Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:17-18

Ringkasan Khotbah

Kita adalah anak Allah dan kita adalah ahli waris juga. Kita belajar 5 hal yang kita warisi: ①perjanjian Allah kepada Abraham; ② kerajaan Allah, keselamatan Allah; ③ pembenaran dan hidup kekal; ④ kodrat Allah, sifat Allah; dan ⑤ Roh Allah.

Tapi masih ada 1 lagi yang penting. yaitu, mewarisi penderitaan juga. Di ayat 18 dikatakan penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Dalam 2 Kor 1:5, disebutkan kesengsaraan Kristus adalah karena ke-Allahan Kristus. Tuhan Yesus dikejar, dituntut oleh pemimpin Yahudi, ditahan, disidangkan, disiksa, disalibkan karena Tuhan Yesus mengatakan Dia adalah Anak Allah. Andaikata di hadapan Pilatus Yesus hanya mengatakan sebagai anak Yusuf saja, tidak akan diganggu. Para murid juga mengalami penderitaan dan penganiaayan karena mereka bersaksi Yesus adalah Anak Allah. Maka saat ini pun sama. Orang Kristen bisa menderita bersama-sama dengan Kristus.

Banyak yang kagum pada Yesus dari Nazaret, menganggap sebagai nabi agung karena pengajaran agamanya unik. Sampai di sini saja tidak ada pengakuan. Tidak ada ganguan. Tapi orang di dalam Kristus mengatakan, Yesus adalah Mesias Anak Allah. Itulah pengakuan gereja. Di atas pengakuan Kristus inilah gereja didirikan. Dengan hal ini hubungan kita dengan teman bisa berubah. Itulah penderitaan kesengsaraan bersama Kristus.

Tapi ada juga penderitaan jenis lain. Dikatakan segala mahluk juga menderita, mengeluh (ayat 22). Di sini disebut sakit bersalin. Artinya makin lama makin dekat makin berat. Di mana-mana ada sakit. Kita diciptakan segambar dengan Allah. Tapi dosa masuk dan dunia menderita. Segala makhluk menderita sakit. Kita tidak dapat lepas selagi kita ada di dalam dunia. Ini disebut penderitaan jaman sekarang.

Paulus menulis surat ini kepada orang Kristen baru di Roma. Saat itu belum ada pendeta, katekisasi, pengajaran teratur. Maka Paulus menekankan pada Kristen baru, jangan dipermainkan oleh hal-hal lain. Sekarang ada banyak ajaran, yang jual injil murahan. Hanya mengatakan berkat dan kesembuhan, kalau ikut Tuhan tidak ada kesulitan, tidak ada sakit lagi. Itu tak ada dalam Alkitab. Jadi Paulus menjelaskan jangan kuatir, jangan bingung, penderitaan itu menuju kemuliaan. Melalui surat-surat, Paulus menghibur supaya orang Kristen yang menghadapi tantangan, dan penderitaan jangan kaget. Paulus menjelaskan agar penderitaan sekarang itu dianggap tidak terlalu berat kalau dibandingankan dengan yang akan datang. Paulus tidak memberikan hiburan murahan, atau menghibur dengan membandingkan orang lain. Tapi Paulus membandingkan dengan apa yang akan datang.

Tuhan Yesus berkata datanglah padaNya semua yang letih lesu dan berbedan berat, Dia akan memberikan kelegaan. Meskipun sengsara karena Kristus, tapi ada juga sukacita yang berlimpah-limpah: ① Tuhan yesus sendiri berkata demikian (Mat 24:30); ② Kol 3:4 berkata kita akan bersama dengan Tuhan. Mengapa? karena kewarganegaran kita bukan di Indonesia, atau Jepang saja, tapi ada di sorga. (Fil 3:20-21); ③ Kita belum melihat kemuliaan akan datang bersama Kristus. Tapi karena kesaksian Roh Kudus (1 Pet 1:8); ④ 1 Yoh 3:2 Firman Tuhan ini bukan hanya ajaran manis, tapi Yohanes, Petrus dan Yakobus sudah pernah melihat kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus sendiri katakan Aku akan datang. Maka di wahyu dikatakan, Tuhan segera datanglah.

Inilah pandangan Kristus. Apa yang ada sekarang, dan apa yang akan dinyatakan. Penderitaan dalam Kristus itu adalah kebahagiaan dan mendorong kita menuju kemuliaan yang kekal.

Orang Kristen memandang kepada kemuliaan, hidup suci bukan karena hukum taurat. Prinsip rohani adalah memandang kemuliaan yang akan datang. Maka tujuan keselamatan kita bukanlah pengampunan dosa saja, atau dipimpin oleh roh saja, tapi ini semua mengajarkan kepada kemuliaan. Kita belum melihat kemuliaan Kristus, tapi orang Kristen bisa melihat apa yang tidak kelihatan. Masalah, penderitaan tetap ada, kesengsaraan tidak hilang sekejap mata. Tapi masalah itu ada di bawah kemuliaan Kristus. Karena itu marilah kita bergembira, meskipun sekarang kita harus berdukacita karena berbagai-bagai pencobaan (1 Petrus 1:6-8).