Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 3:14-21

Ringkasan Khotbah

Ayat kesukaan Billy Graham, Yohanes 3:16 diajarkan ibunya sejak masih kanak-kanak, ayat ini selalu disampaikan, ayat yang paling dikenal “Inti Injil”. Semuanya termasuk dalam ayat ini, sayang seringkali terlepas dari kontesnya.

Makna perikop pasal 3 ini sangat luas, bukan saja mencakup di surga tetapi juga di dunia.

  1. Bahwa kasih Allah bukan cuma begitu besar tetapi tidak pernah berubah. Manusia disebut dunia, gagasan penciptaan di dunia yang dijadikan olehNya. Ay 19,20, menggambarkan kecenderungan hati mereka yang cinta kegelapan dan berbuat jahat. Kegelapan adalah lambang kejahatan dan kebinasaan. Roma 3:23, ‘Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah’. Tetapi kasih Allah tidak berubah, Dia tetap mencintai kita, Dia tidak memberi apa yang seharusnya kita terima, tetapi oleh anugerahNya Dia memberi sesuatu yang seharusnya tidak layak kita terima. Allah telah merancang suatu rencana penebusan.
  2. Bagaimana Allah menyatakan kasihNya. Allah memberikan kasihNya yang tidak ternilai pada dunia ini yaitu memberikan AnakNya Yang Tunggal Yesus Kristus. Karya kasih Allah memuncak di kayu Salib. Ay 14, Musa meninggikan ular tembaga di padang gurun. Bil 21:4-9, tahun demi tahun bangsa Israel tidak tahan lagi, perjalanan yang letih dan membosankan di padang gurun membangkitkan keluh kesah umat Israel. Mereka melawan Allah, menentang Musa, akibatnya Allah menghukum mereka sehingga banyak yang mati di pagut ular. Ketika mereka mengaku dosa, Allah memerintahkan Musa membuat ular tembaga di gantung pada sebuah tiang dan setiap orang yang terpagut  bila melihatnya akan tetap hidup. Di tengah situasi yang terpuruk betapa durhaka hati mereka namun kasih Allah tak kunjung terpuruk. Ini menyatakan bahwa Tuhanlah Penebus Tunggal umat manusia, bukan ular tembaga buatan Musa yang dapat menyelamatkan umat Israel, tetapi penerimaan dan kepercayaan akan cara penyelamatan Tuhan. Salib Tuhan Yesus adalah puncak kasih Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Penyaliban dibalas dengan penyelamatan, hujat di balas dengan berkat, kematian di balas dengan hidup yang kekal. Tak ada yang lain yang dapat menyamai kasih Allah. Tataplah Salib Kristus, kitalah sebagai pembunuh orang-orang yang telah menyalibkanNya. Salib Kristus meyakinkan, seburuk apapun kesalahan kita, Allah tetap mempertegas kasihNya kepada kita.
  3. Bagaimana semestinya tanggapan manusia terhadap kasih Allah yang begitu besar. Percaya kepadaNya, ay 20,21. Yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus mencintai terang, benci kegelapan, rajin berbuat baik karena orang percaya bisa juga berbuat jahat. Kita harus menjadi terang di tempat yang gelap sebab terang akan bermanfaat dan nampak indah hanya ketika terang itu berada dalam kegelapan. Allah menginginkan kita untuk bersinar keluar memancarkan sinar kemuliaanNya di tengah dunia yang gelap ini.Jika Allah bertanya sebesar apa cintamu kepadaKu ? Apa jawab kita, tidak bisa di jawab, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata karena kehabisan kata-kata, tetapi berusaha untuk berbuat benar, dan mempersembahkan hidup kita. Tuhan Yesus adalah Teladan Tertinggi yang kepadaNyalah manusia semestinya bercermin jika ingin membuat hati Allah senang.