Kumpulan Khotbah

19 Agustus 2018

Memberitakan Kabar Kesukaan

(Kisah Para Rasul 13:26-39)

Firman Tuhan hari ini mengambil tema “Memberitakan Kabar Kesukaan” berdasarkan ay. 32 dikatakan “Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu..”. Memberitakan akan kabar kesukaan dalam NIV: “We tell you the good news” = kami memberitakan kepadamu kabar baik. Ini merupakan kabar baik dari Surga yang bernilai kekal. Terjemahan lain yaitu KJV: “and we declare to you glad tidings”. Mengapa hal ini disebut sebagai kabar kesukaan? Kabar kesukaan dalam Bahasa Yunani: Euanggelion berarti Injil atau kabar baik itu sendiri. Yesus adalah kabar baik, Injil dalam dalam nama Yesus memberikan kesukaan. Kita boleh beribadah di Gereja karena Euanggelion telah menjangkau kita. Sukacita datang sepenuh-penuhnya buat setiap pribadi yang menerima Kristus.

12 Agustus 2018

Dalam Yesus, Kita Sanggup Menanggung Segala Sesuatu

(Filipi 4:8-13)

Kita menyadari sebagai manusia terbatas kita banyak pergumulan. Kekuatan kita untuk menghadapi semua pergumulan hanya ada dalam firman Tuhan. Kita harus sadar bahwa kita hanya bergantung kepada Allah yang tidak terbatas saja! Manusia memiliki keterbatasan fisik sehingga bisa sakit; keterbatasan mental sehingga mudah menyerah; keterbatasan finansial sehingga takut kekayaan akan habis; dan keterbatasan logika sehingga tidak dapat mengerti seluruh kehidupan. Sebagai manusia kita tidak tahu masa depan kita atau bahkan sejam kedepan. Untuk itu, masihkah kita tidak mau bersandar kepada Allah yang tidak terbatas? Rasul Paulus adalah seorang yang sangat terpelajar, tetapi Ia mengalami berbagai macam pergumulan dalam kehidupan.

5 Agustus 2018

Berita yang Membangun dan Menghibur

(Kisah Para Rasul 13:13-25)

Berita yang membangun dan menghibur ini ay. 15 berkaitan dengan ay 4-5, oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat dan bertemu dengan gubernur pulau Pafos yang takjub oleh ajaran Tuhan dan akhirnya percaya kepada Yesus.

Misi pertama perjalanan Paulus: Yesus adalah Juruselamat. Ay. 14-49 merupakan inti bahwa Yesus adalah Juruselamat.

Istilah pesan ay. 7, sama dengan istilah Firman Tuhan (bahasa Yunani: logos), perkataan, bukan sekedar dari manusia tetapi dari Tuhan. Ay. 12, gubernur takjub dan percaya (Yohanes 1:1) Firman yang hidup, perkataan yang berkuasa dari Tuhan. Betapa pentingnya kita membutuhkan perkataan surgawi, di zaman ini kita telah mendapatkan perkataan surgawi, Firman yang hidup membawa orang-orang percaya untuk dibangun. Ditengah kesulitan yang mungkin kita hadapi, ingatlah untuk tetap selalu percaya akan pemeliharaan Tuhan, janganlah mengabaikan Tuhan dan FirmanNya. Firman Tuhanlah yang memungkinkan kita menjadi saksi yang hidup ditengah dunia ini. Tradisi kuno orang Yahudi, sama seperti rumah-rumah yang menyimpan harta, demikianlah karunia Allah selalu ada tersimpan dalam hati orang percaya. Kita adalah milik Allah maka seluruh karunia tersebut adalah milikNya untuk membangunkan umatNya.

Mazmur 40:4, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku, hanya didalam Dia sajalah kita dapat memiliki pengharapan dan kepuasan memenuhinya dengan sukacita dan kedamaian. Ia memanggil umatNya untuk membawa berita yang membangun dan menghibur. Kemenangan Mesias atas dosa merupakan kemenangan yang luar biasa.

