Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 21:1-8

Ringkasan Khotbah

Ayat ini mengajarkan kita untuk memandang kemuliaan Allah Kota yang Kudus, Surga Yang Mulia yang Tuhan sediakan bagi kita. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu (Lukas 21:9). Ini merupakan sebuah tantangan jika kita bertahan dalam iman kekudusan dan senantiasa setia dalam situasi bagaimanapun, pada akhirnya kita akan dikaruniakan sukacita kemuliaan dari Allah.

Hidup manusia adalah hidup didalam dan hidup untuk Tuhan. Allah yang mengontrol skenario sejarah manusia. Kita datang beribadah bukanlah semata-mata suatu rutinitas keagamaan. Ibadah bukan untuk mengharapkan berkat tetapi respon sebagai wujud ucapan syukur atas keselamatan yang sudah dilakukan Kristus atas umat yang sudah ditebusNya. Ketika kita memuji Tuhan yang kita bayangkan janji berkat Tuhan bagi kita umatNya yang akan menuju ke surga. Ibadah merindukan sukacita sempurna di surga, suatu tempat kekal tidak ada penderitaan. Kitab Wahyu merupakan kitab penghiburan bagi orang Kristen. Penghiburan dan sukacita terbesar dimana tidak akan ada lagi ratap tangis, kesusahan apapun bersama Allah kelak.

Tuhan Yesus menjadi pemenang atas kuasa maut, kitapun menjadi pemenang dan mampu mengalahkan iblis. 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Siapa yang ditelannya? Orang diluar Kristus yang tidak berjaga-jaga dengan Firman Tuhan dalam kitab Efesus 6:10-20. Kita harus waspada jangan sampai terjebak yang membawa kita hidup menjauhi Kristus. Mari kita terus berusaha untuk hidup dalam kemenangan setiap hari terhadap segala bentuk dosa. Demi keselamatan kita, Tuhan Yesus Yang Mulia datang ke dunia menderita mati di kayu Salib untuk menebus dosa-dosa kita jiwa-jiwa yang terhilang.

Dalam pandangan orang Kristen, surga bukanlah perasaan sukacita tetapi menunjukkan kepada suatu tempat dimana Tuhan Yesus sudah menyediakan tempat tinggal bagi umatNya (Yohanes 14:1-3). Orang yang mengabaikan surga akan mengalami kerusakan hidup dan akan kehilangan tujuan untuk hidup disurga. Orang yang tidak mau memuliakan Allah yang telah menciptakan dunia dengan segala isinya akan dihakimi oleh Sang Pencipta. Iman yang tepat, orang mati akan dibangkitkan, Tuhan Yesus sebagai Yang Sulung. Kita tetap mempertahankan agama Kristen sebagai iman kepercayaan yang tepat, orang mati pasti akan dibangkitkan.

Ayat 1,5: Bumi yang baru bukan perkembangan dari bumi yang sekarang. Untuk menghapus semua bekas dosa, matahari, bintang-bintang dihancurkan, langit dan bumi, laut dan udara akan digoncangkan (Hagai 2:7). Kita akan  diberi tubuh yang baru, bumi yang baru akan menjadi tempat tinggal manusia dan Allah. Kehidupan sejati adalah langit baru bukan dunia ini. Yesaya 25:8; Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya dan Tuhan Allah menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umatNya akan dijauhkanNya dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya. Kita akan menuju suatu tempat yaitu langit yang baru dan bumi yang baru. Surga terlepas dari campur tangan manusia diberikan Allah untuk menjadi bagian umat kepunyaanNya. Kemah Allah akan berdiam ditengah manusia (Imamat 26:11, Yeremia 31:33). Inilah kelebihan ke-Kristenan, surga ditentukan oleh Allah. Tuhan Yesus datang dari surga ke dunia yang cemar, naik ke surga dan akan datang lagi untuk menjemput umat kepunyaanNya. Hanya agama Kristen yang pernah membuktikan fakta bahwa Tuhan Allah telah datang di tengah umatNya (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Arahkanlah hati kita ke Kota yang Kudus, Allah adalah Allah Yang Kudus, oleh sebab itu kita sebagai anak-anakNya juga harus belajar hidup dalam kekudusan. Jadikanlah diri kita sebagai kemah kesaksian yang hidup dan memuliakan NamaNya.