Pengkhotbah

Perikop
1 Samuel 2:27-36

Ringkasan Khotbah

Bagaimana seorang Ayah dan Ibu mengarahkan anak-anaknya kepada hidup takut akan Tuhan, sehingga terbentuk keluarga yang teguh, setia yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan? Dalam bacaan hari ini kita akan membandingkan dua keluarga: 1) Keluarga yang mengasihi Tuhan: Keluarga Elkana (1 Samuel 1:1) adalah contoh keluarga yang mengasihi Tuhan. Elkana sangat tekun beribadah, tidak pelit mempersembahkan korban kepada Tuhan dan giat melayani Tuhan sehingga Elkana menjadi keluarga yang terus dipelihara Tuhan. 2) Keluarga yang tidak takut Tuhan: Keluarga Imam Eli, walaupun Eli adalah Imam yang sukses memerintah sebagai hakim di Israel selama 40 tahun (Samuel 4:18), dan mampu menurunkan jabatannya kepada kedua anaknya (Hofni dan Pineas), tetapi ia tidak mau mempersiapkan rohani mereka untuk hidup dalam Tuhan.

Prinsip-prinsip untuk menempatkan Tuhan menjadi prioritas dalam membangun keturunan yang teguh: 1) Menempatkan Tuhan di tempat yang terutama: sistem dalam rumah tangga Kristen (ordo) yang berlaku: 1. Kristus adalah kepala rumah tangga; 2. suami adalah wakil Kristus; 3. istri yang tunduk pada suami; 4. anak-anak yang menghormati orang tua. Ordo bisa berubah misalnya anak menjadi nomor satu apabila ada penerapan kasih sayang yang salah. Tuhan tidak marah kepada anak-anak yang dibiarkan hidup sembrono, tapi yang ditegur adalah orang tua. Dosa pembiaran dari orang tua menjadi masalah di hadapan Tuhan. Imam Eli sadar bahwa anak-anaknya tidak baik, tapi membiarkan mereka tidak disiplin (Ulangan 21:18-21). Penerapan saat ini, sebagai tanggung jawab kita sebagai orang tua kepada Tuhan maka kita menyayangi dan mengasihi anak-anak harus disertai disiplin dan ajarkan mereka menghormati dan mengasihi Tuhan (Amzal 23:13; 19:18). Orang tua harus menjadi teladan secara rohani bagi anak-anak dalam hal mengasihi Tuhan. 2) Menerapkan pendidikan yang sehat (ayat 35): Orang tua yang baik akan mengasihi anaknya dengan hati, bukan dengan peraturan dan berbagai fasilitas. Orang tua akan memberikan kasihnya dalam membangun kehidupan rohani anak agar mereka mengenal Tuhan. Pendidikan yang sehat dapat diterapkan dengan cara orang tua tidak perlu kompromi untuk membenarkan kesalahan anak. Kiranya kita bergumul sungguh-sungguh di hadapan Tuhan menggumuli keturunan kita agar menjadi keturunan yang mengasihi Tuhan.