Pengkhotbah

Perikop
Mazmur 119:97-104

Ringkasan Khotbah

Mazmur 119 merupakan Mazmur terpanjang dan mempunyai konsep paling formal serta rumit, tapi Mazmur yang sangat penting karena berbicara mengenai “menyimpan firman Tuhan dalam hati”. Bagaimana supaya kita dapat menyimpan firman Tuhan dalam hati? Cinta atau kasih menjadi penggerak bagi kita untuk lebih memberi perhatian. Perhatian membuat kita belajar lebih memahami sesuatu. Inilah yang membuat pemazmur berkata:”Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari (Mazmur 119:97)”. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Kristus, maka kita akan mengasihi Alkitab yang di dalamnya Kristus mengajar kita. Kita mungkin sadar kalau kita manusia terbatas, tapi seberapa jauh kita bersandar pada Allah yang tidak terbatas?

Apa artinya merenungkan firman Allah siang dan malam? Apakah ini berarti kita tidak perlu bekerja, merenungkan firman Tuhan saja setiap hari? Ini berbicara mengenai prioritas. Bagi anak-anak Tuhan, firman Tuhan “seharusnya” menjadi yang paling dahulu direnungkan. Kemudian firman Tuhan itulah yang menjadi penggerak bagi anak-anak Tuhan dalam menjalankan semua tugas dan tanggung jawab setiap hari. Pemazmur berkata: “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (ay. 105). Firman Allah telah membuat pemazmur lebih bijaksana daripada musuh-musuhnya (ay. 98), lebih berakal budi dari pada semua pengajarnya (ay. 99), dan lebih mempunyai pengertian daripada orang-orang tua (ay. 100). Pemazmur bukan bermaksud sombong, tapi memang nyata bahwa Allah memberikan hikmat kepada pemazmur melalui firmanNya. Dari segi pengalaman, orang-orang tua tentu lebih berpengalaman daripada pemazmur. Namun, dalam konteks ini, karena pemazmur mencintai firman Allah, pemazmur lebih mengenal Allah, lebih mengenal hal-hal rohani, lebih mengerti nilai-nilai kekekalan dibandingkan orang-orang tua di dunia. Mengapa bisa demikian? Karena di dalam firman Allah, Allah menyatakan siapa diriNya, untuk apa kita diciptakan, apa tujuan hidup yang seharusnya kita tetapkan, apa arti hidup kekal yang Tuhan Yesus berikan, apa sebenarnya di dunia ini yang membuat kita paling bersukacita, dan hal apakah dalam diri kita yang kalau Allah di sorga melihatnya, Dia berkenan.

Secara praktis dan sederhana, membaca dan merenungkan firman Tuhan bisa dikerjakan melalui Saat Teduh setiap pagi. Mereka yang menyimpan firman Tuhan akan mempunyai keunggulan-keunggulan seperti berikut: ①Hukum Tuhan membuat kita lebih berhikmat (ay. 98);②Hukum Tuhan menjadi dasar bagi kita untuk menemukan tujuan hidup yang jelas dan terarah, memakai ilmu dengan tepat, dan mengerti pengalaman hidup dengan benar (ay. 99-100);③Allah menuntun kita pada jalan yang benar, membimbing kita, menahan kita dari perbuatan jahat (ay. 101-102). Setelah kita mendengar dan merenungkan firman Tuhan, apa langkah selanjutnya? Kita tidak boleh tidak melakukan firman Tuhan. Orang Kristen yang sungguh-sungguh, tidak bisa tidak digerakkan oleh Roh Kudus untuk menghidupi firman Tuhan. Kalau kita tidak menghidupi firman Tuhan tapi mengaku sebagai orang Krsiten, kita akan menjadi farisi-farisi masa kini. Sialah-sialah apabila kita tahu kebenaran bahkan mengajarkannya kepada orang lain, tapi tidak pernah melakukannya. Apa artinya menjadi pengajar tapi tidak sungguh-sungguh melakukan apa yang diajarkan? Apa artinya rajin beribadah, rajin ikut persekutuan doa, rajin ikut PA, bahkan hebat dalam berapologetika (membela iman Kristen), tapi tidak menjalankan firman Tuhan? Merenungkan firman Tuhan setiap hari bertujuan untuk memeriksa perilaku kita setiap hari sampai pada akhirnya terwujud dalam perbuatan yang benar. Ini bukan proses yang instan, tapi berlangsung seumur hidup kita. Mazmur 19:8-12 menjelaskan beberapa sifat dasar hukum Tuhan: ①Hukum Tuhan itu sempurna (19:8); ②Peraturan Tuhan itu benar (19:9) dan tajam, bahkan lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4:12); ③Perintah Tuhan itu murni (19:9); ④Penghakiman Tuhan benar dan adil (19:10); ⑤Mencintai hukum Tuhan menyediakan peringatan bagi kita terhadap hari yang penuh bahaya (19:12). Bagaimana kita menanggapi hukum-hukum Tuhan? Kita bisa belajar dari teladan pemazmur yang menyimpan hukum Allah di dalam hatinya (Mazmur 1:1-3). Pertama, pemazmur menaikkan doa kepada Tuhan: “Janganlah biarkan aku menyimpang dari perintahMu” (119:10b). Kita sangat membutuhkan belas kasihan dan anugerah Tuhan untuk menolong kita menghidupi firmanNya. Mereka yang tidak pernah memohon anugerah dan belas kasihan Tuhan dalam doa-doanya, mustahil menghidupi firman Tuhan. Kedua, kita perlu membangun usaha dan tekad yang kuat seperti pemazmur yang berkata: “FirmanMu tidak akan kulupakan” (119:16). Ada perjuangan dari pemazmur untuk sungguh-sungguh menyimpan firman Tuhan dalam hatinya.

Marilah kita dengan hati yang tulus dan murni, memohon anugerah dan belas kasihan Tuhan untuk membimbing kita dalam firmanNya dan berjuang mengerjakan kehendakNya dalam hidup kita. Soli Deo Gloria.