tema gereja kita di tahun 2015 adalah hidup dalam Kerajaan Allah. Ini berarti kekuatan, kedaulatan, keselamatan yang dari Allah memimpin kita hidup ke dalam kerajaan Allah. Hidup dalam kerajaan Allah adalah supaya kita benar-benar hidup sesuai dengan kebenaran hukum Allah, damai sejahtera, sukacita oleh Roh Kudus dan hidup selalu mencari kemuliaan Allah.

Natur manusia (dari sejak kecil) adalah mencari kemulian, kehormatan, kedudukan, harta benda untuk diri sendiri. Oleh karena itu, sejak kecil kita perlu dididik dan ditanamkan untuk hidup dalam Tuhan, mencari kemuliaanNya, mencari tujuan Allah dalam hidup kita.

Cara-cara agar anak-anak kita hidup sesuai dengan kehendak Allah adalah dengan cara menasihati, menguatkan hati dan meminta dengan sangat (ayat 11,12). ❶ Menasihati disini bukan berarti hanya mengajarkan, tetapi juga mengajak, mendorong sambil melakukan juga bersama-sama, menghibur dan menguatkan hati. ❷ Menguatkan hati bisa dengan cara bercerita tentang perbuatan-perbuatan Allah dimasa lalu (dalam sejarah Alkitab) dan juga di dalam masa lalu hidup kita. Seperti rasul Petrus dalam 1 Petrus 2:23-25 menceritakan kisah Yesus kepada jemaat untuk menguatkan mereka. ❸ Meminta dengan sangat (seperti dalam bahasa Jepang) berarti kita memerintah dengan sungguh-sungguh, menegur dan mendisiplin.

Dididik memang sering kali tidak enak, tetapi akan menghasilkan buah kebenaran dan memberikan damai sejahtera (Ibrani 12:10,11).