Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 25:19-34

Ringkasan Khotbah

Siapa yang dapat memahami pikiran Allah? Kita sendiri saja tidak dapat memahami pikiran sesama. Roma 9:11-15 menulis kita dipilih bukan berdasarkan perbuatan tetapi berdasarkan panggilanNya. Perikop ini juga menulis seolah-olah Allah tidak adil. Mustahil! Ia adalah Pribadi yang adil. Ada 2 point dari pemilihan Allah yang ajaib:

  1. Berasal dari pemilihan Allah yang tidak berubah. Menurut penulis John Owen, apapun yang telah Allah tentukan menurut rencana hikmatNya dan kerelaan kehendakNya untuk terjadi. Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama2nya”. Allah berdaulat untuk tidak merubah apa yang diputuskanNya. Bersyukurlah kita sebagai umat pilihan Allah boleh hidup dibawah kedaulatanNya.
  2. Melalui otoritasNya Ia memilih bukan berdasarkan sisi baik dari manusia (Roma 9:11). Ia memilih dan menyelamatkan kita semata2 karena kemurahan hatiNya. Ia sangat mengasihi kita. Kita patut bersyukur dan menghargai kemurahan hati Allah yang telah menyelamatkan kita. Sesaleh apapun manusia tidak akan mampu menyamai standard untuk mendapatkan keselamatan. Sebagai orang Kristen, tanggalkanlah kesombongan rohani dan harga diri yang semu yang sangat menghambat pelayanan dan membatasi hidup kita. Anug’rah Tuhanlah yang melayakkan kita menjadi orang pilihan Allah. Mari kita datang merendahkan diri dihadapanNya dan saling menopang di dalam pelayanan untuk pelebaran kerajaanNya.

Ishak disebut Anak Perjanjian (Kejadian 25:19). Dalam hidupnya banyak pekerjaan yang Tuhan kerjakan, sebagai contoh, saat Abraham ayahnya, memilih istri bagi Ishak (Kejadian 24:23) bukan dari wanita Kanaan (masalah kepercayaan) supaya tidak terpengaruh orang2 didaerah ini. Kejadian 28:1, Ishak juga melakukan hal yang sama kepada Yakub. Respon Ishak dan keluarganya:

  1. Menghargai waktu Tuhan. Bandingkan ay 20 dan ay 26b, berarti 20 tahun menikah Ishak dan Ribka tidak mendapat anak. Ishak lebih baik dari Abraham ayahnya dengan tidak mencari isteri lain. Kita perlu belajar dari Ishak tetap tekun berdoa mempercayai Allah sepenuhnya walaupun kita tidak sepenuhnya memahami cara kerja Allah yang ajaib.
  2. Menghargai pilihan dan pemberian Tuhan. Ayat 21, Ishak terus berdoa selama 20 tahun dan Allah mengabulkan doa Ishak. Sebagai orang pilihan Allah kita tidak terlepas dari berbagai kesulitan hidup. Terkadang kita mulai menyalahkan Allah dan menganggap Allah tidak peduli akan doa kita, Allah tidak adil. Walaupun dihimpit kesukaran kita perlu belajar untuk tetap setia dan mengarahkan hati kepadaNya, percaya akan kasih Tuhan yang tidak berkesudahan Tuhan menetapkan segalanya bagi kemuliaanNya. Tidak ada kemuliaan tanpa salib.
  3. Respon yang salah (ayat 27, 28, bandingkan dengan ayat 23). Ishak menyukai Esau seorang yang pandai berburu karena suka makan hasil buruannya, sedangkan Ribka menyukai Yakub seorang yang tenang suka tinggal di rumah. Sikap seperti ini sangat membahayakan jiwa dan pertumbuhan anak2. Ishak gagal membina keluarganya disebabkan ia melihat Abraham ayahnya mengusir Hagar dan Ismail (Kejadian 21:14). Ishak hanya melihat permusuhan.
  4. Ayat 29-34 menunjukkan kerakusan Esau dan Yakub. Esau terjebak dengan keinginan sesaat untuk memuaskan hatinya dengan sepiring bubur kacang merah. Ia tidak berpikir panjang dan menganggap hak kesulungan tidak berharga. Sedangkan Yakub memakai Nama Tuhan (ay 33) karena kerakusannya mengingini hak kesulungan Esau.

Sikap Esau dan Yakub mengajar kita untuk tidak lagi hidup menuruti keinginan daging. Kita hidup dibawah kedaulatan Allah dan sebagai umat terpilih senantiasa memelihara kasih ajaib dari Allah dan hidup untuk menggenapi rencana Allah yang indah bagi kita.