29 Juli 2018

Menyimpan Hukum Tuhan di Dalam Hati

(Mazmur 119:97-104)

Mazmur 119 merupakan Mazmur terpanjang dan mempunyai konsep paling formal serta rumit, tapi Mazmur yang sangat penting karena berbicara mengenai “menyimpan firman Tuhan dalam hati”. Bagaimana supaya kita dapat menyimpan firman Tuhan dalam hati? Cinta atau kasih menjadi penggerak bagi kita untuk lebih memberi perhatian. Perhatian membuat kita belajar lebih memahami sesuatu. Inilah yang membuat pemazmur berkata:”Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari (Mazmur 119:97)”. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Kristus, maka kita akan mengasihi Alkitab yang di dalamnya Kristus mengajar kita. Kita mungkin sadar kalau kita manusia terbatas, tapi seberapa jauh kita bersandar pada Allah yang tidak terbatas?
Apa artinya merenungkan firman Allah siang dan malam? Apakah ini berarti kita tidak perlu bekerja, merenungkan firman Tuhan saja setiap hari? Ini berbicara mengenai prioritas. Bagi anak-anak Tuhan, firman Tuhan “seharusnya” menjadi yang paling dahulu direnungkan. Kemudian firman Tuhan itulah yang menjadi penggerak bagi anak-anak Tuhan dalam menjalankan semua tugas dan tanggung jawab setiap hari. Pemazmur berkata: “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (ay. 105). Firman Allah telah membuat pemazmur lebih bijaksana daripada musuh-musuhnya (ay. 98), lebih berakal budi dari pada semua pengajarnya (ay. 99), dan lebih mempunyai pengertian daripada orang-orang tua (ay. 100). Pemazmur bukan bermaksud sombong, tapi memang nyata bahwa Allah memberikan hikmat kepada pemazmur melalui firmanNya. Dari segi pengalaman, orang-orang tua tentu lebih berpengalaman daripada pemazmur. Namun, dalam konteks ini, karena pemazmur mencintai firman Allah, pemazmur lebih mengenal Allah, lebih mengenal hal-hal rohani, lebih mengerti nilai-nilai kekekalan dibandingkan orang-orang tua di dunia. Mengapa bisa demikian? Karena di dalam firman Allah, Allah menyatakan siapa diriNya, untuk apa kita diciptakan, apa tujuan hidup yang seharusnya kita tetapkan, apa arti hidup kekal yang Tuhan Yesus berikan, apa sebenarnya di dunia ini yang membuat kita paling bersukacita, dan hal apakah dalam diri kita yang kalau Allah di sorga melihatnya, Dia berkenan.

22 Juli 2018

Gembalakanlah Domba-dombaKu

(Yohanes 21:15-19)

Tuhan Yesus melayani Petrus secara khusus, Ia bertanya hingga 3 kali kepada Petrus karena ada tujuan. “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”. Petrus pernah mengatakan sampai mati akan selalu setia kepada Tuhan. Meskipun murid-murid lain lari meninggalkan Tuhan, Dia tidak. Tuhan Yesus mengingatkan kembali perkataan Petrus dengan bertanya sampai 3 kali karena hal itu penting, bukan karena menegur atau marah. Setelah Petrus menyangkal Yesus, Dia menangis kuat-kuat dan sangat menyesal. Petrus adalah pemimpin murid-murid yang begitu dipercayai oleh Yesus. Ia selalu ikut diajak dalam pelayanan-pelayanan penting, seperti saat membangkitkan anak Yairus, atau saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Tetapi saat dia menyangkal Yesus sampai 3 kali, betapa dalam luka batinnya. Yesus ingin menyembuhkan luka batin tersebut supaya Petrus tidak kehilangan kepercayaan diri dan sulit untuk melayani. Langkah penyembuhan pertama adalah dengan cara menyadarkan. Manusia tidak mudah untuk menghadapi diri sendiri, sehingga Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik menyadarkan Petrus. Petrus hanya menjawab “Engkau tahu Tuhan”. Tuhan tahu Petrus jujur. Terkadang manusia susah untuk sadar dan sering kali sudah tahu, tetapi tidak mau sadar.
Di Ayat 5, Yesus bertanya adakah mereka memiliki lauk-pauk. Apakah Tuhan Yesus tidak tahu keadaan mereka? Tidak tahu kalau mereka sudah semalaman mencari ikan tapi tidak mendapatkan? Tanpa Yesus, meskipun profesi mereka adalah nelayan dan setelah semalaman berusaha keras, mereka tidak mendapatkan ikan. Tuhan Yesus memanggil mereka bukan sebagai penjala ikan lagi, tetapi sebagai penjala manusia. Dan Petrus mengakui kegagalan, kesalahan dan dosanya.

