Pengkhotbah

Perikop
2 Timotius 1:6-14

Ringkasan Khotbah

Injil merupakan kabar dari Allah, jaminan kekal kekuatan bagi kita. Perkembangan ke-Kristenan bukan suatu hal yang mudah; berita Injil selalu saja mendapat penolakan keras dari pihak orang-orang yang tidak senang. Tidak semua orang Kristen siap mati bagi Injil.

Paulus menulis suratnya yang kedua kepada Timotius, pelayan yang setia dan tulus melakukan panggilannya dalam aksi-aksi pekabaran Injil, pembentukan Jemaat, ketika ia tengah menderita didalam penjara saat kesiapannya menghadapi hukuman mati pada pemerintahan Nero. Di tengah-tengah situasi yang krisis ini, Paulus menguatkan Timotius untuk tetap semangat.

Dalam 2 Timotius 1:6-8, Paulus menasihatkan, ”Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku  atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah”. Ayat ini merupakan motivasi Paulus terhadap Timotius yang saat itu masih muda dan kurang percaya diri, agar Timotius mengobarkan karunia Allah yang ada padanya dan kepercayaan yang sudah Paulus berikan. Beberapa kali Paulus menasihati Timotius supaya tidak malu dalam memberitakan Injil. Kelemahan yang ada dalam diri Timotius dan bagaimana Tuhan telah memakai dia, menjelaskan bahwa kuasa Tuhan sanggup mengatasi kelemahan-kelemahan kita. Memasuki tahun 2019, mari kita mengobarkan kembali gairah untuk tetap setia berjalan dalam Misi Allah. Jangan menyerah pada kelemahan, lakukan apa yang dapat kita lakukan bagi Tuhan dan Ia yang akan melakukan bagianNya serta memampukan kita mengatasi kelemahan tersebut.

Dalam Yohanes 16:1-4, Tuhan Yesus mengingatkan para murid supaya jangan kecewa dan menolak Dia. Dalam komunitas yang ada, kita yang dikucilkan karena menjadi pengikut Kristus, akankah kita malu untuk menceritakan tentang Yesus kepada orang lain? Melalui iman di dalam Kristus, dengan kuasa Roh yang berdiam dalam hati, mari kita kembangkan kebiasaan untuk taat pada Firman Allah sehingga dalam setiap situasi kehidupan kita akan tetap memegang ajaran yang benar dan sehat.

Tantangan hidup maupun kesukaran terkadang dapat membuat kita jauh dan terhilang dari Tuhan, sebab itu marilah kita memandang kehidupan ini dengan mata rohani dan tetap setia terus berjalan denganNya, percayalah sepenuhnya pada pemeliharaanNya.