Pengkhotbah

Perikop
Efesus 6:1-9

Ringkasan Khotbah

Konsep taat dan kasih sangat penting untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Perintah ini juga mengungkapkan apa yang dimaksud berjalan bersama dengan Yesus, dengan iman Kristen kita dapat memperlihatkan melalui tutur kata dan teladan pribadi.

–    Hubungan suami isteri:
1.    The crazy cycle: Dimana isteri merasa kurang dikasihi maka isteri akan sulit untuk menghormati suami. Begitu juga sebaliknya, karena suami merasa tidak diperdulikan dan dihormati maka suami pun akan sulit untuk mengasihi isterinya, sehingga situasi dalam keluarga akan menjadi semakin kacau.

2.    The energizing cycle: Kalau masing-masing merasa dihormati dan saling memperhatikan maka akan timbul kasih sayang tulus antara suami isteri. Ini adalah kebalikan dari “the crazy cycle”.

–    Efesus 6:1-3: hubungan orang tua dan anak. Anak perlu memiliki rasa taat dan hormat terhadap orang tuanya. Sejak dini anak-anak perlu belajar banyak hal di keluarga dan di Sekolah Minggu sehingga mereka bertumbuh dengan hidup takut akan Tuhan, disiplin, serta belajar dan bekerja dengan baik.

–    Efesus 6:4: bagaimana kasih orang tua kepada anak. Orang tua perlu memelihara dan mendidik anak dengan penuh kasih dan kesabaran. Jangan lalai memberikan nasihat dan teguran dengan hikmat dari Tuhan sehingga anak-anak dapat bertumbuh dan dibentuk melalui ajaran Kristiani setiap hari.

–    Efesus 6:5-8: hubungan hamba dengan tuannya. Para hamba harus taat kepada tuannya dengan takut dan gentar serta dengan tulus hati. Taat seperti ketaatan kepada Kristus karena hidup sebagai orang Kristen haruslah menjadi hidup yang melayani Tuhan, sehingga harus bekerja secara konsisten, sungguh-sungguh, dan secara stabil. Bukan bekerja semata-mata dengan motivasi mencari uang/kekayaan sehingga akhirnya melupakan Tuhan, tidak hadir di ibadah Minggu karena sibuk dengan pekerjaan. Sebagai orang Kristen, kita harus melakukan yang terbaik untuk Tuhan dalam apapun yang kita kerjakan.

–    Efesus 6:9: kasih tuan kepada hamba. Firman Tuhan ini melarang para tuan menggunakan posisi/kekuasaan mereka sebagai tuan untuk bertindak dan memperlakukan para hamba dengan sewenang-wenang. Penyalahgunaan kekuasaan ini sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tanggu jawab sebagai tuan yang diberikan oleh Tuhan harus digunakan dengan kasih, dan sebagai tuan harus menghargai para hamba secara bijaksana dan adil. Para tuan juga perlu memberi pujian atas hasil kerja para hamba karena di mata Tuhan semua manusia adalah hamba dan Tuhan tidak memandang muka.

Mari kita menjalankan prinsip “love & respect” ini sebagai kunci kebahagiaan dalam keluarga dan dalam kehidupan kita.

(SU/10/10)