Pengkhotbah

Perikop
1 Korintus 3:9-17

Ringkasan Khotbah

Alkitab adalah buku petunjuk yang diberikan Allah untuk umat manusia. Sama seperti di dalam buku petunjuk tertulis mekanisme dan fungsi-fungsi alat, di dalam Alkitab tertulis dokumen-dokumen objektif tentang hal-hal ini. Alkitab menjelaskan bahwa Alkitab sendiri adalah buku petunjuk (2 Timotius 3:16,17). Di dalam buku petunjuk digunakan kata-kata yang mempunyai keharmonisan. Begitu pula dengan Alkitab, isinya saling menjelaskan satu sama lain dengan keharmonisan.

Waktu di sekolah saya belajar teori evolusi. Ketika di universitas, saya mulai mengerti bahwa teori evolusi berdasarkan hipotesa negatif yang tidak bisa dibuktikan yaitu bahwa “Allah tidak ada”. Hipotesa yang dapat diuji yaitu bahwa adanya Allah Pencipta. Saya mencari siapa yang menciptakan alam semesta ini dan saya bertemu dengan Alkitab, dimana di dalamnya di kalimat pertama tertulis “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Juga, Allah menciptakan manusia.

Di dalam proses penciptaan, ada persiapan-persiapan dan tahapan-tahapan. Bagi manusia disediakan proses penciptaan selama enam hari. Di dalam proses penciptaan ada keharmonisan dan keteraturan. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia yang diciptakan Allah sudah diperlengkapi untuk tujuan-tujuan baik (2 Timotius 3:17).

Alkitab menyatakan banyak hal tentang ilmu pengetahuan: jumlah bintang, gen, hukum termodinamika, rotasi dan revolusi bumi, dan tempat-tempat di dasar laut yang mengeluarkan uap. Pada abad ke-19 banyak orang yang menganggap hal-hal yang ditulis dalam Alkitab sebagai mitos tetapi pada abad ke-20 dan sekarang orang-orang mulai mengerti bahwa hal-hal yang ditulis di Alkitab adalah benar adanya. Contohnya jumlah bintang yang dianggap dapat terhitung pada jaman Ptolemaeus, Brahe ataupun Keppler, yang akhirnya pada saat Galileo menemukan teropong bintang barulah diketahui bahwa jumlah bintang tak terhitung. Hal ini sudah tertulis di Alkitab (Yeremia 33:22).

Seperti halnya buku petunjuk, untuk dapat mengerti Alkitab kita pun harus baca berkali-kali dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Satu lagi bukti objektif tentang Alkitab sebagai buku petunjuk, yaitu hubungannya dengan sejarah. Dunia sekarang semakin lama semakin kacau, manusia semakin dingin dan kehilangan kasih, sesuai dengan yang tertulis di Alkitab. Ini berbeda dengan yang dikatakan oleh teori evolusi bahwa semakin maju manusia maka dunia akan semakin baik. Selain itu bukti-bukti arkeologi tentang alkitab juga membuktikan bahwa yang tertulis di dalamnya adalah benar adanya.

Alkitab menyatakan bahwa manusia diberikan kekekalan (Pengkhotbah 3:11), tetapi sejak kejatuhan Adam, manusia harus lahir sebagai orang berdosa. Kalau dosa tidak diselesaikan, kita tidak bisa bersekutu dengan Allah. Dua ribu tahun lalu Yesus lahir ke dunia untuk penebusan dosa kita. Bagi orang yang percaya, akan diberikan Roh Kudus dan kedamaian. Tetapi, orang yang tidak percaya menjadi sama seperti barang-barang yang sudah tidak bisa digunakan, yang akan dibuang, dibakar, atau ditimbun dalam tanah, orang-orang yang tidak percaya akan masuk neraka dalam lautan api. (Yohanes 3:36). Alkitab menjelaskan bahwa bagi orang percaya  disediakan tempat untuk hidup dalam kekekalan yaitu Yerusalem baru (Wahyu 21). Tuhan Yesus naik ke surga menyiapkan tempat bagi kita semua orang-orang yang percaya.

Dan seperti juga halnya buku petunjuk, kita tidak boleh menambahkan atau mengurangi hal-hal yang tertulis di dalam Alkitab.

Marilah kita mempelajari buku pentunjuk dari Allah yaitu Alkitab ini dengan baik agar dapat membagikan juga kepada orang-orang lain.