Pengkhotbah

Perikop
1 Korintus 3:1-9

Ringkasan Khotbah

Tuhan menciptakan kita dengan begitu indah. Setiap orang sudah ditentukan untuk memiliki bagiannya masing-masing. Apabila kita menyadari akan talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita maka kita akan menjadi lebih fokus untuk mengasah dan mampu memberikan konstribusi bagi lingkungan dimana kita berada.

Dengan tegas Paulus menegur Jemaat di Korintus yang keadaannya sangat memprihatinkan, seringkali terjadi perselisihan, perdebatan, iri hati bahkan pergaulan bebas.

Setiap kita pasti ada masalah. Akhir ini kita sering melihat permusuhan pribadi dengan pribadi, keluarga dengan keluarga, suku dengan suku, ini disebabkan oleh keangkuhan, merasa lebih unggul dari yang lain, dan sulit menerima keberhasilan orang lain. Hal ini sangat menonjol sekali terutama dalam kehidupan berjemaat dalam Gereja karena status, taraf pendidikan yang berbeda, pekerjaan.

Kita selalu mengaku kawan sekerja Allah, kita selalu berkata mengasihi Yesus dan mengasihi sesama namun yang terjadi kita tidak sungguh-sungguh dihadapan Tuhan, tidak membaca Firman Tuhan, kita sering menilai orang lain secara negatif.

Kondisi Jemaat Korintus (ayat 4-7). Terlalu sombong: Terjadi penggolongan dengan membuat kelompok serta membanding-bandingkan hamba Tuhan, menyukai karunia hamba Tuhan yang satu dan meremehkan karunia hamba Tuhan yang lain. Paulus berkata, aku memberitakan Firman dengan kekuatan dari Allah. Paulus menggambarkan Gereja sebagai ladang dan orang-orang yang bekerja diladang dikiaskan sebagai penanam dan penyiram. Sebagai misionaris, Paulus menanam, Apolos seorang filsawan yang fasih berpidato menyiram. Keduanya sama penting. Tuhan memakai orang-orang yang dipanggilNya dengan pelayanan yang berbeda. Tuhanlah yang memberi pertumbuhan.  Semua hambaNya adalah rekan sekerja Allah tidak boleh saling menjatuhkan, jangan andalkan kepintaran dan jangan main-main dengan Firman Tuhan dan persekutuanNya.

Sebagai rekan sekerja Allah: ① Cara hidup memiliki cara pandang Allah, tidak dikuasai oleh kedagingan  (jauhkan bentuk dosa, kebencian, iri hati, sakit hati); ② Setiap rekan mempunyai ketrampilan sendiri dan bertanggung jawab mengembangkan apa yang Tuhan percayakan kepadanya bukan menilai pekerjaan rekan yang lain; ③ Ayat 8-9, memprioritaskan tugas masing-masing menjadi saksi, terang, pembawa damai, mau bekerja bersama-sama Allah didalam menyatakan kehendak dan rencana Allah bukan rencana dan keinginan mereka sendiri.

Melakukan tugas sebagai rekan sekerja Allah tidaklah mudah. Paulus mengatakan bersaksi bukan karena pengetahuan melainkan karena kekuatan dari Roh Kudus. Pertumbuhan orang Kristen merupakan pekerjaan Roh Kudus, Ia yang memberikan arah dan bentuknya. Dimanapun kita berada jadilah berkat dan mintalah Roh Kudus membimbing kita. Semakin kita merenungkan Firman Tuhan semakin kita mendapatkan jawaban, biarlah karya Allah dinyatakan dalam kehidupan kita masing-masing.