Pengkhotbah

Perikop
Roma 12:13-14

Ringkasan Khotbah

Kita hidup sebagai orang Kristen dalam dunia yang penuh
berbagai jenis manusia di mana Tuhan izinkan kita hidup, kita juga membagikan
sikap hidup kita di dalam dunia ini. Roma 12:13: ”Bantulah dalam kekurangan
orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!”.
Kalau kita mendengar orang kudus, biasanya kita berpikir orang hebat, suci,
yang tahan terhadap segala macam cobaan, yang tidak bisa berdosa, dan tingkat
kerohaniannya tinggi. Tetapi yang dimaksud oleh Rasul Paulus ketika menulis
ayat ini bukan orang yang seperti itu. Orang yang berdosa dan orang yang
dulunya jahat pun bisa dikategorikan orang kudus, asalkan sudah dikuduskan oleh
Allah. Roma 1:5-7: orang kudus adalah orang-orang berdosa yang telah dikuduskan
oleh Allah. Orang yang sudah percaya dan taat kepada Tuhan Yesus, yaitu orang
Kristen tercakup dalam kategori orang kudus. Roma 12:13 menasehatkan kita untuk
membantu orang-orang Kristen di dalam kekurangan mereka (Terjemahan
sehari-hari: “Tolonglah mencukupi kebutuhan orang-orang Kristen yang lain”).

Bagaimanakah caranya membantu orang Kristen?
Koinonia/persekutuan/felosif artinya membagi/sharing. Kita membantu dengan
membagi dan memberikan apa yang kita miliki, yang ada pada kita, yang orang
Kristen lain butuhkan. Roma 12:12 dapat menjadi pegangan bagi kita untuk
melangkah ke tindakan di Roma 12:13, jadi janganlah kita beranggapan bahwa kita
masih memerlukan bantuan sehingga tidak dapat membantu. Bentuk penerapan
sederhana dari firman Tuhan ini dapat kita lakukan seperti dengan ambil bagian
dalam persembahan umum, pembangunan (gedung gereja kita), misi (dukungan doa
dan dana bagi para misionaris di ladang misi sangat dibutuhkan), dan diakonia
(dana untuk membantu orang-orang yang mengalami musibah/bencana atau menderita
sakit). Melalui ini kita dapat menjadi saluran berkat.

Dalam bagian akhir Roma 12:13 ada nasehat untuk
memberikan tumpangan. Saat itu orang Kristen sedang mengalami penganiayaan
sehingga sulit mendapatkan tumpangan karena takut ketahuan oleh pemerintah.
Karena itu Paulus memberi nasehat memberi tumpangan karena itulah yang paling
dibutuhkan orang Kristen saat itu ketika melakukan perjalanan jauh. Kita perlu
bijaksana dan hati-hati karena cukup banyak orang yang memanfaatkan perintah
firman Tuhan ini dan menyalahgunakannya dengan menipu orang yang punya rumah.
Karena itu kita harus hati-hati dan membawa orang itu dekat kepada Tuhan,
mengajak berdoa dan merenungkan firman Tuhan.

Roma 12:14: Tuhan adakalanya mengizinkan orang Kristen
mengalami penganiayaan/perlakuan kejam tetapi kita dinasehati untuk memberkati
orang yang menganiaya kita (terjemahan sehari-hari: mintalah kepada Allah
supaya Ia memberkati orang-orang yang kejam terhadapmu). Penganiayaan bisa
berasal dari orang yang tidak percaya Kristus ataupun juga sesama orang
Kristen. Janganlah kita mengutuk orang yang menganiaya kita, walaupun
pergumulan berat tetapi ini kesempatan kita untuk memberkati dan mendoakan
mereka dengan menyampaikan kepada Tuhan agar mereka dalam perlindungan dan
kasih Tuhan. Kita perlu meneladani Tuhan Yesus yang walaupun diperlakukan tidak
adil, dianiaya dan bahkan dipaku di kayu salib, masih berdoa “ampunilah
mereka”.

(RS/06/09)