Ringkasan Khotbah

Tema hari ini adalah pernyataan kekecewaan dari raja Yoram, raja Israel utara yang ibukotanya Samaria, yang dikeluarkan dalam penderitaan hidupnya. Dalam penderitaannya Yoram menyatakan malapetaka ini adalah dari Tuhan. Yoram menyalahkan Tuhan, bukannya memeriksa diri dan bertobat dari dosa. Yoram dan perilakunya tercatat di Alkitab agar kita bisa belajar.

Yoram adalah anak Ahab, raja Israel utara yang dikatakan melakukan kejahatan melebih raja-raja sebelumnya. Setelah Ahab mati, anaknya Ahazia menggantikan, tetapi Ahazia mengikuti kejahatan Ahab, dan hanya 2 tahun memerintah. Karena itu Yoram anak lain dari Ahab menggantikan sebagai raja. Yoram pun melakukan kejahatan dengan tidak setia menyembah Tuhan meski tidak sejahat Ahab (2 Raja2 3:2-4). Yoram hidup sebegitu jauh dari Allah sehingga Elisa pun pernah menyatakan enggan untuk menyampaikan kehendak Tuhan kepada Yoram.

Dari pernyataannya terlihat bahwa Yoram tidak berharap lagi kepada Tuhan. Padahal sebenarnya tidak lama setelah itu Tuhan memberikan bantuan terhadap kondisi kesusahan yang dialami Yoram. Tuhan bahkan memakai orang-orang yang sakit kusta untuk membawa berita pertolongan Tuhan (2 Raja2 7). Terkadang kita juga seperti Yoram. Apa yang menghalangi kita untuk menerima pertolongan Tuhan adalah dosa kita yang tidak mau kita tinggalkan.

Orang yang berdosa selalu bermulut manis dan pura-pura rohani (ay. 26-27). Yoram pura-pura rohani dengan mengatakan hanya Tuhan yang bisa menolong. Tapi sebenarnya dalam hati tersimpan kemarahan kepada Tuhan dan nabi Elisa. Iblis juga bisa mengaku Yesus adalah Anak Allah, tapi iblis tidak percaya kepada yesus dan Yesus pun tidak memuji iblis akan pengakuannya (Markus 5:6-7). Bukan bibir yang manis yang diharapkan Tuhan tapi hati yang diubahkan yang mengasihi Dia.

Saat itu Israel utara sudah kalah terhadap kerajaan Aram dibawa pimpinan Benhadad (ay. 24). Sebenarnya kerajaan Aram bukan yang paling kuat pada masa itu, di jaman Daud Aram takluk kepada Israel. Bahkan semua usaha Benhadad menyerang Israel Utara sebenarnya bisa ditangkis karena Tuhan bisa memberitahu semua gerakan Benhadad melalui Elisa. Israel Utara diserahkan kepada kerajaan Aram karena mereka tidak menghormati Tuhan. Bukan banyak atau kuatnya musuh yang membuat kita menang atau kalah, tapi apakah Tuhan hadir atau tidak beserta dengan kita.

Akibat kepungan kerajaan Aram terjadilah kelaparan dalam Samaria, dan harga-harga makanan menjadi sangat mahal. Yoram sebagai pemimpin menjadi panik, dan itu mengakibatkan rakyat juga panik. Kondisi sudah begitu parah sehingga manusia tidak lagi menghargai nyawa manusia, sampai ibu-ibu bisa memakan anak mereka, dan mereka saling menipu, relasi sesama manusia menjadi rusak. Sebenarnya Tuhan sudah memperingati Israel untuk tidak main-main dengan Tuhan (Imamat 26:27-29). Orang yang meninggalkan Tuhan hidupnya tidak akan menjadi baik, tapi moral menjadi kacau. Di mana Tuhan tidak disembah, masyarakat, keluarga dan pribadi menjadi rusak.

Raja Yoram mengoyakkan pakaian dan memakai kain kabung (ay. 30). Ada 3 arti dari memakai kain kabung, yaitu tanda kedukaan, tanda penyesalan dari dosa (1 Raja2 21:27), dan tanda penderitaan (Ayub 16:15). Tapi Yoram tidak bertobat, bisa kita ketahui dari pernyataannya menyalahkan dan ingin membunuh Elisa. Yoram hanya menunjukkan seolah dia rohani karena dia memakai kain kabung di atas tembok. Jangan sampai kita begitu gampang melakukan hal-hal yang kelihatan rohani tapi dalam hati begitu penuh amarah. Yoram tidak berubah hatinya, tidak bertobat bahkan menyalahkan Elisa.

Bila kita mengalami kesulitan jangan cepat-cepat menyalahkan Tuhan. Tuhan adalah sumber hidup kita, pemelihara kita, Tuhanlah yang menuntun hidup kita, dan mengangkat kita bila kita jatuh. Koreksilah diri kita apakah ada dosa dimana kita perlu bertobat.