Pengkhotbah

Perikop
Lukas 9:22-36

Ringkasan Khotbah

Di ayat 22, Yesus memberitahukan akan penderitaan yang akan Dia hadapi. Begtu pula dengan penderitaan yang akan dialami oleh para pengikutNya (ayat 23). Kita tidak cukup memakai atribut-atribut rohani seperti tanda salib. Salib itu harus menembus sampai hati kita. Di ayat 22, Yesus menjelaskan mengapa Ia dimusuhi sampai dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Mengapa orang Yahudi tidak percaya Yesus sebagai Mesias? Karena orang Yahudi meyakini bahwa Mesias itu yang diurapi dari Surga, bukan malah menderita seperti Yesus.

Di ayat 20, Petrus menyatakan pengakuannya bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah. Ayat 28-36 menyatakan siapa tentang Yesus. Di ayat 35, Allah sendiri mengatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya. Bahkan sebelumnya, Lukas 3:21 mencatat bahwa saat Yesus sedang berdoa, langit terbuka dan Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati.

Banyak orang berkata kalau mengikut Yesus akan selalu ada berkat-berkat, kelancaran hidup dsb. Tetapi Yesus mengatakan yang sebaliknya yaitu penderitaan yang harus dialami anak-anak Allah. Bahkan di ayat 24, Yesus berkata siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi siapa yang taat bahkan kehilangan nyawanya, ia akan mendapatkannya kelak. Ayat 23 menjelaskan kewajiban mengikut Yesus yaitu:

  1. Menyangkal dirinya.
  2. Memikul salib setiap hari. Memikul artinya berjuang akan penderitaan yang timbul karena iman kita kepada Yesus.
  3. Mengikut Yesus. Kita bergabung menjadi petugas, pembantu bahkan hamba Yesus. Mari kita berdoa dan memohon diberikan kekuatan, kemauan dan hati untuk mengikut Yesus.

 

Empat pergumulan setiap hari ketika kita berkomitmen mengikut Yesus selama kita berada di dunia ini:

  1. Menderita seumur hidup melawan dosa.
  2. Menderita dalam peperangan rohani melawan iblis dan kuasa kegelapan.
  3. Menanggung ejekan, kebencian dari dunia.
  4. Seperti Yesus, menerima ejekan, kebencian, penderitaan karena iman kita kepada Yesus.

 

Agustinus berkata bahwa Kristus itu indah dimanapun Dia berada. Saat Dia disalibpun, Dia menunjukan keindahan-Nya yaitu taat kepada Bapa untuk memikul dosa kita. Janganlah kita malu karena identitas kita sebagai pengikut Yesus, orang Kristen. Karena semuanya itu akan memimpin kita kepada kemuliaan kelak. Charles Spurgeon berkata: gereja akan dikhianati, disesah, difitnah dan diludahi. Gereja mungkin akan disalib, tetapi akan bangkit kembali. Marilah kita meminta kekuatan pada Tuhan untuk terus dimampukan memikul salib dikehidupan kita setiap hari.