Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 41:8-18

Ringkasan Khotbah

“Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering” (ayat 18). Teks ini menggambarkan bukti pemeliharaan Allah dalam hidup kita. Yesaya menubuatkan pembuangan bangsa Israel ke Babel karena dosa dan kesombongan Raja Hizkia ketika Raja Asyur mengunjunginya.

Di saat penderitaan bangsa Israel, Allah membuktikan pemeliharaanNya dengan memberikan semangat untuk tetap berharap akan penyertaanNya. Sebagai bukti pemeliharaan Allah (ayat 8 dan 9), Israel dijadikan sebagai hamba yang dipilih dan dikasihi. Kata hamba ini dipakai untuk bangsa Israel. Tuhan Allah sendiri yang memilih Israel karena mereka memiliki keistimewaan di mata Allah, karena Tuhan mengasihi mereka dan janjiNya kepada Abraham, nenek moyang mereka. Atas dasar kasih dan kesetiaan Tuhan yang luar biasa, Tuhan terus menguatkan mereka supaya tidak perlu takut dan bimbang karena Tuhan tetap menyertai mereka.

Kita semua menjadi hamba bukan karena kelebihan kita melainkan karena kasih anugerah Tuhan. Hati Tuhan sangat terpikat dan merindukan kita, Ia sangat mengasihi kita (Ulangan 7:7-8). Secara rohani kita adalah umat kepunyaan Tuhan, kita dipilih sebagai ciptaan Allah yang mulia, diperlengkapi dengan kemampuan berpikir dan bekerja. Kita perlu gigih maju untuk menembus tembok kelemahan yang menghalangi pertumbuhan rohani kita dan percaya akan pemeliharaanNya yang terus meneguhkan kita untuk meraih kemenangan.

Janji penyertaan Tuhan ayat 10:

  1. Jangan takut. Sebab Aku menyertai engkau (Imanuel). Kebergantungan hidup kita kepadaNya. Bawalah kesesakan dan penderitaan kita kepadaNya, Ia selalu mendengarkan, menguatkan dan menggenggam tangan kita.
  2. Jangan bimbang. Sebab Aku ini Allahmu. Istilah bimbang (Ibrani: terkejut, kecewa). Tidak perlu takut dan kecewa dengan masa lampau juga situasi kita sekarang. Sebab Allah adalah Pencipta yang menimbulkan iman dan pengharapan ditengah tengah kesulitan hidup. Kita tidak perlu takut melangkah ke depan karena bayangan pahit masa lampau.

Ia adalah Allah yang besar akan berjalan bersama kita yang kecil untuk menerapkan pekerjaanNya di dunia ini. Tuhan ingin memakai kita sebagai perpanjangan tanganNya, kita dipanggil sebagai alat untuk menyatakan kasihNya (ayat 15). Kita bukan sekam (ayat 16: orang orang tidak berguna) tetapi umat kepunyaan Tuhan. Kita dipilih untuk memberitakan Firman Allah. Sebagai umat pilihan Allah mari kita memancarkan kasihNya membuktikan Tuhan Allah mampu memelihara kita. Dunia tidak bisa memelihara kita. Ditangan Tuhan Yang Perkasa kita dapat merasakan pertolongan dan mengalami kuasaNya.