Pengkhotbah

Perikop
Markus 1:16-20

Ringkasan Khotbah

Di zaman sekuler ini, banyak orang merayakan Natal, tetapi tidak mengerti arti dan makna dari Natal itu sendiri. Di Jepang banyak orang merayakan Natal hanya karena ingin mencari keramaian, hiburan, bisnis, keuntungan secara ekonomi, dll. Kita sebagai orang-orang Kristen sejati, perlu mengerti apa makna Natal yang sebenarnya.

Mengapa Tuhan Yesus yang bersih dan suci mau turun ke dalam dunia dan mencari orang-orang kotor seperti kita? Karena begitu besar kasihNya akan dunia, kita orang-orang yang kotor (Yoh 3:16). Tuhan Yesus tidak mencari orang-orang yang bersih, suci karena memang di dunia ini tidak ada orang yang bersih selain dari Tuhan Yesus turun sendiri ke dunia dan membersihkan dosa-dosa kita. Sekalipun kita tidak layak dan kotor, tetapi kita mendapat panggilan yang spesial dari Tuhan Yesus. Tidak mudah bagi Yesus untuk menspesialkan orang, menjadikan seseorang menjadi muridNya. Oleh karena itu, kita yang telah dipanggil dan dispesialkan, perlu menyadarinya dan bersyukur.

Saat kita telah menjadi spesial, kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus kita pertanggung jawabkan terhadap Tuhan yaitu menjadi penjala manusia (Markus 1:17). Banyak orang-orang Kristen saat ini lebih senang menjadi penjala harta/hal-hal duniawi. Banyak orang percaya sekarang hanya menjadi pengikut Kristen saja, dilayani tetapi tidak mau menjala manusia (mengabarkan Injil keselamatan) dan melayani Tuhan. Di zaman jemaat mula-mula, mereka semakin dianiaya, jumlah mereka semakin besar (jumlah orang-orang yang percaya meningkat). Saat ini, banyak dari kita hidup di zona nyaman (misalkan di Jepang kita bebas untuk beribadah), apakah kita perlu penganiayaan untuk membuat kita semakin bertumbuh?

Ketika Yesus memanggil muridNya, Yesus bukan hanya mengajarkan pengajaran, tetapi memberikan contoh nyata kepada murid-muridnya dengan menunjukan kehidupanNya. Kita juga harus bisa menunjukkan bahwa kita adalah murid-murid Yesus yang sejati kepada orang-orang disekitar kita melalui kehidupan/cara hidup kita. Salah satu ciri-ciri dari menjadi penjala manusia yang baik adalah dengan peduli akan pekerjaan Tuhan, rekan sepelayanannya, rekan persekutuannya. Tidak mudah bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang baru. Ketika Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia memberikan seluruh hidup, waktu, tenaga (secara spesial) untuk menjadikan mereka para penjala-penjala manusia sejati, mengajarkan murid-muridNya melakukan pekerjaan yang baru. Demikian juga saat ini, Tuhan Yesus akan mengajarkan kita bagaimana untuk melakukan pekerjaan yang baru yaitu menjala manusia. Saat ini banyak anak-anak Tuhan yang memikirkan untung ruginya sebelum melakukan pekerjaan Tuhan. Baiklah kita sadar dan mau melakukan pekerjaan baru yaitu menjala manusia.

Kita sekarang yang telah menjadi spesial, jangan memanjakan diri kita berada di jala (diajar, dilayani, dll), tetapi baiklah kita mau melayani dan mengajar orang lain. Di tahun 2016, marilah kita menjadi lebih baik dari tahun 2015, menjadi semakin segambar dan serupa dengan Yesus. Sama seperti ketika Yesus memanggil murid-muridNya, mereka langsung menjawab ya dan mengikuti Dia. Marilah kita juga menjawab ya dan menerima panggilan itu (tidak hitung-hitungan dalam menjawab panggilan Tuhan). Kita yang telah berstatus spesial didalam Tuhan, bagikanlah status spesial kita kepada orang-orang di sekeliling kita.