Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 4:1-11

Ringkasan Khotbah

Alkitab memuat gambaran keadaan Tuhan dan penyembahan jemaat pada Wahyu 4, 5, 21 dan 22. Wahyu 4 dan 5 merupakan gambaran keadaan Tuhan yang dilihat oleh Yohanes. Demikian gambaran Yohanes tersebut:

Terdapat suatu tahta penuh kemuliaan dan Allah Bapa duduk pada tahta itu (Wahyu 4:2-3). Di sekeliling tahta tersebut terdapat 24 tahta yang diduduki 24 tua-tua (Wahyu 4:4). 24 tua-tua ini merupakan lambang perwakilan seluruh umat Allah atas seluruh bangsa.

Di hadapan tahta, terdapat tujuh Roh Allah. Tujuh Roh Allah di sini bukan berarti tujuh buah Roh, tetapi Roh Allah digambarkan dengan tujuh buah obor yang menyala (Wahyu4:5). Roh Allah yang dimaksud di sini adalah Roh Kudus. Seperti yang pernah disampaikan oleh Yesus, Roh kudus datang menerangi dan membimbing kita ke dalam kebenaran. Roh kudus itu menerangi kebenaran, karena itulah Roh kudus di sini dilambangkan dengan obor yang menyala-nyala.

Di tengah-tengah tahta terdapat empat makhluk (Wahyu 4:6). Angka empat dalam Perjanjian Lama merupakan lambang seluruh arah dunia (4 arah mata angin: Timur, Barat, Utara, Selatan). Empat makhluk di sini adalah lambang malaikat-malaikat Tuhan yang membimbing seluruh umat di muka bumi ini(baik di Utara, Selatan, Timur, Barat). Malaikat-malaikat itu menyembah Tuhan.

Di tengah 24 tua-tua dan 4 makhluk terdapat anak domba yang telah disembelih (Wahyu 5:6). Dari seluruh umat Tuhan dan seluruh malaikat, terdapat anak domba di tengah-tengah. Semua umat Tuhan dan malaikat-malaikat itu bersujud menyembah Tuhan. Tidak ada satu pun manusia yang layak memuji Allah, karena itulah butuh anak domba yang disembelih.

Demikianlah gambaran penyembahan Allah Tritunggal.
Menyembah Tuhan adalah menyembah Allah Tritunggal. Kita tidak boleh hanya menyembah Bapa, atau Roh Kudus atau Yesus saja, melainkan menyembah Allah yang Tritunggal (tiga di dalam satu) yaitu menyembah dengan Roh Kudus dan kebenaran. Jika kita menyembah Tuhan dengan Roh Kudus dan kebenaran, Tuhan Yesus (Firman-Nya) berbicara dan hati kita akan berkobar-kobar.

Seperti Rasul Paulus katakan, mari melayani Tuhan dengan hati yang berkobar-kobar dan menyala-nyala, karena di situlah ada kekuatan baru. Allah menggerakkan hati kita, kehendak kita untuk mematuhi-Nya, melaksanakan ketetapan-Nya, dan memberikan kekuatan baru untuk melayani Tuhan (Yehezkiel 36:25-27).

(SE/02/09)