15 Juli 2018

Gereja bagi Pemberitaan Injil

(Kisah Para Rasul 13:1-12)

Gereja pada hakikatnya berkembang karena adanya pemberitaan Injil. Dasar pemberitaan Injil adalah ketaatan terhadap Amanat Agung (Mat. 28:19-20), kasih kepada yang terhilang (Mat. 9:36, Rm. 10:1), dan kasih kepada Allah. Yesus sendiri memberikan teladan dalam Luk. 8:1, yang menggambarkan Yesus memberitakan Injil bahkan hingga ke desa-desa. Ini memberikan kekuatan sekaligus dasar bagi misi ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh Injil, termasuk pelosok-pelosok yang sulit dikunjungi sekalipun.
Salah satu reformator Gereja, Martin Luther pernah berkata: Kehidupan orang percaya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi di dalam Kristus dan untuk saudara-saudara / tetangga-tetangganya. Kalau tidak, ia bukanlah Kristen. Maksudnya ialah, kita sebagai orang yang sudah mendengar dan menerima Injil, tidak boleh terus hanya menjadi penerima saja, tetapi harus ikut ambil bagian sebagai pemberita Injil juga. Jadi Injil tidak boleh berhenti sampai pada kita saja, tetapi harus diteruskan pada orang-orang di sekitar kita.
Pemberitaan Injil menjadi bagian yang penting dalam kehidupan bergereja. Gereja yang memiliki pelayanan misi akan terus bertumbuh, sedangkan gereja yang tidak melakukan penginjilan akan menjadi stagnan. Ini terlukiskan dalam kitab Kisah Para Rasul, di mana pada bacaan kali ini menggambarkan contoh gereja yang bertumbuh yaitu gereja di Antiokhia. Gereja Antiokhia, melalui tuntunan Roh Kudus menjadi gereja pertama yang mengutus misionaris. Pada bagian lainnya juga, tersirat bahwa gereja Yerusalem justru tidak mengutus misionaris dan membatasi penginjilan di dalam Yerusalem; ini menjadi contoh gereja yang berhenti.

8 Juli 2018

Jemaat yang Berkobar-kobar Bagi Allah

(Kisah Para Rasul 12:1-19)

