Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 5:11-14

Ringkasan Khotbah

Setiap suku dan bangsa mempunyai suatu tradisi untuk
memperingati hari menjadi orang dewasa dengan tujuan untuk mendorong supaya
anak dapat berdikari dan bertanggung jawab dalam hidupnya. Alkitab pun
mengajarkan kedewasaan secara rohani, yang artinya mempunyai kemampuan untuk
memahami Firman Tuhan. Ada beberapa tanda kedewasaan rohani:

1.   Dewasa dalam perkataan (I Korintus 13:11)

Orang yang telah
dewasa berbeda dalam perkataannya. Hal ini banyak diungkapkan dalam kitab
Amsal. Orang dewasa tidak berkata-kata dengan sembarangan (Amsal 17:27-28) dan
perkataannya menyenangkan manis bagai madu, sehingga orang yang mendengarkan
menjadi terhibur dan dikuatkan (Amsal16:24).

2.   Dewasa
dalam perasaan dan pengertian

Orang dewasa lebih
cepat merasakan dan mengerti dalam mendengar Firman Tuhan dan perkataan orang
lain, dibandingkan dengan anak kecil yang lamban merasakan, mendengar tapi
tidak dimasukkan ke dalam hati (Ibrani 5). Kata ’merasakan’ dalam bahasa Inggris: to
understand
. Orang dewasa dapat merasakan diajar, diberkati dan ditegur saat
mendengarkan Firman Tuhan.

3.   Dewasa
dalam cara berpikir

Rasul Paulus
menasehati jemaat Korintus untuk menjadi dewasa dalam pemikiran dalam menyikapi
karunia Roh Kudus. Rasul Paulus menyinggung agar jemaat yang memiliki karunia
untuk berhati-hati, tidak berpikiran dangkal, dan memikirkan orang lain (I
Korintus 14:20).

Orang dewasa mempunyai
panca indera (bahasa inggris: sense, bahasa indonesia lama: akal,
bahasa Indonesia sehari-hari: pengalaman), yang merupakan akal untuk membedakan
hal yang baik dan tidak baik (Ibrani 5:14). Hanya anak-anak yang harus
diberitahu dalam segala hal karena sense-nya belum terlatih. Orang
dewasa mempunyai panca indera yang terlatih oleh Firman Tuhan dan pengalaman,
sama seperti bangsa Israel yang telah terlatih melalui pengalaman di padang
gurun selama 40 tahun.

Firman Tuhan berkuasa mengajar dan membangun kita untuk
menjadi dewasa (bahasa Inggris:build up; dalam bahasa Jepang: ikuseiiku:
memelihara, sei: berkembang) (Kisah Para Rasul 20:32). Kedewasaan
yang ditekankan sebagai suatu ciri khas dalam Kristus adalah kesatuan iman dan
pengetahuan yang benar tentang Allah (Efesus 4:12-13), yang juga diucapkan
dalam doa syafaat Tuhan Yesus untuk murid-murid-Nya (Yohanes 17). 
Hal ini juga dinyatakan oleh teladan Tuhan Yesus saat
membasuh kaki murid-murid-Nya dimana kaki melambangkan pengalaman hidup
pribadi, suku, latar belakang yang berbeda. Orang Kristen yang saleh dapat
menjadi teladan kedewasaan rohani, namun teladan kita yang utama adalah Tuhan
Yesus. Hati kita perlu dijamah oleh Roh Kudus supaya dapat berpikir dan
bertindak seperti Kristus, di situlah nama Tuhan dipermuliakan (Efesus 4:15-16).
 

(ML/01/10)

Kata Kunci: Dewasa
Rohani, Memahami Firman Tuhan, Orang Kristen Saleh