Pengkhotbah

Perikop
1 Yohanes 1:1-2

Ringkasan Khotbah

Tema khotbah hari ini berfokus pada kesaksian para rasul/murid mengenai pengalaman perjumpaan dan kebersamaan mereka dengan Yesus. Dalam Yohanes 10:10, kita melihat perbedaan yang sangat kontras antara Sang Gembala domba dengan pencuri domba. Sang Gembala domba adalah Yesus sendiri dan pencuri yang dimaksud adalah para ahli Taurat dan pengajar orang Israel yang sebenarnya hanya mengajarkan teori-teori agama namun tidak dapat menunjukkan jalan kepada hidup kekal. Hari ini kita bersama-sama belajar mengenal Yesus sebagai Tuhan kita lebih dalam lagi melalui pengalaman para murid agar kita memiliki hidup sejati. Hidup itu telah dinyatakan kepada para murid dan mereka telah melihat hidup itu sehingga kita dapat mempercayai kesaksian mereka (1 Yohanes 1:2). Para murid mengenal Yesus melalui kebersamaan dan kedekatan mereka selama lebih kurang 3 1/2 tahun.

Di zaman sekarang, banyak umat manusia yang “mengetahui” Yesus, baik itu umat Muslim maupun orang Jepang yang tidak mempedulikan agama, namun mereka tidak mempunyai pengenalan akan pribadi Yesus karena mereka tidak mempunyai pengalaman dalam perjumpaan secara pribadi dengan Yesus. Melalui perjumpaan dan pengalaman yang mereka miliki bersama Yesus, para murid mengenal ke-Tuhan-an Yesus dan mengenal bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam Lukas 5:1-11, melalui mukjizat yang dialami Petrus dan rekan-rekannya ketika menangkap ikan, Petrus menyadari bahwa mukjizat itu bukan mukjizat biasa. Ini tersirat dari perubahan sebutan terhadap Yesus yang diucapkan oleh Petrus, yaitu dari Guru (Lukas 5:5) menjadi Tuhan (Lukas 5:8). Pengalaman ini membuat Petrus menyadari siapa Pribadi yang sedang berdiri di hadapannya dan siapa dirinya yang berdosa. Pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus membuat perubahan mendasar dalam hidup manusia. Banyak kali para murid menyaksikan kuasa Yesus dalam mengampuni dosa manusia serta menyaksikan kuasa-Nya dalam menyembuhkan kelemahan manusia, misalnya seperti yang tertulis di Markus 2:1-12. Ketika seseorang jatuh sakit, ada kalanya hal tersebut dapat dipakai oleh Allah untuk memperkenalkan diri-Nya kepada orang tersebut. Melalui pengalaman sakit itu, seorang pribadi dapat mengenal Tuhan dan berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Para murid juga melihat kuasa Yesus ketika Yesus mengusir roh-roh jahat (misalnya dalam Markus 1:21-28). Dan melalui pengenalan akan pribadi Yesus dan kuasa-Nya, mereka juga diberi kuasa untuk dapat mengusir roh-roh jahat (Matius 10:1-4). Ketika Tuhan Yesus membuat mukjizat dengan memberi makan 5,000 orang dengan lima roti dan dua ikan (Matius 14:13-21), para murid melihat kuasa Tuhan Yesus atas kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Dengan kata lain, Tuhan Yesus berkuasa atas perekonomian. Ketika bersama-sama Yesus di dalam perahu, para murid melihat kekuasaan Yesus atas alam ketika Yesus meredakan angin ribut yang menyerang perahu mereka (Matius 8:23-27).

Pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus akan menjadi titik tolak perubahan dalam kehidupan seseorang, titik tolak pengalaman kebersamaan bersama Yesus. Pengalaman kebersamaan bersama Yesus akan membuat seseorang semakin mengenal pribadi Yesus, sama seperti para murid yang semakin mengenal pribadi Yesus di dalam segala aspek. Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, seseorang yang percaya kepada Yesus akan menyadari bahwa pengenalan akan pribadi Yesus itu sendiri akan membawa dirinya kepada pengalaman-pengalaman yang sungguh-sungguh hidup dan nyata, bukan hanya sekedar teori atau pengetahuan belaka. (MS/02/12)