Ringkasan Khotbah

Dalam Kisah Para Rasul 5:42, disebutkan gereja dan para rasul terus semangat melanjutkan pengajaran di bait Allah. Gereja melayani setiap hari dan berpusat pada Allah. Gereja dibentuk Allah untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias. Karena prinsip ini dilakukan oleh para rasul, akibatnya : ❶ jumlah murid saat itu bertambah. Saat itu keadaan sulit. Bahkan mereka bisa dieksekusi karena memberitakan firman Tuhan. ❷ Firman Allah makin tersebar, jumlah murid di Yerusalam makin bertambah, sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Apakah kerinduan menceritakan siapa yang kita percaya masih melekat dalam diri kita? Jika tidak, kita perlu koreksi, kenapa kita begitu takut.

Tetapi perjalanan pemberitaan Injil ini tidak terus menerus lancar. Teks hari ini menceritakan tantangan-tantangan. Semakin orang Kristen serius, maka tantangan tidak akan lepas. (a) Timbul sungut-sungut (ayat 1), dari orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Dulu mereka tinggal di Asia kecil (sekarang Eropa) tapi kembali ke Yerusalem. Gereja membantu mereka dan jumlah jemaat membludak. Banyak juga janda.  Di tengah-tengah pelayan para rasul, dan harus memenuhi seluruh kebutuhan, jadi mereka mengabaikan pemberitaan Firman, dan melayani juga tidak terpuaskan. Sungut-sungut dalam istilah aslinya adalah menggerutu. Bergumam, tidak keluar. Bersungut-sungut di belakang. Mengapa ada sungut-sungut? Hati orang yang sudah tercemar dosa cenderung ingin memuaskan keinginannya sendiri. Hal ini jadi persoalan yang sangat mempengaruhi pelayanan para rasul. Dosa sungut-sungut bukanlah yang sepele. Tapi bagi Tuhan hal ini serius. Dalam Bilangan 11:1 bagaimana Tuhan murka karena sungut-sungut orang Israel. Sungut-sungut ini karena tidak ada syukur. (b) Fitnahan dari pihak luar (ayat 11-13). Stefanus adalah salah seorang dari 7 orang diaken. Yang dilakukan oleh Stefanus: mengadakan mukjizat dan tanda-tanda. Bersoal jawab, berargumen tentang iman kepada Yesus. Kita menceritakan Yesus bukan dengan perdebatan, tetapi jika orang bertanya mengenai siapa yang kita percaya, kita harus menjelaskan. Meskipun ada fitnahan dari luar, orang Kristen tetap bersatu. Ini adalah tantangan yang tak dapat dihindari.

(c) Dari dalam diri para rasul sendiri (ayat 2), para rasul yang tidak puas karena melalaikan Firman tidak langsung menuding balik jemaat, mereka tidak otoriter. Tapi mereka mendengar, merespon, dan mengevaluasi. Sehingga akhirnya para rasul mengadakan pertemuan, berbicara bersama. Lalu apakah follow up dari para rasul: ❶ para rasul memanggil semua murid dan berbicara, sharing, ada keterbukaan. ❷ Memilih 7 orang yang terkenal baik dan penuh Roh, hikmat. (i) Terkenal baik: ada reputasi baik di jemaat, masyarakat. Mereka punya kesaksian hidup yang baik. (ii) Penuh Roh: jadi bukan sekedar baik. Dipimpin oleh roh. Inilah tanda yang hidup baru. Jadi tidak pilih kasih, tidak berat sebelah. Kasih kepada Allah memancarkan kasih kepada sesama. Keluaran 18:21 mengenai penolong untuk Musa, cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya, benci kepada pengejaran suap. (iii) Penuh hikmat: orang bijaksana memikirkan kebutuhan dan keadilan bagi jemaat. Orang dalam gereja adalah yang ditempatkan sebagai orang bijaksana. Orang yang penuh hikmat dari Allah. Mereka melayani dengan motivasi untuk membangun dan membawa damai sejahtera di antara umat. ❸ Menentukan tugas pelayanan meja, untuk para janda dan palayanan sehari-hari (ayat 3-4). Sejak kenaikan Yesus, para rasul selalu tekun berdoa, tekun mengajar dan berdoa, tekun berkumpul. Ini adalah prinsip hidup dan pelayan para rasul sejak awal, tapi karena tuntutan pelayanan, mereka melalaikannya. Sekarang, mereka kembali dalam tanggung jawab ini. Kita melihat pelayanan para rasul tidak lepas dari pergumulan tapi mereka tetap setia pada Tuhan.