Pengkhotbah

Perikop
Filipi 2:12-18

Ringkasan Khotbah

Kita orang yang telah diselamatkan, orang yang telah dibenarkan, apakah kita yakin dosa-dosa kita sudah diampuni?

Status kita sebagai orang yang telah dibenarkan, janganlah memberi makan akan keinginan dosa kita, keinginan daging setiap hari, karena sifat buruk keinginan daging kita akan semakin besar pengaruh dan kapasitasnya dalam hidup kita. Kebanyakan orang percaya memiliki kecenderungan untuk memanfaatkan keselamatan yang telah diterima untuk berbuat dosa karena bagi kita dosa telah ditebus dan ditanggung oleh Kristus. Janganlah kita disesatkan oleh pikiran seperti ini. Ingat, bahwa upah dosa ialah maut, perbuatan baik tidak akan mampu menyelesaikan, hanya melalui Darah Kristus. Jika kita tidak berubah, untuk apa pengorbanan Kristus di kayu Salib? Pergunakan dengan baik keselamatan yang diterima, ikut jalur Tuhan bukan jalur dosa.

Kitab Galatia menjelaskan kita butuh kekuatan dari Tuhan agar terlepas dari ikatan kedagingan, mintalah kepada Roh Kudus untuk memampukan kita melawan keinginan-keinginan buruk tersebut.

Efesus 3:20 menyatakan “Allah yang berinisiatif”, Allah selalu memiliki inisiatif untuk membawa seseorang datang kepada diriNya melalui Yesus.

Lakukanlah sesuatu untuk pekerjaanNya dan jangan dikalahkan oleh serba-serbi kesulitan dalam melayaniNya, yaitu penderitaan, tekanan antara sesama dan kelelahan. Tuhan pasti memampukan kita untuk menanggungnya. Karena jerih payah kita adalah semata-mata sebagai ungkapan syukur atas anugerahNya yang begitu besar bagi kehidupan kita. Dan semuanya itu memberikan kebahagiaan yang hakiki, kita diberkati dan terus akan merasakan cinta kasih Tuhan. Rajinlah untuk melakukan perbuatan baik.

Ay 14. Semangat orang-orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan yang tepat menuntut sikap yang benar. Gonggumus: bersungut-sungut, kejengkelan, pernyataan tidak puas (Yoh 6:41, 7:12). Dialogismus: menunnjuk kepada perdebatan yang terjadi di pengadilan, mencerminkan keadaan latar belakang orang Israel di padang gurun. Ketika menghadapi permasalahan, apakah kita berhenti bersaksi mengerjakan keselamatan untuk orang lain? Bukankah kita rindu juga menjadi orang Kristen yang membawa dampak positif bagi lingkungan dimana kita berada. Sebagai bintang-bintang di dunia, pengikut Kristus memiliki hak istimewa untuk menerangi tempat-tempat yang gelap. Hanya dengan sikap hati yang bersyukur, kita bisa melalui setiap hari dengan kemenangan. Mari kita menjadikan hari yang indah dan memandang setiap tugas yang harus kita kerjakan sebagai Ibadah yang indah di mata Tuhan. 

Tetaplah kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar ayat 12. Allah yang mengerjakan, bukan kita. Biarlah kehidupan kita dapat menjadi kesaksian bagi orang lain melalui perbuatan kita.