Berkobar-kobar berarti tekun dan sungguh-sungguh dalam menjalani tanggung jawab kekristenan di hadapan Tuhan. Hal ini dibuktikan melalui ketekunan berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Pada pasal 12 memulai dengan berita penganiayaan yang dilakukan oleh penguasa (ay. 1) kepada beberapa jemaat. Herodes ini adalah Herodes Agripa, cucu Herodes Agung yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Herodeslah yang menyuruh membunuh Yakobus (ayat 2). Yakobus sendiri adalah murid Yesus yang dipanggil-Nya di danau Galilea (Matius 4:21; 20:21) dan ia termasuk murid yang sering mengikut Yesus dalam pelayanan-Nya (Markus 5:37). Herodes juga yang memenjarakan Petrus (ayat 4). Demi menyenangkan hati orang Yahudi, Herodes memenjarakan hingga mau membunuh Petrus. Apa yang dapat dipelajari dari manusia jahat ini? a) Orang yang mencari muka dan perhatian manusia, tidak memiliki takut akan Allah. b) Hati nuraninya pun menjadi tumpul sehingga ia berani membunuh orang lain demi tujuan tersebut. Melalui kedua fakta ini, kita belajar tentang kedaulatan Allah: ❶ Ia mengizinkan keadaan tenang dan penganiayaan secara seimbang dan di dalamnya Ia terus membangun kekuatan iman umat-Nya. Buktinya Gereja mula-mula dapat melewati semua kesulitan mereka. ❷ Dalam kedaulatan-Nya, Ia dapat melepaskan Petrus tetapi mengizinkan Yakobus mengalami pembunuhan. Apakah Ia tidak adil? Tentu saja Tuhan sangat adil dalam segala hal yang Ia izinkan untuk dialami oleh Gereja-Nya. Mari kita lihat pengertian jemaat yang berkobar-kobar bagi Allah (5).

1 Juli 2018

Iman dan Teguran Allah

(Kejadian 6:5-18)

Pembelajaran mengenai iman dan teguran dapat kita pelajari melalui kehidupan Nuh dalam kitab Kejadian 6. Kondisi Nuh pada saat itu sangatlah tidak menyenangkan dan ada dalam suatu lingkungan yang penuh dengan kejahatan. Meskipun demikian, ketika kita belajar dari riwayat hidup Nuh, Ia adalah orang yang hidup benar dan tidak bercela diantara orang-orang sejaman / seangkatannya. Ia menolak untuk berkompromi kepada kefasikan. Ia tetap menjadi orang yang benar, tetap setia, dan berintegritas. Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa Nuh adalah orang yang beriman? Ia taat pada Allah dengan membuat sebuah bahtera yang “tidak pada tempatnya”, yaitu di atas gunung, bukan di tempat yang seharusnya misalkan di laut. Kunci Nuh untuk tetap bertahan pada imannya adalah karena Nuh senantiasa “hidup bergaul dengan Allah”. Tuhan memberikan berkat kepada orang-orang yang benar-benar mencari Allah (Ibrani 11:13). Bagi orang yang beriman, meskipun berkat Tuhan tidak selalu diberikan sesuai waktu kapan ia meminta, namun ia akan tetap beriman.
Ada 3 hal yang dapat kita pelajari dalam tema Iman dan Teguran ini. ❶ Allah memperingatkan kita melalui Firman-Nya, supaya kita tidak hidup menuju kehidupan yang penuh kehancuran. Seperti dalam Kejadian 2:16, ketika Adam tidak diperkenankan makan buah yang ada ditengah-tengah taman Eden yang berakibat pada kejatuhan manusia dalam dosa. Peringatan Allah membuat hidup kita menjadi hidup yang benar. Kejatuhan manusia akan dosa pada manusia pertama itu seharusnya menjadi peringatan akan keangkuhan hidup manusia yang jatuhnya manusia ke dalam dosa. Dalam Kejadian 6:9 juga Nuh menjadi peringatan bagi orang sejamannya bahwa hidupnya benar dan tidak bercela. Kata “benar” disini berarti “saddiq”, yang dalam bahasa Ibrani melukiskan watak Nuh yang kelihatan hubungannya dengan sesama manusia. Sedangkan kata “tidak bercela” berarti “tamim” yang merupakan hasil sempurna dari seseorang tukang bangunan yang handal, dan bangunan yang dihasilkan itu lengkap sempurna dan tidak ada cacat.

