Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 15:18-27

Ringkasan Khotbah

Ada 2 alasan mengapa orang Yahudi membenci Yesus tanpa alasan, pertama orang Yahudi tidak mengenal Bapa maupun Yesus (Yohanes 15:21 dan Yohanes 16:3) walaupun mereka taat menjalankan Taurat. Maka keberagamaan bukanlah jaminan pengenalan tentang Allah. Seorang penafsir mengatakan bahwa kebutaan dan ketidaktahuan tentang Allah menyebabkan dunia memusuhi Kristus yang diutus oleh Allah. Buta jasmani biasanya tidak membahayakan orang lain dan hanya sedih sendiri tetapi buta rohani menyebabkan orang tidak mengerti maksud Tuhan dan bahkan bisa membahayakan orang lain. Alasan kedua yaitu orang yang hidup dalam Tuhan biasanya tidak disenangi dunia. Yesus mengatakan bahwa Dia dikasihi Bapa (Yohanes 15:9) dan menuruti kehedak Bapa sampai harus mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib. Penderitaan Yesus telah dimulai bahkan sebelum Ia ditangkap, disiksa dan disalibkan, yaitu ketika Ia ditolak oleh orang Yahudi (Yohanes 1:11).

Kebencian orang Yahudi bahkan tanpa kenal kompromi dan membungkam kebenaran, hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh berikut, mereka menyebut Yesus sebagai pelalap dan peminum (Lukas 7:24), penghulu setan/Beelzebul (Matius 12:24), orang Samaria yang merupakan kiasan dari orang rendahan (Yohanes 8:48), dan bahkan kerasukan setan (Yohanes 4:48). Mari kita belajar dari orang Yahudi bila masih ada kebencian terhadap sesama maka jangan dipendam dan haruslah segera diselesaikan.

Sikap kita sebagai pengikut Yesus harusnya siap untuk dibenci sebagaimana Yesus telah lebih dahulu dibenci dunia (Yohanes 15:18). Untuk mengikuti Tuhan Yesus kita tidak bisa kompromi dengan dunia walalu harus dibenci demi menyatakan kebenaran. Lalu kita juga perlu bersaksi meski tidak mudah karena ketika kita bersaksi malah semakin dibenci. Namun gereja atau orang Kristen tanpa kesaksian/misi bukanlah gereja atau murid sejati. Misi bukanlah tugas namun panggilan orang Kristen. Patrick Johnstone dari badan MISI WEC mengatakan kitab suci, teologia, gereja, bahkan orang Kristen tidak bisa ada tanpa misi.

Bagaimana caranya supaya kita bisa melakukan kedua hal di atas ? Pertama, Roh Kudus sendirilah yang akan menyatakan kesaksian tentang Yesus (Yohanes 15:26) sehingga kita dapat melakukan misi bukan oleh kemampuan ataupun kepandaian sendiri melainkan adalah buah pekerjaan Roh Kudus. Kedua, sebagai murid harus siap untuk menghadapi penderitaan (Yohanes 16:1) sebagaimana telah diperingatkan Tuhan Yesus dan ketiga, harus belajar hidup dalam kasih (Yohanes 15:17) karena bagaimana dunia bisa tertarik dengan gereja tanpa kasih atau bahkan bila terdapat percekcokan dan kebencian dalam gereja itu sendiri.

Dunia boleh membenci kita tanpa alasan tapi mari kita ingat kematian Yesus di atas kayu salib yang menjadi karya pendamaian kita dengan Allah sehingga kita boleh dilayakkan menjadi anak-anak Allah. Maka mari kita bergereja atau melayani bukan berfokus kepada kesenangan dan kepuasan diri sendiri melainkan demi kemuliaan Allah.