Pengkhotbah

Perikop
Efesus 4:1-7

Ringkasan Khotbah

Sebuah tuntutan untuk hidup dalam kesatuan yaitu penyerahan diri total yang dituntun oleh Roh. Tuhan yang memimpin kita untuk melakukan panggilan-Nya, sesuai dengan talenta/potensi yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita. Gereja adalah Lembaga Kristiani, tempat yang Tuhan bentuk sendiri untuk seseorang dapat bergaul dengan orang-orang percaya dan dengan Tuhan. Maka sewajarnya jemaat harus memelihara kesatuan Roh dimana setiap orang harus saling menghargai, saling melengkapi, bahu membahu, bukan menjatuhkan orang lain. Kita masing-masing harus menjaga sikap, hati dan pikiran kita supaya tidak merusak dan menghancurkan kehidupan orang lain. Berusahalah untuk menjadi seorang sahabat/teman doa di saat orang-orang di sekitar kita menghadapi ujian yang berat, sehingga di dalam jemaat terbentuk kesatuan yang intim.

Kita adalah jemaat yang bergereja. Di dalam Gereja kita harus berusaha menciptakan rasa nyaman. Mari kita bersama-sama melakukan hal-hal yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan sehingga terbentuk kesatuan Roh.

–  Hidup berpadanan dengan panggilan Tuhan. Setiap kita harus berjalan selayaknya, mencoba membuat/menetapkan satu pilihan yang bermakna (perubahan sikap, hati, tutur kata dan tindakan, memberitakan Injil kepada orang lain) sehingga kita dapat meraih kehidupan yang Tuhan inginkan yaitu hidup berpadanan dalam kemuliaan Tuhan. Jangan kita dikuasai oleh dosa yang merusak kesepadanan dan kesatuan kita. Dosa membuat kita terlena, terbuai oleh kemilauan dunia ini, sehingga banyak orang Kristen terjebak dan dicengkeram oleh suatu hal yang hina di hadapan Tuhan.

–  Kita harus selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar (buah Roh, Galatia 5:23). Bersikap ramah terhadap orang-orang yang datang ke gereja walaupun belum kita kenal, karena keramahtamahan dapat meruntuhkan penghalang dan membangun jembatan dengan jemaat yang baru.

–  Gereja tidak sebatas Ibadah dan Perjamuan Kudus, melainkan adalah tempat kita bersukacita di hadapan Allah, dan mempunyai kerinduan memberi diri untuk melakukan pekerjaan Allah.

Di Efesus berdiri gereja yang berlatar belakang orang-orang Yahudi dan orang non Yahudi dimana mereka mengalami gesekan oleh karena konsep yang berbeda-beda. Kita merindukan suatu kesatuan, kita perlu bertumbuh secara rohani, membuang kebiasaan yang lama supaya hidup kita menjadi baru dan berarti (Efesus 4:23).

Ada tiga prinsip memilih gereja: 1.memberitakan Firman Allah; 2. melakukan Sakramen; 3. menjalankan disiplin gereja. Kita wajib menghargai prinsip-prinsip gereja dan kehormatan Tuhan. Kita harus sama-sama sehati dalam hal ini, apapun yang menjadi perbedaan, denominasi, tata ibadah, namun kita sebenarnya satu tubuh secara rohani. Kita juga patut menghargai kasih karunia yang telah dianugerahkan Tuhan, perlu terbuka satu dengan yang lain untuk menyatakan kesatuan hidup dalam Kristus sehingga kita dapat memelihara kesatuan Roh dan berprinsip kesatuan orang Kristen bersumber dari kesatuan dengan Kristus.