24 Juni 2018

Adakah Hari Esok

(2 Petrus 3:1-13)

Surat Petrus ini dialamatkan kepada orang-orang yang sudah menerima surat pertama. Surat kedua Petrus ini mengungkapkan tujuannya yang lebih luas, untuk melawan ajaran sesat yaitu gnostik yang mengancam kehidupan jemaat. Jemaat ini merupakan campuran Yahudi Kristen dan orang kafir yang bertobat. Dimana di dalamnya juga ada orang gnostik. Dari teks Firman Tuhan ini kita bisa melihat pertanyaan “adakah hari esok” yang dibagi menjadi 3 bagian besar. ❶ Jika kita bertanya adakah hari esok berarti ada pengharapan. Surat Petrus pasal pertama mengajar jemaat tentang penafsiran yang benar tentang kedatangan Tuhan/hari akhir. Kapan terjadinya tidak tahu, jadi mereka menganggap semua adalah dongeng. Ketika kita bertanya adakah hari esok dan kita meyakini ada maka kita harus tetap setia meskipun tidak tahu kapan akan terjadi. Pengajar sesat menuduh Petrus berbohong tentang kedatangan Yesus kedua kali (ayat 3-7). Mereka mengejek kedatangan Yesus kedua kali, mereka hidup sesuai hawa nafsu mereka. Bagaimana dengan pengejek zaman sekarang? Mereka menikmati hidup, tertawa, berbanding terbalik dengan kita yg merasa hidup ini berat. Apa dasar mereka mengejek? Karena mereka melihat dunia tidak berubah sejak dahulu dan mereka meragukan Allah melibatkan diri dengan dunia. Dengan banyaknya ajaran-ajaran sesat seperti demikianlah maka Petrus menekankan bahwa Firman Tuhan dapat dipercaya dan penghakiman Allah menanti orang jahat. Bagaimana respon kita yg percaya akan hari esok? Akankah sama dengan mereka yg tidak percaya? Kita percaya bahwa Allah berotoritas dalam kehidupan kita. Mencemooh keyakinan akan kedatangan Kristus kedua kali sama artinya tidak mengingat sejarah dan mengabaikan setidak-tidaknya satu fakta sejarah: Allah pernah menghancurkan bumi sebelumnya yaitu peristiwa Nuh (ay. 5-6).

17 Juni 2018

Kaum Bapak dan Kesalehan

(Mazmur 26:1-12)

Hari ayah, hari yang didedikasikan untuk menghargai usaha para ayah di dunia untuk keluarganya, meskipun tidak sempurna adanya. Para ayah selalu berjuang untuk menyejahterakan keluarganya, dengan harapan agar keadaan lebih baik daripada apa yang dialaminya. Melalui momen hari ayah ini, kita belajar salah satu karakter yang patut dimiliki oleh semua orang percaya–terutama para ayah–yaitu kesalehan. Dalam perenungan kita kali ini, kita belajar melalui kisah tokoh Alkitab yaitu Daud. Ada 3 poin yang dapat kita pelajari tentang kesalehan Daud dalam bacaan Mazmur 26:
1) Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati (ayat 1). Dalam hidupnya, Daud banyak dipandang remeh/rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Dalam kisah hidupnya seperti yang tertulis di dalam 1 Samuel, Daud dianggap rendah bukan hanya dari orang lain (Saul, Goliat) tetapi dari keluarganya sendiri (ayahnya, saudara-saudaranya). Meskipun demikian, ia tidak pernah putus percaya pada Tuhan, malahan dalam semuanya itu ia semakin pasrah dan berserah kepada Tuhan. Ia yakin bahwa nilai dirinya, bukanlah apa yang ditetapkan oleh orang-orang disekitarnya tetapi oleh Tuhan, yang telah memilih dan mengangkatnya. Inilah perbedaan antara iman yang sejati dan palsu; dalam menghadapi keraguan dan pergumulan, iman sejati akan selalu menang karena Tuhan yang berperkara dan membela.

Page 4 of 45