Ringkasan Khotbah

Henokh melayani Tuhan seumur hidupnya. Surat Ibrani dan surat Yudas menulis Henokh melayani Tuhan. Zaman Henokh manusia hidup dalam kejahatan, tapi dua kali dikatakan, Henokh hidup bergaul dengan Allah dan dua kali di surat Ibrani dikatakan, Henokh hidup berkenan di hadapan Allah. Tidak ada satu sisi pun dalam hidupnya yang tidak digunakan untuk melayani Tuhan. Bagaimana seseorang dikatakan melayani Tuhan seumur hidup? Kata kuncinya adalah iman, panggilan, dan kesaksian.

 

  1. Iman (Ibrani 11:5, 6)
    Iman adalah kunci untuk membuka pintu surga. Iman yang sejati memiliki tiga unsur: pengetahuan (tahu siapa Allah yang diimani), persetujuan (setuju apa yang dia tahu benar), dan pengandalan (mengandalkan Tuhan untuk keselamatannya). Iman yang dimiliki manusia bisa dibagi menjadi 2, iman yang pailit dan iman yang bernas.Iman yang pailit atau bangkrut, hari ini ada, lama-lama habis sampai kosong. Iman pailit bisa dibagi lagi menjadi tiga, yaitu: iman genetis, iman logis, dan iman temporer. Iman genetis adalah iman yang diturunkan menurut keturunan, bapak ibu orang Kristen, saya juga Kristen. Iman seperti ini bahkan tidak punya unsur yang pertama yaitu mengenal siapa Tuhan. Yang kedua, iman logis. Iman yang di akal saja. Banyak orang belajar Alkitab, tapi sebatas mengisi pengetahuan untuk mengisi kekosongan dan berdebat. Iman logis ini punya unsur pengetahuan tapi tidak ada unsur persetujuan sama seperti iman Iblis (Yakobus 2:19). Iman seperti ini hanya sekedar membuat pintar sehingga kelihatan rohani, tetapi pengetahuannya tidak membuat dirinya berubah. Yang ketiga, Iman temporer. Dia tahu, dia percaya Tuhan Yesus Allah dan juruselamat, dia sudah mengandalkan Tuhan Yesus untuk mendapatkan semua kebutuhan di dunia (kebutuhan finansial, dsb). Tetapi yang menjadi tuhan adalah dia. Kalau tidak dikabulkan, stress dan tidak ke gereja lagi, tidak berdoa lagi.

    Berbeda dengan iman pailit, iman bernas (berisi, penuh, meluap-luap), memiliki ketiga unsur di atas. Henokh tidak hanya sibuk dengan ibadahnya, tapi juga dalam kitab Yudas ditulis Henokh memberikan kesaksian. Kondisi iman Henokh bernas dan tidak dicatat Henokh kualitas imannya turun. Henokh mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi (aspek pengetahuan), kekuatan (aspek pengandalan), dan jiwa (aspek persetujuan).

  2. Panggilan
    Kita melayani Tuhan sesuai panggilan. Yang pertama, panggilan secara universal berkaitan dengan masalah menjadi laki-laki/perempuan, pegawai, menjadi anak/orang tua dsb. Sifatnya terjadi sejak penciptaan, terjadi pada orang percaya dan yang tidak percaya Tuhan Yesus. Yang kedua, panggilan khusus menuju hidup yang kekal. Panggilan khusus bersifat menyelamatkan tapi tidak menghilangkan panggilan universal. Setelah menjadi Kristen, apakah kita tidak menikah lagi? Di dalam panggilan khusus, ada tiga panggilan, yaitu untuk bertobat, melayani, dan untuk mati.Pertama, panggilan untuk bertobat. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memilih. Oleh kasihNya Allah memanggil kita untuk diselamatkan (Yohanes 3:16). Kita harus merespon panggilan tersebut, menerima atau tidak. Waktu orang itu merespons, dia disebut anak Allah dan orang yang diselamatkan Allah.

    Kedua, panggilan melayani. Tidak semua orang dipanggil melayani di gereja, tapi pada waktu kita dipanggil melayani secara khusus di gereja, jangan sampai kita melalaikan pelayanan di rumah. Tujuan akhir pelayanan adalah memuliakan Tuhan. Melalui iman, kita dibenarkan Allah, melalui perbuatan kita dibenarkan orang-orang di sekitar kita. Kalau orang melihat sikap kita, Tuhan akan dimuliakan.

    Ketiga, panggilan mati, tak ada seorang pun yang bisa menolak. Kita harus mempersiapkan iman dari sekarang dan memperbaiki konsep iman kita.

  3. Bersaksi sebagai gaya hidup
    Kalau tidak dijadikan gaya hidup, kita akan gugup. Gaya hidup mulai dari konsep dan menjadi kebiasaan, mulai dari sikap dan kehidupan kita. Kita hidup di dunia yang sering mengevaluasi kita. Gaya hidup penting dan menentukan siapa kita dan memberikan pengaruh supaya orang lain tertarik pada injil. Selain kehidupan di dunia ini, ada kehidupan di surga. Kita semua akan mengalami proses mati sebagai pintu menghadap Allah ke surga. Yang penting melayani Tuhan selama di dunia ini. Hiduplah dengan melayani Tuhan, dengan iman bernas, sesuai panggilan Tuhan, dan melayani Tuhan sebagai gaya hidup.Henokh melayani Tuhan seumur hidupnya. Surat Ibrani dan surat Yudas menulis Henokh melayani Tuhan. Zaman Henokh manusia hidup dalam kejahatan, tapi dua kali dikatakan, Henokh hidup bergaul dengan Allah dan dua kali di surat Ibrani dikatakan, Henokh hidup berkenan di hadapan Allah. Tidak ada satu sisi pun dalam hidupnya yang tidak digunakan untuk melayani Tuhan. Bagaimana seseorang dikatakan melayani Tuhan seumur hidup? Kata kuncinya adalah iman, panggilan, dan kesaksian.