Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 11:13-16

Ringkasan Khotbah

Definisi konsep iman: 1. Percaya Allah dengan segenap hati. 2. Persekutuan dengan Allah. 3. Sikap hati kepada Yesus bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Iman melihat apa yang tidak kelihatan oleh mata jasmani tetapi apa yang dilihat oleh Allah. Iman melihat seseorang bukan berdasarkan keadaan tetapi berdasarkan apa yang mungkin dia lakukan.Habel menjadi contoh (Ibrani 11 ayat 4) dalam memberikan persembahan terbaik,wujud nyata dari iman yang benar.Persembahan Habel yang berupa korban anak sulung kambing dombanya sesuai dengan kehendak Tuhan menggambarkan sebuah pengorbanan yang dikemudian hari hal ini digenapi oleh Tuhan Yesus.Nuh dengan petunjuk Allah taat mempersiapkan sesuatu yang belum kelihatan dengan membuat bahtera untuk menyelamatkan keluarganya (ayat 7).Abraham taat ketika dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya untuk menjadi milik pusakanya (ayat 8).Kehidupan Abraham sangat diberkati secara jasmani,keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar.Janji Tuhan adalah pasti (Kejadian 12 ayat 1-2), baik janji yang menyangkut hidup kekal maupun kehidupan kita didunia ini.

Yerusalem Baru (ayat 10,16), kota yang direncanakan dan dibangun oleh Allah adalah janji Tuhan bagi semua orang beriman. Kemah pertemuan hanya bersifat sementara,direncanakan diukur menurut ukuran manusia. Ini semua memiliki makna rohani bahwa ukuran kota Yerusalem Baru menunjuk kepada umat Allah yang telah diukur secara rohani: iman, ketaatan, kekudusan dan kesetiaan hingga akhir. Kemenangan ini menghasilkan kesempurnaan yang memancarkan kemuliaan Allah dan siap menjadi ”Bait Suci” tempat kediaman Allah selama-lamanya (Wahyu 21 ayat 15,17). Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya (Wahyu 21 ayat 22,24).

Walaupun Abraham diberkati sedemikian rupa,ia masih merasakan hidup di dunia sebagai orang asing / pendatang.Dengan iman ia melihat janji Tuhan begitu nyata dan memandang kota surgawi yang dibangun oleh Allah.Sebagai orang beriman kita perlu menyiapkan diri untuk rela meninggalkan kegemerlapan dunia yang bersifat sementara dan memilih upah yang kekal dari Tuhan.Pada Filipi 1 ayat 21,23, Rasul Paulus sudah mengalami kuasa Kristus. Ia membawa banyak orang kepada Kristus,ia menghibur,menguatkan Jemaat yang lemah dan terus memperluas Kerajaan Tuhan di muka bumi ini.Ia mati sebagai martir.Pengakuan Paulus hidup di dunia hanya sebentar / fana. (Filipi 3 ayat 4,5). Paulus memilih untuk mengenal Kristus dan menjadi saksi-Nya karena pengenalan akan Kristus lebih indah dari semuanya. Ia memilih hal-hal yang mengandung nilai-nilai kekekalan.

Dengan menjadi saksi melalui perkataan dan tingkah laku,bisa juga mengamalkan kemampuan yang kita miliki kita menjadi orang yang berguna bagi Tuhan dan sesama.Maka Allah tidak malu disebut Allah mereka (ayat16).Kita adalah umat pilihan Allah,orang yang beriman adalah kebanggaan Allah.