Ringkasan Khotbah

Firman Tuhan hari ini mengambil tema “Memberitakan Kabar Kesukaan” berdasarkan ay. 32 dikatakan “Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu..”. Memberitakan akan kabar kesukaan dalam NIV: “We tell you the good news” = kami memberitakan kepadamu kabar baik. Ini merupakan kabar baik dari Surga yang bernilai kekal. Terjemahan lain yaitu KJV: “and we declare to you glad tidings”. Mengapa hal ini disebut sebagai kabar kesukaan? Kabar kesukaan dalam Bahasa Yunani: Euanggelion berarti Injil atau kabar baik itu sendiri. Yesus adalah kabar baik, Injil dalam dalam nama Yesus memberikan kesukaan. Kita boleh beribadah di Gereja karena Euanggelion telah menjangkau kita. Sukacita datang sepenuh-penuhnya buat setiap pribadi yang menerima Kristus.

Pada jaman dahulu Euanggelion digunakan dalam bidang kemiliteran sebagai upah yang diberikan kepada seorang pembawa berita kemenangan dalam peperangan. Dalam pemakaian selanjutnya, kata ini beralih menjadi “Berita Kemenangan” itu sendiri. Dalam Roma 1:16 dan 1 Korintus 15:1-2 dikatakan tentang kata Injil (euanggelion). Ini merupakan berita baik, karena kita telah diterima oleh Kristus dan kita boleh terhindar dari api neraka. Kita bisa melihat lebih lanjut penjelasan lebih mendalam yang disampaikan oleh Paulus tentang kabar kesukaan = Injil Yesus Kristus ini: Pembebasan atas dosa (ay. 38-39). Hal ini bisa diilustrasikan sebagai orang yang telah dihapus hutangnya. Musa menjelaskan tentang semua tuntutan agama kepada umat Allah, tapi tidak semua orang dapat menjalankannya. Hanya Kristus Yesus yang dapat melakukannya dengan sempurna. 1 Korintus 1:30 “Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan…” Ay. 38, “oleh karena dialah maka diberitakan kepadamu pengampunan dosa”. Kata “Pengampunan Dosa” = (Yunani: Aphesis) = melepaskan seseorang dari kewajiban / hutang. Kita bukanlah orang yang benar, tetapi kita dibenarkan oleh Kristus sebagai umat yang ditebus. Kita perlu semakin mencintai Kristus yang telah memberikan dirinya dengan kasih yang tidak dapat terbalaskan. Kristus mencintai kita apa adanya. Ay. 39, “dan di dalam dialah setiap orang percaya memperolah pembebasan dari segala dosa.” Segala dosa dalam versi aslinya ‘dosa dalam segala hal’. Ini merupakah dosa warisan dari Adam dan Hawa.

Mengapa disebut segala hal: karena ini mencakup dosa warisan dan dosa diri sendiri, dosa secara rahasia atau terbuka, dosa yang disengaja atau tidak disengaja, seluruh pelanggaran terhadap hukum taurat atau hati nurani. Kata pembebasan dan pembenaran dalam ay. 39 yang dalam Bahasa Yunani = dikaioo berarti pembenaran. Maksudnya adalah orang yang dianggap benar. Kita semua adalah orang yang telah berdosa namun kita dianggap benar oleh Kristus untuk menerima kemurahan Tuhan agar dosa kita diampuni. Pembenaran ini terdiri dari pengampunan dosa dan pengimputasian (diperhitungkan) kebenaran Kristus. Setiap orang dibenarkan oleh karena anugerah dari Tuhan. Engkau tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan (ay. 35). Ayat ini dikutip dari Mazmur 16:10 dan ditujukan kepada Yesus yang akan mati dan bangkit dari kubur-Nya. Beberapa fakta kehidupan kekal di dalam ayat ini: (a) Allah telah membangkitakan Yesus (ay. 33, 34, 37)  3 kali; (b) Ia tidak diserahkan kepada kebinasaan (ay. 34, 35)  2 kali. Sama seperti Ia menunjukkan kuasa-Nya bagi Yesus sebagai pemenang atas kematian, demikian juga orang percaya tidak akan kalah kepada kematian. Kabar keselamatan di dalam nama Yesus (ay. 26-31). Dalam Kisah Para Rasul 2:36 dikatakan “jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus (lihat juga Kisah Para Rasul 4:12; 5:31). Di atas kayu salib telah terjadi proses substitusi.

Kesimpulan yang dapat kita ambil melalui pembacaan Firman kali ini adalah Tuhan telah mengumpulkan kita di dalam kerajaan-Nya, di mana kita dapat mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya melalui Kristus, Tuhan kita; berita sukacita ini akan membawa setiap orang kembali kepada sang pencipta dalam kekekalan; teguhkanlah hati kita untuk berjalan bersama Tuhan yang memimpin kita kepada kehidupan yang sesungguhnya. Inilah berita kesukaan itu.