Ringkasan Khotbah

Kita sudah memasuki minggu Advent ke-3 dalam kalender gereja, Natal sudah dekat. Advent adalah masa penantian/peringatan kelahiran Mesias.

Bacaan hari ini adalah kesaksian dari rasul Paulus yang dapat kita jadikan sebagai contoh dan teladan bagi kita dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Kedatangan Kristus yang pertama merupakan awal dari karya keselamatan-Nya. Dengan kedatangan Kristus yang pertama kita memperoleh pembenaran menjadi orang Kristen.

Teladan sikap orang Kristen dalam menantikan kedatangan sang Juruselamat, seperti yang dapat kita petik dari rasul Paulus adalah,

Membuang hidup yang lama / manusia yang lama (ay. 8)

Pertemuan Paulus dengan Kristus, mengubahkan hati Paulus sehingga ia menganggap seluruh hidupnya yang lama, semua yang dianggap dunia adalah kebanggaan, dianggapnya sampah. Kata sampah disini dapat juga diartikan sebagai kotoran, melambangkan sesuatu yang sudah sepantasnya dibuang. Paulus mengakui, sebelum ia mengenal Kristus hidupnya terasa hampa, walaupun di mata dunia hidupnya tergolong sukses.

Mempersatukan / mendekatkan diri dengan Kristus (ay. 10-12)

Kita dipersatukan dalam penderitaan, kematian dan kuasa kebangkitan Kristus. Sebelum kita bertobat, kita hidup dalam dosa (kematian), setelah pertobatan kita dibenarkan (kebangkitan). Walaupun begitu, selama kita hidup di dunia, kita tidak akan menjadi sempurna; kita berada di dalam proses untuk menjadi sempurna. Paulus pun dalam aktivitas dan kerasulannya, ia masih menyadari bahwa dirinya belum sempurna (ay. 12). Paulus juga menyadari bahwa pertobatannya adalah anugerah dari Tuhan, oleh karena itu ia dapat menerima dan melepaskan diri dari masa lalunya.

Hidup berpadanan dengan Surga / kekudusan (ay. 20-21)

Melalui kedatangan Kristus yang pertama, kerajaan Surga sudah hadir di dunia secara spiritual. Melalui pertobatan, kita pun menjadi warga negara Surga secara spiritual. Akan tetapi secara fisik kita masih berada di dunia. Keadaan kita ini dapat diandaikan seperti keadaan orang yang memiliki kewarganegaraan ganda. Orang yang memiliki kewarganegaraan ganda cenderung memiliki dilema karena sulit untuk diterima dalam komunitas yang mana saja. Mereka cenderung dikucilkan, bahkan tidak jarang ada yang di-bully. Mereka kesulitan untuk memiliki tempat keberadaan. Begitu pula orang Kristen, karena kita secara spiritual sudah bukan warga dunia, orang dunia membenci kita. Akan tetapi kita pun masih belum sempurna menjadi warga Surga, sehingga kita masih harus menderita selama kita hidup di dunia. Ini adalah bagian dari salib yang harus kita tanggung ketika kita memutuskan untuk menjadi orang Kristen. Kita akan mendapatkan kelepasan dan disempurnakan ketika Kristus datang untuk kedua kalinya. Melalui kedatangan Kristus yang kedua kalinya, kerajaan Surga yang sekarang ada secara spiritual akan disempurnakan; dunia dan Surga akan dipersatukan (bdk. Wahyu).

Dalam masa-masa penantian ini, marilah kita terus merenungkan Firman Tuhan dan menumbuhkan serta menguatkan iman kita dalam menyambut kedatangan Juruselamat kita, Yesus Kristus.