Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 2:18-29

Ringkasan Khotbah

Perjalanan manusia mengiring Tuhan tidaklah mudah, banyak tantangan dihadapi didalam prosesnya. Melalui perenungan Firman Tuhan kali ini, kita melihat tentang latar belakang kehidupan di Kota Tiatira.

Tiatira adalah kota kecil di sebelah tenggara Pergamus, yang terkenal sebagai kota penjual dan pewarna kain (Kis 16:14-15). Namun disayangkan banyak serikat pekerja yang masih berhubungan dengan penyembahan berhala, dan ini menjadi masalah bagi orang Kristen di Tiatira. Hal ini mungkin terjadi dalam kehidupan kita, namun dalam penerapannya kita tidak boleh putus asa dalam menghadapi tantangan iman ini dan tidak boleh berkompromi dengan dosa.

Melihat kondisi iman Jemaat di Tiatira, Tuhan Yesus sendiri mengakui bahwa mereka memiliki kualitas iman yang sangat baik karena beberapa hal:

  1. Kasihmu: kasih mereka yang murni;
  2. Imanmu: iman dan kesetiaan mereka;
  3. Kasih + iman: mereka melayani dengan penuh kesabaran dan ini menjadi bahan perenungan buat kita apakah kita sudah memiliki buah iman yang nyata untuk melayani dengan kesabaran;
  4. Pelayananmu: mereka melayani sebagai penunggu meja atau hamba, pelayan;
  5. Ketekunanmu: kata ketekunan berasal dari kata “Hypomone” yang bisa diartikan dari kata dasarnya “hypo” = di bawah dan “meno” = bertahan.

Jemaat Tiatira boleh bertahan dibawah tekanan karena berkat pertolongan Tuhan.

Namun di luar hal tersebut, ternyata mereka dicela oleh Tuhan mengapa? Orang Kristen di Tiatira telah membiarkan wanita Izebel yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan (ay. 20).

Siapa Izebel ini? Jika kita lihat dalam 1 Raja-raja 16:31-33, di sana tertulis bahwa Izebel adalah anak Etbaal, raja orang Sidon.

  1. Ia mempengaruhi Ahab raja Israel untuk ikut menyembah berhala.
  2. Ia mengancam untuk membunuh nabi Elia (1 Raja2 19:2). Setelah Elia membunuh para nabi Israel yang menyembah baal, Izebel berniat membunuh Elia. Elia dianggap seorang yang memiliki pengaruh dalam jemaat.
  3. Ia mengangkat dirinya menjadi seorang nabiah untuk mengajar jemaat, dan kita perlu belajar dari hal tersebut bahwa kita jangan salah gunakan pengaruh yang kita miliki.
  4. Pengajarannya, berbuat zinah dan makan persembahan berhala (ay. 20). Zinah: ia turut berzinah dengan mereka (ay. 22); makan persembahan berhala: di dalam festival ada ritual penyembahan berhala dan pemberian makanan kepada dewa pelindung.
  5. Telah diberi waktu untuk bertobat tetapi tidak mau bertobat. Izebel adalah anggota jemaat Tiatira, ia tidak mau bertobat walau sudah dinasehati.

Kita perlu melihat dalam kehidupan pribadi kita, bila kita mendengar Firman Tuhan untuk mendorong kita bertobat, segeralah bertobat minta pengampunan kepada Tuhan, jangan sampai kita dihukum baru menyesal. Ibrani 3:15 “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

Lalu apa tindakan Allah bagi orang benar yang berada di Tiatira? Buat mereka yang berpegang kepada Injil dan tidak terpengaruh yang jahat serta rela menderita, maka Allah tidak menghukum jemaat yang tidak turut menyembah berhala (ay. 24). Tuhan juga berkata kepada mereka, apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang (ay. 25). Apa yang ada padamu yang dimaksudkan di sini adalah iman mereka. Iman harus dipertahankan dengan kesetiaan (Luk 18:8 “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”).

Penyesatan juga merusak kebiasaan sehari-hari. Mari kita melawannya dengan memahami arti hidup di dalam Kristus dan mengarahkan pandangan kita kepada Yang Kekal. Mari kita belajar untuk memegang kebenaran dan tetap lawan setiap penyesatan.