Pengkhotbah

Perikop
Yudas 1:1-5

Ringkasan Khotbah

Nama Yudas memiliki suatu pengertian yang tidak baik, reputasi buruk yang disebabkan pengkhianatannya kepada Tuhan Yesus Gurunya sendiri. Nama Yudas dalam Alkitab : Yudas dari Galilea  (Kis 5:37), Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus (Matius 26:14, 17, 27), salah satu saudara Yesus, (Matius 13:55, Markus 6:3), Yudas dari Dasmakus (Kis 9:11) yang disebut Barsabas (Kis 15:22, 27, 32). Yudas dalam perikop ini mengandung makna seorang budak, ia memperkenalkan diri sebagai “hamba” budak Kristus. Seorang yang tidak memiliki apa-apa hanya bergantung pada pemiliknya. Tuhan berdaulat memilih kita dan memanggil seseorang menjadi hamba-Nya untuk diutus, namun orang tersebut harus merespon dengan ketaatan total. Kita juga sebagai hamba adalah orang-orang terpanggil yang dilayakkan. Sudahkah kita menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus ?

 

Latar belakang surat Yudas menjelaskan apa kejadian yang sedang berlangsung pada waktu itu. Bahaya pengajaran palsu :

– Antinomian (melawan hukum dan norma), pendapat yang menyatakan orang Kristen dibebaskan dari tanggung jawab untuk mematuhi moral hukum.

– Gnostis dan Decetis, mereka memahami inkarnasi Kristus menurut logika pengetahuan manusia dengan menyangkali Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kepada mereka yang terpanggil (ayat 1), Yudas menggunakan kata ‘kletois’ yang berarti dipanggil diundang oleh Tuhan. Kata ini memiliki 3 pengertian : 1) Memanggil seseorang pada suatu jabatan. 2) Memanggil untuk suatu pesta/festival. 3) Memanggil untuk suatu pengadilan, pemeriksaan. Yesus yang berinisiatif memanggil kita karena karya Allah, janganlah menganggap kita orang penting, lalu menjadi sombong. Tujuan utama Allah memanggil kita memiliki suatu tugas yang sangat serius. Kita yang sudah menjadi milik Kristus dipanggil untuk memberitakan Injil secara konsisten dengan keseluruhan kebenaran dan kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman-Nya. Dan kita akan mendapatkan jaminan keselamatan yang tidak kita dapatkan dari dunia. Orang Kristen juga akan dipanggil untuk siap menghadapi pemeriksaan / penghakiman.

 

Ayat 4: Hidup dalam dosa, mereka beranggapan mereka telah ditebus. Mereka menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu. Mereka menyangkal satu-satunya Penguasa, Tuhan kita Yesus Kristus, perbuatan mereka tidak bermoral. Sebagai orang percaya, kita tidak boleh main-main dengan dosa. Janganlah disesatkan oleh pikiran seperti itu, kita harus ingat upah dosa ialah maut. Jika kita tidak berubah, untuk apa pengorbanan Kristus di kayu Salib. Yudas mengingatkan orang percaya agar waspada. Apakah kita bergereja telah mengalami perubahan yang menuju arah yang baik? Sudahkah kita mengenal siapa Yesus? Firman Tuhan akan menolong supaya kita diperlengkapi, dibangun lagi dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Nasihat untuk terus berjuang mempertahankan iman (ayat 3). Yudas menggunakan kata Epagonizesthai (membela/ mempertahankan iman percaya kita). Iman Kristen adalah sesuatu yang  harus dipertahankan, mengandung kualitas yang tidak berubah untuk selama-lamanya. Orang-orang yang terpanggil, mereka yang dikasihi Allah, dipelihara oleh-Nya.