Ringkasan Khotbah

Hari ini kita merayakan hari Pentakosta dimana Roh Kudus
diutus ke dalam orang-orang percaya. Ada banyak hal yang kita terima lewat Roh
Kudus, yaitu sebagai oknum yang membantu dan menyertai selalu, sebagai
penghibur, dan juga sebagai guru yang mengajar dan mengingatkan, memberikan
penerangan akan apa yang diajarkan dalam Alkitab. Saat percaya kepada Tuhan
Yesus, Roh Kudus sudah masuk ke dalam diri kita. Perayaan Pentakosta berarti
bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah memberikan anugerah Roh Kudus kepada
kita.

Akar dari perayaan Pentakosta adalah dari orang Yahudi,
dimana hari Pentakosta dirayakan 50 hari setelah Paskah yaitu memperingati
keluarnya mereka dari Mesir. Selain itu juga merupakan perayaan mulai menuai
gandum yang mencerminkan sukacita. Orang banyak mau datang ke Yerusalem untuk
merayakan Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:5). Secara rohani, Pentakosta berarti
menuai “jiwa” (sekitar 3000 orang bertobat setelah mendengar khotbah Petrus,
Kisah Para Rasul 2: 41).

Dalam Kisah Para Rasul 4: 23-31, kita bisa belajar
beberapa hal:

1. Setelah
proses persidangan, Petrus dan Yohanes pergi kepada para rasul dan orang-orang
percaya walaupun dilarang dan diancam (Kisah Para Rasul 4:18,21). Ini
mengajarkan kepada kita untuk tidak meninggalkan iman kita dan persekutuan
orang Kristen saat ada tekanan atau persoalan yang besar.

2. Walaupun
mendengar kisah Petrus dan Yohanes, mereka tidak menjadi sedih ataupun kecewa,
tetapi bersama-sama berseru kepada Tuhan. Arti ‘bersama’ di sini adalah bersatu
hati dan pikiran menaikkan suara kepada Tuhan, dengan kata lain berdoa. 

Isi doa mereka mengandung 3 unsur yaitu pujian (Kisah
Para Rasul 4: 24), menyampaikan kondisi (Kisah Para Rasul 4: 25-29a), dan
permohonan (Kisah Para Rasul 4: 29b-30). Mengapa kita harus memuji Tuhan adalah
supaya kita mengingat bahwa kita sedang menghampiri tahta Allah yang maha
mulia, maha tahu yang terbaik untuk kita. Secara psikologis, pujian ini
disampaikan untuk membantu kita supaya bisa tenang dalam menyampaikan
permohonan kita. Setelah menyampaikan kondisi yang ada, para rasul menyampaikan
permohonan mereka yaitu minta keberanian untuk memberitakan firman Tuhan yang
langsung dijawab saat itu (Kisah Para Rasul 4:31) dan meminta mujizat dan
tanda-tanda melalui Tuhan Yesus yang dijawab kemudian (Kisah Para Rasul 4:12).

Jadi hendaklah pada hari raya Pentakosta ini kita:

1. Bersyukur
kepada Tuhan atas anugerah Roh Kudus.

2. Membuat
diri kita selalu dipenuhi Roh Kudus. Kita harus mempersilahkan Dia untuk
menguasai hidup kita, menjadi pemimpin dan penuntun hidup kita.

3. Berdoa
meminta keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan, dengan kata lain menjadi
saksi Kristus di mana pun kita berada. Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana
Roh Kudus bekerja membuat orang-orang percaya bisa menjadi saksi Kristus sampai
ke ujung bumi. Marilah memperingati Pentakosta dengan belajar untuk berdoa
seperti itu.

(LY &
HOL/05/09)