Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 11:8-16

Ringkasan Khotbah

Ayah saya ketika hendak bunuh diri, beliau memilih gereja sebagai tempat bunuh diri. Setelah datang ke gereja, beliau menjelaskan segala kesulitan-kesulitan hidup yang menyebabkannya hendak bunuh diri. Kemudian pendeta di gereja menjelaskan bahwa akar penyebab segala kesulitan manusia adalah dosa. Setelah mendengarkan penjelasan tentang keselamatan yang hanya dari Yesus, akhirnya beliau menerima keselamatan, kelegaan dari dosa. Akhirnya ayah saya meninggal dan telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kami anak-anaknya 8 bersaudara, 4 orang menjadi hamba Tuhan dan yang lain hidup sebagai orang Kristen.

Tema khotbah hari ini adalah “dimanakah kampung halaman kita?”. Kita memerlukan “rumah” dimana kita bisa merasakan kedamaian, kenyamanan. Abraham selama hidupnya selalu hidup ditenda, berpindah-pindah dan mengharapkan janji Tuhan. Abraham dilahirkan di Ur, tempat dimana rakyatnya menyembah allah-allah lain. Dalam Ibrani 11:8, dengan “IMAN” Abraham keluar dari rumah ayahnya di Haran ketempat yang baru, tetapi dia sendiri belum tahu dimanakah kemana ia harus pergi atau lokasi tanah perjanjian itu. Kita sebagai orang Asia sangat mengasihi dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarga kita. Abraham diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan keluarganya. Kitapun terkadang diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan tempat sekarang, teman-teman, keluarga, pekerjaan, dll (yang mungkin kita sudah merasa nyaman). Tetapi satu hal yang Abraham tahu (percaya) adalah Allah tidak pernah mengingkari janjinya.

Dalam Ibrani 11:9, dicatat Abraham tinggal dalam tenda terus menurus. Karena Abraham sangat kaya, Abraham bisa saja membuat rumah yang kokoh, bagus, tetapi dia memilih tenda. Abraham percaya bahwa ada Tuhan yang menyiapkan, membuatkan rumah yang bagus di Surga. Abraham juga percaya bahwa Tuhan akan menyediakan segala keperluannya. Kita saat ini hidup di zaman modern, ada zona nyaman, barang, fasilitas yang kita sukai. Tetapi di Sorga ada kota, barang, suasana yang jauh lebih bagus daripada yang ada di dunia ini. Paulus menuliskan surat kepada jemaat Filipi bahwa warga negara kita sebagai orang-orang percaya adalah Surga. Orang Filipi diperintah oleh Roma dan diberikan warga negara Roma. Orang-orang Filipi sangat membanggakan kewarganegaraannya sebagai orang Roma. Tetapi Paulus menegaskan bahwa yang paling penting adalah warga negara Sorga, hiduplah sebagai warga negara Sorga. Kita hidup setiap hari sebagai anak-anakNya yang selalu siap menyambut kedatangan Yesus Tuhan kita.