Pengkhotbah

Perikop
Matius 18:1-5

Ringkasan Khotbah

Berbicara tentang orientasi hidup, manusia selalu memperhitungkan ‘untung’ baik dari manusia maupun dari Allah. Tapi Tuhan Yesus mengajar hal yang unik yaitu harus memberi bukan hanya menerima balasan saja. Karena hal yang paling menguntungkan dari semuanya adalah anugerah keselamatan.

Ada beberapa persoalan di antara para murid :

1. Mereka butuh pengakuan (ayat 1). Mereka ada ambisi dan keinginan untuk menonjolkan diri.Dalam teks paralel Markus 9:33-34 ditulis murid bertengkar masalah keutamaan. Hidup manusia sering terobsesi menjadi orang yang terutama dan dihormati. Di tengah-tengah persekutuan dan pelayanan mereka, mereka bertengkar hanya untuk mendapatkan pengakuan. Di sinilah bukti yang perlu kita renungkan bahwa manusia sering sekali butuh “pengakuan” dari orang lain. Pengakuan sebagai yang utama, sebagai yang lebih dari orang lain. Naluri untuk menguasai sudah ada sejak lahir dan sekarang tercemar oleh dosa. Oleh sebab itu kita harus mau dikuasai oleh Roh Kudus supaya dapat menguasai ‘jiwa penakluk’ ini.

Penerapan: Bagi orang percaya, ia tidak perlu menuntut untuk menjadi orang yang dihormati. Tetapi ia harus berjuang untuk menjadi yang terutama di mata Tuhan.

Para murid bertengkar ketika Yesus tidak ada. Tetapi Yesus adalah Allah dan bisa langsung menyelesaikan masalah. Dalam hidup bergereja, jemaat harus saling menjaga persekutuan (Kolose 3:9).

2. Mereka Munafik. Murid bertengkar di jalan saat Yesus tidak ada di antara mereka.Tapi Yesus tahu dan langsung bertanya kepada murid apa yang mereka pertengkarkan di jalan (Markus 9:33). Tuhan Yesus adalah manusia 100% dan Tuhan 100%. Ini adalah salah satu buktinya. Para murid merasa aman bertengkar di tempat Tuhan tidak ada. Tetapi mereka lupa bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang Mahatahu.

Tuhan mengetahui isi hati kita (Lukas 12:2-3).

Penerapan: Mari kita selalu berusaha hidup menyenangkan Tuhan. Ia tidak terbatas untuk melihat perilaku setiap umat-Nya.

3. Mereka dikuasai sifat kecemburuan (Matius 19:27). Para murid sebelumnya punya pekerjaan dan penghasilan dan sebelumnya mereka melihat Yesus dimuliakan di atas gunung (Matius 17). Mereka sama seperti orang Yahudi yang menganggap Yesus datang untuk mendirikan kerajaan sehingga mereka ingin mendapat posisi yang penting. Melihat hal ini maka Yesus meluruskan pandangan mereka untuk:

a. Bertobat (ayat 3)

Bertobat disini adalah memperbaiki cara pandang dan harapan mereka tentang Kerajaan Tuhan yang salah tetapi supaya mempermuliakan Tuhan dalam hidup kita. Yesus menempatkan anak kecil di tengah mereka supaya mereka cepat berubah.

b. Merendahkan diri (ayat 4)

Tuhan Yesus tidak suka sifat yang sombong dan suka mencemooh orang lain. Yesus menunjukkan anak-anak supaya para murid belajar seperti anak-anak yang rendah diri dan tidak punya ambisi tetapi bukan berarti supaya bersifat kekanak-kanakan.

Penerapan: Kita satu gereja adalah satu tubuh jadi jangan saling cemooh karena kita dipanggil bukan untuk saling berkompetisi tetapi berlomba-lomba untuk memuliakan Tuhan.

Kerinduan kita adalah untuk menyenangkan Tuhan, bukan untuk menyenangkan diri sendiri, supaya kita menjadi murid sejati dengan tujuan yang searah dengan tujuan Tuhan.