Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 1:1-22

Ringkasan Khotbah

Bangsa Israel berkembang menjadi bangsa yang besar di negeri Mesir. Hal ini terjadi bukan karena kebetulan atau kehebatan mereka, tetapi karena ada janji Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Kejadian 12:2, 26:4, 46:3). Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dalam Firman Tuhan tersebut:

  1. Allah yang kita sembah adalah Allah yang menepati setiap janji-Nya Seringkali kita tidak mengerti apa maksud Allah dan hal yang dijanjikan Allah seakan-akan tidak akan pernah terjadi. Hal itu juga yang dialami oleh Abraham, Ishak dan Yakub mengingat kondisi mereka pada saat menerima janji Allah. Abraham yang sudah tua tetapi masih belum memiliki anak, Ishak dengan keluarga kecilnya dan Yakub dengan keluarganya, yang kalau kita lihat dari jumlahnya masih jauh dari definisi ”bangsa yang besar”. Pada saat kita mengalami hal-hal tersebut, kita mulai meragukan dan bertanya-tanya kepada Tuhan. Satu hal yang pasti, Allah tidak pernah lupa dan pasti akan menepati janji-Nya, seperti yang diceritakan dalam Keluaran 1. Jika kita mulai meragukan Tuhan, melalui renungan ini, mari kita yakini bahwa apa yang Tuhan firmankan adalah benar dan amin. Pasti Tuhan akan menggenapi janji-Nya.
  2. Penindasan yang dilakukan oleh manusia tidak membuat rencana Tuhan menjadi gagal, tetapi menjadi sempurna (Kel 1:12). Bangsa Mesir menindas bangsa Israel karena memandang keberadaan mereka sebagai hal yang membahayakan. Kita dapat menjadi seperti bangsa Israel yang semakin ditindas semakin berkembang, orang-orang di sekitar kita mungkin berusaha untuk mencelakakan atau menindas kita tetapi mereka tidak akan kuat melawan kita jika ada Tuhan di pihak kita (Roma 8:31).
    Hal ini juga dapat disaksikan dalam penganiayaan gereja di Indonesia (pemboman gereja pada malam natal tahun 2000) yang mana gedung gereja yang hancur dibangun menjadi semakin bagus dan banyak orang yang bersaksi demi kemulian nama Tuhan. Percaya Yesus dan menjadi orang kristen tidak menjamin bahwa kita akan selalu terhindar dari masalah dan penderitaan. Percaya Yesus artinya kita tidak akan menyerah pada saat penderitaan terjadi dan kita akan mendapat pertolongan dari Tuhan dalam keadaan sesulit apapun karena Allah ada di pihak kita. Mari kita mengevaluasi diri dan merenungkan apakah Allah berada di pihak kita. Jika tidak, mari kita kembali dan makin dekat kepada Allah agar Allah ada di pihak kita.
  3. Takut akan Tuhan akan menentukan arah kehidupan kita. Kita perlu meneladani kedua bidan yang takut akan Tuhan sehingga mereka tidak mau melakukan perintah Raja Mesir untuk membunuh bayi laki-laki yang baru lahir dengan segala konsekuensinya. Takut akan Tuhan adalah hal yang sangat penting karena takut akan Tuhan akan membuat kita mempunyai prinsip dan keyakinan yang kokoh. Kita hidup dalam sistem tetapi bukan berarti kita harus mengikuti sistem secara total karena kita punya Tuhan. Kalau sistem menyuruh kita berbuat hal yang menyedihkan hati Tuhan, kita harus lebih memilih Tuhan. Kalau kita tidak takut akan Tuhan, maka hidup kita akan dikendalikan oleh yang lain. Mari kita memiliki komitmen takut akan Tuhan walaupun kita akan rugi karena hal itu, maka Tuhan akan menyediakan berkat bagi kita (Kel 1:20).

(ML/01/09)