Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 3:1-14

Ringkasan Khotbah

Kata pandanglah mengartikan perhatikanlah secara sungguh, amatilah dengan baik.
Ibrani 2:18, 4:15. Sebagai Imam Besar, Tuhan Yesus menjadi Pembela dan Pengantara kita. Tuhan Yesus juga turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, disamping itu Tuhan Yesus menolong kita saat dicobai. Untuk itu janganlah putus asa ketika kita mengalami masalah dan pencobaan, yakinlah bahwa bersama Tuhan Yesus kita dapat mengalahkannya.

 

Sikap orang percaya memandang kepada Yesus:

  1. Janganlah keraskan hatimu, ayat 8 dan 15, pengalaman orang Israel di padang gurun ayat 7- 11. Kehidupan bangsa Israel di pandang gurun (Keluaran 17:1-7, Bilangan 20:2-13), mereka sudah menyaksikan rangkaian mujizat yang Tuhan lakukan didepan mata mereka, melihat bahwa Tuhan benar-benar ada dan selalu menyertai mereka, namun di tempat ini mereka kembali gagal untuk memercayai Tuhan karena tidak ada air untuk diminum. Mereka bersungut- sungut dan bertengkar dengan Musa. Mereka bukan saja meragukan keberadaan Tuhan tetapi juga meragukan kasih dan kuasaNya bahkan Pribadi Tuhan sendiri. Maka tidak heran kalau kemudian Tuhan marah dan tidak mengizinkan mereka masuk Tanah Perjanjian.

 

  1. Ayat 12, induk segala dosa adalah tidak percaya Tuhan. Waspadalah supaya jangan ada yang jahat, bertindaklah hati-hati didalam setiap langkah, akui dan hormati keberadaanNya dengan sikap hidup yang benar.

 

  1. Kedegilan hati, ayat 8 dan 13. Menolak jalan Allah, ayat 10. Mengabaikan teguran Roh Kudus (Efesus 4:30, 1 Tesalonika 5:19-22). Orang yang murtad menjauhkan diri dan meninggalkan persekutuan. Tuhan mengingatkan supaya kita berubah oleh pembaharuan budi, pikiran sehingga kita dapat membedakan yang baik dan berkenan kepadaNya. Berusaha untuk membangun orang lain dengan menunjukkan kasih dan keramah-tamahan.

 

Jangan menjadi tegar karena tipu daya dosa ayat 13, dosa itu begitu memikat (Markus 1:21-28), iblis selalu berupaya menawarkan dosa tanpa melihat siapa/tempat, untuk itu perlu kewaspadaan. Jagalah selalu kualitas iman kita. Tuhan Yesus yang setia sangat peduli kepada umatNya. Pribadi yang mendamaikan orang berdosa supaya menjadi orang yang setia kepada Tuhan.