Ringkasan Khotbah

Tema GIII tahun ini adalah “Nyatakanlah Kerajaan Allah”. Tema ini merupakan pokok inti dari seluruh Alkitab. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk mempelajari dan menikmatinya. Istilah Kerajaan Allah dalam Bahasa Jepang adalah Kami-no-Kuni (神の国) yang dikaitkan dengan Sorga.

Makna Kerajaan Allah ada bermacam-macam sehingga banyak yang tidak mengerti. Seorang ahli teologia dari Jerman mengatakan Kerajaan Allah adalah hubungan spiritual dengan Allah. Ahli teologia lain mengatakan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan saat Yesus datang ke dunia. Ahli teologia lain mengatakan ketika dunia telah berakhir. Agustinus mengatakan Kerajaan Allah adalah Gereja. Makna lain yang disebutkan ahli teologia lain adalah teladan masyarakat yang ideal. Dari semua makna di atas tidak ada yang sepenuhnya menjelaskan makna Kerajaan Allah di dalam Alkitab.

Di dalam Alkitab istilah Kerajaan Allah mengacu kepada 3 kata yang sama, yaitu : Kerajaan Allah (disebut 35 kali), Kerajaan Sorga (disebut 32 kali) dan Sorga (disebut 35 kali).

Kerajaan dalam Bahasa Yunani disebut basillea (βασιλεύς) dan dalam Bahasa Ibrani malkhut (מלכות), sedangkan dalam Bahasa Inggris kingship yang artinya kekuasaan raja, kepemerintahan raja, kedaulatan dan otoritas raja. Jadi Kerajaan Allah adalah Kekuasaan Allah yang dinyatakan dalam Perjanjian lama dan melalui Kedatangan Mesias yang pertama dan kedua kali.

Pada saat Yesus mengusir setan, pada saat itu jugalah Kerajaan Allah sudah dinyatakan.

Ada dua sifat (kenyataan) dari Kerajaan Allah, yaitu :

  1. Kerajaan Allah yang bersifat sekarang (Matius 10:7, Luk.16:16)
    Kerajaan Allah diartikan ketika terjadi penyembuhan, pengusiran setan, pengampunan dosa, dan memimpin umatNya. Hal ini bersifat rohani yaitu keyakinan akan hidup kekal, sukacita, damai sejahtera, pembenaran (Roma 14:17, 4:25-5:1).
  2. Kerajaan Allah yang bersifat akan datang (Luk. 13:28-29, Mark. 14:25, 2Tes. 1:5)
    Kerajaan Allah ini diartikan ketika Mesias datang kedua kali.

Pada Perjanjian Lama Kerajaan Allah dinyatakan melalui bangsa Israel tetapi pada Perjanjian Baru Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan kepada semua bangsa, semua orang bahkan kepada pemungut cukai dan pelacur. Mendengar hal ini orang Farisi marah dan Yesus menjawab kemarahan mereka dengan 3 perumpamaan, yaitu perumpamaan domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang.

Kemudian setelah mengerti arti Kerajaan Allah, bagaimana kita hidup dalam Kerajaan Allah? Dengan mengaku dosa (Markus 1:15, Mat. 3:2), mencari Kerajaan Allah dengan berdoa, bersukacita dan mengucap syukur (Luk. 12:31-32), dan hidup dalam Kerajaan Allah (1Tes. 5:16-18).