Pengkhotbah

Perikop
Efesus 5:22-33

Ringkasan Khotbah

Bagian ini mengulas tentang perbedaan antara pria dan wanita, dan cara menyikapi perbedaan ini.
1.    Peranan istri dalam hubungan suami-istri (Efesus 5: 22-24)
Dalam hubungan suami-istri, suami dinyatakan sebagai kepala istri, seperti Kristus adalah Kepala jemaat, sehingga dalam menjalankan peranannya, suami harus mengikuti teladan Kristus. Sebagai tubuh, istri harus tunduk kepada suami, yang merupakan salah satu wujud tunduk kepada Tuhan karena hal ini ditetapkan oleh Tuhan. Istri yang tidak tunduk kepada suami, tidak tunduk kepada 2 hal yaitu suami dan Tuhan. Seperti jemaat tunduk kepada Kristus, istri harus tunduk kepada suami dalam segala sesuatu (ayat 24). Hal ini harus direnungkan saat mulai mencari pasangan hidup bagi yang belum menikah, agar tidak mengalami dilema. Buat yang telah menikah, doakan pasangan yang sekarang supaya dia sungguh-sungguh cinta Tuhan.

2.    Peranan suami dalam hubungan suami-istri (Efesus 5: 25-30)
Suami harus mengikuti teladan Kristus dengan mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya. Ada 4 kasih dalam bahasa Yunani: Storge (kasih terhadap keluarga), Eros (kasih karena daya tarik fisik), Filia (kasih pertemanan), dan Agape (kasih yang mau terus berbuat baik tanpa perduli apa status/kondisi yang dikasihi). Kata kasih yang digunakan di ayat ini adalah kasih agape. Seorang suami harus terus mengasihi istrinya apapun kondisinya sesuai dengan teladan Kristus yang mengasihi jemaat-Nya:
–    Seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya dengan menyerahkan diri-Nya (ayat 25) dan mengorbankan nyawa-Nya, mati di kayu salib karena kesalahan dan untuk kepentingan jemaat-Nya, suami harus mau mengalah dan mati bagi istrinya.
–    Seperti Kristus menyucikan dan menguduskan jemaat-Nya menjadi tanpa cacat cela (ayat 26-27), suami harus mengusahakan supaya istrinya tidak bercacat cela. Suami harus menjadi teladan kerohanian bagi istri.
–    Suami harus merawat/mengasihi istri (ayat 28-30).

3.    Rangkuman (ayat 31-33)

–    Esensi pernikahan (ayat 31): seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Dalam pernikahan kristen harus ada kemandirian/kedewasaan secara mental, rohani dan perekonomian.

–    Rahasia besar (ayat 32): Pernikahan Kristen adalah pernikahan yang menggambarkan Kristus dan jemaat-Nya. Hal ini yang membedakan pernikahan Kristen dengan pernikahan lain. Hubungan pernikahan bukan hanya suami istri tetapi hubungan Kristus dan jemaat, karena itu sikap dan tindakan suami harus menggambarkan sikap dan tindakan Kristus.

–    Intisari renungan hari ini (ayat 33): Kasihilah istrimu dan hormatilah suamimu (love and respect). Tuhan menciptakan pria dan wanita berbeda sehingga mereka mempunyai kebutuhan yang berbeda. Suami lebih membutuhkan hormat/respect sedangkan istri lebih membutuhkan kasih/love. Tidak adanya hormat dari istri dapat mengakibatkan tidak adanya kasih dari suami, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terbentuknya crazy cycle hilangnya love and respect dalam hubungan suami-istri. Sebaliknya, jika kita melaksanakan apa yang ditulis dalam Efesus 5:22-33, rasa hormat istri kepada suami dapat memotivasi kasih suami kepada istri, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terbentuknya the energizing cycle dari love and respect dalam hubungan suami-istri.Mari kita tidak menuntut/menunggu orang lain yang melakukan terlebih dahulu. Marilah kita mulai melakukan bagian kita.

(ML/09/10)