Pengkhotbah

Perikop
Roma 15:1-16

Ringkasan Khotbah

Tema gereja pada tahun 2010 adalah ‘Melayani Dalam Kekudusan’. Kekudusan di sini adalah kekudusan yang sudah diberikan oleh Tuhan sebagai status dan identitas bagi orang yang percaya kepada-Nya. Sebelumnya ‘kekudusan’ ada di luar kita, tetapi kemudian kita diterima dalam identitas kudus itu. Jadi, karena kita sudah ada dalam kekudusan itu, marilah kita melayani Tuhan.

Bagaimana melayani dalam kekudusan? Salah satunya adalah dengan melayani sesama orang percaya. Dalam Roma 15:1-6 kita bisa belajar empat hal sebagai berikut:

1. Orang yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat (Roma 15:1). Pengertian ‘orang yang kuat’ adalah orang yang punya pemahaman yang luas dan sudah mengerti bahwa di dalam Kristus ada kebebasan dan tidak terikat lagi imannya dengan peraturan-peraturan. Menjadi kewajiban bagi orang yang kuat imannya untuk tidak mencari kesenangan diri sendiri dan mau merepotkan diri membantu mereka yang lebih lemah. Hal ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang. Misalnya dari segi kekuatan secara fisik dengan membantu mereka yang lemah fisiknya, dari segi ekonomi dengan membantu mereka yang lemah ekonominya (dengan jalan memberikan bantuan yang tidak perlu dikembalikan, sambil mengingat prinsip Firman Tuhan untuk tidak memberikan pinjaman/hutang sesuai dengan Roma 13:8), dari segi kemampuan/talenta dengan cara belajar bersama.

2.  Kita melayani untuk mencari kesenangan dan kebaikan sesama kita (Roma 15:2,3). Hal ini sangat sulit untuk dilakukan, karena berkaitan dengan hakekat dosa dimana kita hidup dengan berpusat pada dan mencari kesenangan diri sendiri. Melayani yang sejati tidak berpusat pada diri sendiri melainkan berpusat pada Tuhan Yesus. Marilah kita melayani sesama kita dengan mencari tahu kesenangannya dan memakai kesenangan tersebut untuk membangunnya secara rohani. Seperti Paulus yang bersedia menjadi fleksibel (1 Korintus 9:20) supaya dapat memenangkan orang-orang sehingga percaya kepada Tuhan. Jadi beban pemikiran dan perhatiannya adalah kepada Allah, sama seperti yang sudah diajarkan juga oleh Tuhan Yesus (Roma 15:3).

3. Kita harus mau belajar membaca kitab suci (Roma 15:4). Allah yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan (Roma 15:5a), telah memilih kitab suci sebagai sarana untuk memberikan ketekunan dan penghiburan (Roma 15:4). Yang tertulis dalam kitab suci menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita bisa terus berpengharapan dengan ketekunan dan penghiburan yang dari Allah.

4. Melayani sesama agar ada kerukunan antar jemaat (Roma 15:5, 6). Kita wajib menjaga kerukunan dengan menghormati dan mengharmoniskan perbedaan-perbedaan yang ada. Kerukunan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan yaitu memuliakan Allah dengan satu hati dan satu suara (Roma 15:6). Adalah hal yang wajar bila ada perbedaan dalam gereja. Tetapi menjadi hal yang kurang ajar jika dengan adanya perbedaan kita tidak memuliakan Allah. Bukan saja menyedihkan Allah, tetapi juga menjadi batu sandungan bagi sesama kita.

(LY&HOL/01/10)

Kata Kunci: Kekudusan, Melayani, Orang Percaya