Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 2:1-10

Ringkasan Khotbah

Kasih, perjuangan dan usaha yang tetap dicurahkan dalam lingkungan yang sulit, sekalipun dengan segala keterbatasan, merupakan teladan yang baik dan menunjukkan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya.

Musa dilahirkan dari keluarga Lewi, pasangan Amran dan Yokhebed. Kehadirannya membawa sukacita sekaligus dukacita, karena di saat yang sama Firaun memerintahkan pembinasaan semua bayi laki-laki Ibrani. Keputusan sang ibu untuk menyembunyikan selama tiga bulan kemudian melemparkan sendiri bayinya ke dalam sungai Nil, setelah terlebih dahulu mempersiapkan keranjang dari batang papyrus yang ditempeli lapisan ter agar tidak masuk air, adalah suatu usaha mempertahankan kehidupan bayi Musa di tengah kesulitan ekonomi dan kemustahilan. Yokhebed tetap berjuang, tidak langsung menyerah melainkan berusaha sebisa mungkin untuk kepentingan anaknya di tengan kesulitan dan keterbatasan.

Setiap ibu patutlah meneladani kasih Yokhebed yang semaksimal mungkin memberi yang terbaik untuk anaknya. Sehingga setiap anak patutlah menghargai serta mengasihi ibunya dalam segala kondisi. Dalam menghadapi masalah dalam keluarga, pekerjaan dan resesi ekonomi, mari belajar dari usaha perjuangan Yokhebed yang tidak menyerah dan berputus asa melainkan melakukan usaha semaksimal mungkin.

Sepertinya segala usaha Yokhebed untuk memperpanjang hidup anaknya sia-sia belaka ketika bayi Musa ditemukan oleh putri penguasa Firaun yang ingin membinasakannya. Tetapi rasa belas kasihan membuat putri Firaun malah mengangkat Musa sebagai anaknya sendiri, bahkan mengiyakan tawaran Myriam untuk memanggil Yokhebed sebagai inang pengasuh.

Sungguh peristiwa yang ajaib dan dapat disimpulkan sebagai pemeliharaan Tuhan, di mana semua urutan kegiatan telah direncanakan dengan baik oleh Tuhan, mulai dari Musa dibuang ke sungai Nil oleh Yokhebed, lalu putri Firaun datang untuk mandi dan mengangkatnya dari air serta mau membayar ibu Musa untuk mengasuhnya. Tuhan memelihara Musa agar bisa bertahan hidup dengan cara yang unik.

Seperti halnya pengalaman Yusuf (Kejadian 50:20), Elia, Musa dan Daniel yang mengalami kesulitan tetapi sekaligus mengalami pemeliharaan Tuhan, telah menunjukkan bagaimana Tuhan senantiasa memelihara kehidupan umat-Nya, semuanya begitu ajaib dan melampaui pemikiran, tapi tepat seperti yang kita butuhkan. Oleh karena itu, hari ini mari kita minta pemeliharaan-Nya, mari menyerahkan diri untuk dipelihara Tuhan dan mari saksikan pemeliharaan-Nya.

Akhirnya, saat kita menyadari pemeliharaan Tuhan, maka kita harus tetap berusaha seoptimal mungkin mengerjakan bagian kita dan di saat yang sama kita pun harus tetap berserah penuh kepada-Nya.

(FW/02/09)