Ringkasan Khotbah

Sehubungan dengan Hari Bapak, hari ini kita belajar dari
Musa yang adalah seorang bapak yang sangat dihormati oleh bangsa Israel dari
generasi ke generasi. Musa adalah seorang pemimpin yang mengeluarkan bangsa
Israel dari perbudakan orang Mesir dan Musa adalah satu-satunya nabi yang
dipanggil Tuhan secara berhadapan muka. Musa jugalah yang menulis 5 kitab suci
pertama orang Yahudi dan kitab suci orang Kristen.

Musa menjadi seorang yang berpengaruh, bukan dari dia
sendiri, tetapi melalui suatu peristiwa. Keluaran 3:10: pengutusan Tuhan inilah
awal kesuksesan Musa. Musa harus membawa orang Israel keluar dari Mesir agar
orang Israel beribadah kepada Allah. Musa sejak bayi dibesarkan di istana
sebagai anak dari putri Firaun, dan mendapat pendidikan tinggi dalam berbagai
ilmu termasuk ilmu perang, tetapi kemudian lari dari istana dan menjadi seorang
gembala kambing domba. Di tengah tengah kesibukannya, Musa menyempatkan diri
untuk mendengar panggilan Tuhan (menghampiri semak duri yang menyala nyala) dan
melakukan perintah-Nya walaupun tidak langsung meresponi pada awalnya.
Penolakan Musa: Keluaran 3:10,13; 4:1: Musa menolak secara halus/secara tidak
langsung, Keluaran 4:10: Musa menolak secara langsung untuk dipakai Tuhan,
Keluaran 4:13: menolak secara tegas (utuslah kiranya siapa saja).

Siapapun kita, sebenarnya memiliki panggilan Tuhan,
tetapi terkadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas setiap hari, sehingga
tidak menyadari adanya panggilan Tuhan. Mari kita coba melihat bahkan
“menghampiri semak duri yang menyala nyala” sehingga kita mengetahui profesi
apa yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Baik sebagai pendeta, penginjil,
majelis, ataupun sebagai pelayan lainnya. Jangan kita mengesampingkan atau lari
dari panggilan Tuhan, melainkan kita perlu mulai sadar bahwa Tuhan memanggil
kita, dan sebaiknya kita menyediakan waktu untuk menggumulinya.

Respon Tuhan terhadap penolakan Musa: Keluaran 3:12: Aku
menyertai engkau, Keluaran 3:14: Tuhan menjelaskan mengenai nama-Nya dan
rencana-Nya, Kejadian 3:20: Tuhan memberikan tanda-tanda ajaib yang luar biasa,
Keluaran 4:12: Tuhan mengajarkan apa yang harus Musa katakan dan memakai Harun
sebagai penyambung lidah.

Seandainya Musa menolak panggilan Tuhan maka ia akan
tetap menjadi gembala domba atau mungkin pengusaha penggembalaan domba yang
besar tetapi dia tidak akan menjadi pemimpin besar yang sangat berpengaruh.
Bila kita menolak panggilan Tuhan, yang rugi adalah kita sendiri karena
kehilangan profesi yang Tuhan telah siapkan untuk kita. Bagian firman Tuhan ini
juga mengajarkan akan kesabaran Tuhan menghadapi orang yang menolak
panggilan-Nya. Allah Bapa kita adalah Bapa yang panjang sabar dan setia. Sudah
sepatutnya kita bersyukur dan menghargai kesabaran-Nya dengan tidak menolak
pengutusan/panggilan Tuhan bagi kita.

(SU/06/09)