Ringkasan Khotbah

Sebelum Yesus naik ke Surga, Yesus menyampaikan kalimat luar biasa kepada murid-murid pada Kis 1:8. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

  • Kis 2 adalah tentang Pentakosta. Ini adalah penggenapan perkataan Tuhan. Para rasul memberitakan Firman kepada banyak orang, terutama kepada banga Yahudi, mereka meresponi khotbah,dan jumlah mereka bertambah jadi 3000 jiwa. Ini hanya yang berada di Yerusalem. Orang percaya ini membentuk suatu komunitas, dan mereka bertekun dalam firman Tuhan, bersekutu, berdoa. Di ayat 43 dikatakan bahwa banyak orang ketakutan karena para rasul banyak membuat mukjizat. Mukjizat itu mengikuti/meneguhkan firman Tuhan. Jadi diawali dengan firman Tuhan.
  • Kis 3: orang percaya masih di Yerusalem.
  • Kis 4: Petrus dan orang percaya tetap memberitakan kepada orang Yahudi di Yerusalem. Jumlah mereka menjadi 5000 orang laki-laki. Mereka dalam persekutuan,sehati , membagi harta milik, dan tidak ada yang kekurangan. Tetapi mereka masih di Yerusalem.
  • Kis 5-6, orang percaya selalu berkumpul di serambi Salomo. Kis 5:13 orang lain tidak mau menggabungkan diri dengan mereka, terkesan eksklusif. Mereka masih di Yerusalem.
  • Kis 7, masih di Yerusalem, bertambah mungkin sampai 10000 orang. Allah menyuruh mereka menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria dan seluruh muka bumi. Tetapi sampai pada pasal 7 mereka masih di Yerusalem.
  • Kis 8:1b, mulailah penganiayaan.
  • Di Kis 1:8: Tuhan memberi perintah, tapi sampai Kis 8:1 mereka masih di Yerusalem. Karena penganiayaan, mereka mulai tersebar. Mungkin kalau tidak ada penganiayaan, mereka mungkin masih tetap di Yerusalem. Akhirnya Yudea dan Samaria mulai digenapi. Tetapi ke12 rasul masih tetap di Yerusalem. Yang menjangkau Yudea dan Samaria bukan para rasul tapi orang percaya orang lain. Dikatakan, mereka semua KECUALI para rasul.
  • Kis 9: karena keengganan para rasul, akhirnya Tuhan Yesus memanggil Saulus untuk menjangkau orang Yahudi di luar Yerusalem.
  • Kis 11:orang percaya yang tersebar karena penganiayaan, hanya menginjili kepada orang Yahudi. Sifat kesukuan mereka masih tinggi. Sampai akhirnya Tuhan menggerakkan sebagian orang yang menginjli ke Siprus, yang merupakan bagian dari Yunani. Barnabas dan Paulus, diutus jemaat Antiokia ke Siprus. Tetapi saat itu para rasul tetap di Yerusaem.
  • Kis 12, raja Herodes bertindak keras kepada para jemaat dan menyuruh membunuh Yakobus. Tuhan dalam kedaulatannya mengijinkan Yakobus dibunuh dan Petrus ditangkap dan masuk penjara. Mereka sudah tidak di bait Allah karena adanya penganiayaan.

Dari kehidupan kedua jemaat ini, jemaat Yerusalaem dan Antiokia:Jemaat Yerusalem ada ribuan jemaat tetapi mereka tidak keluar, tetapi jemaat Antiokhia merekalah yang mengutus Paulus dan bernabas. Jemaat Antokhia mengutus dengan sukarela, tetapi jemaat Yerusalem diutus dengan paksa.

Yang bisa kita pelajari:

  1. Bersekutu, belajar firman, doa tidaklah salah, tapi kita tidak boleh berhenti sampai di situ. Allah menghendaki kita keluar dan membagi Injil kepada orang lain. Ketika jemaat tidak taat, Allah bisa memakai banyak cara untuk menggenapi firmanNya. Ketika kita sungguh-sungguh mengerti pangilan kita, maka setiap perisitwa dalam hidup kita bukanlah suatu kebetulan.
  2. Apakah kita masing-masing sudah menemukan tujuan hidup kita atau tidak. Tentunya untuk kemuliaan Allah. Yerusalaem, Yudea, Samaria sudah menjadi tugas para rasul pada waktu itu. Ada ujung bumi yang belum selesai. Ini adalah tugas kita bersama. Ketika kita mengerti tujuan hidup kita, maka segala resource, waktu dan pikiran, keluarga, kita akan arahkan untuk mencapai tujuan itu. Dalam profesi kita, apapun itu, lihatlah itu sebagai kesempatan kita untuk menggenapi firman Tuhan.
  3. Mzm 67:1-3. Kita pasti senang dengan ayat 2 pada Mzm 67:1-3 dimana Allah mengasihani, memberkati kita. Tetapi kasih Allah tidak sampai di sini. Tujuan Allah memberkati ada di ayat 3, supaya jalan Tuhan dikenal di bumi. Tuhan memberkati kita ada tujuanya. Bukan untuk kita, tetapi untuk Tuhan.