Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 22:18-27

Ringkasan Khotbah

Bagian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang peraturan-peraturan Tuhan dalam Keluaran 22. Firman Tuhan hari ini dapat dibagi menjadi 2 bagian:

1.    Hal-hal yang merupakan kekejian bagi Tuhan (Keluaran 22:18-20). Ada 3 hal yang disebutkan di sini dan ketiga hal ini sama hukumannya yaitu hukuman mati.

Ayat 18 menuliskan tentang ahli sihir perempuan tetapi inti dari firman ini yaitu tentang sihir yang dilakukan baik oleh perempuan maupun laki-laki. Dan bukan tukang sihir saja tetapi juga orang yang pergi ke tukang sihir untuk meminta sesuatu merupakan kekejian bagi Tuhan. Bila kita ada berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap lewat berbagai cara (jimat, dll) maka kita harus cepat-cepat melepaskan semuanya itu dan bertobat. Bahkan jika perlu juga pelepasan khusus.

Ayat 19 menegaskan tentang persetubuhan dengan binatang yang hukumannya adalah mati.

Ayat 20 mengatakan bahwa orang yang memberi persembahan korban bagi allah lain harus ditumpas. Tanpa kita sadari mungkin kita sudah jatuh ke dalam dosa ini lewat kebudayaan-kebudayaan yang seakan-akan tidak ada apa-apanya (memberikan makanan/minuman untuk patung, dll, atau acara Shichigosan di Jepang yang membawa anak-anak umur 3,5 atau 7 tahun ke tempat-tempat sembahyang untuk meminta kesehatan). Ini semuanya adalah kekejian bagi Tuhan.

2.    Peraturan-peraturan mengenai orang yang lemah (Keluaran 22:21-27).

Ayat 21 mengajarkan supaya tidak menindas orang asing. Dalam gereja kita, orang Jepang dapat dianggap sebagai orang asing yang lebih lemah posisinya daripada kita. Kita perlu lebih memperhatikan dan menolong mereka dengan kasih.

Ayat 22-24 menuliskan tentang janda dan anak yatim. Zaman dulu, pokok mata pencaharian adalah dari sang bapak, jadi para janda dan anak yatim yang sudah tidak ada suami dan bapak adalah sangat lemah keadaannya. Tetapi ada orang-orang yang mencari keuntungan justru lewat menindas mereka. Ada orang yang mewajibkan bunga yang besar dari pinjaman yang diberikan sehingga orang-orang miskin semakin susah untuk melunasi hutang mereka.
Tetapi Tuhan sangat membela orang-orang lemah yang disebutkan di atas dan menegaskan dalam firman-Nya di ayat

21-27. Jangan sampai Allah murka akan perbuatan kita yang menindas orang yang lebih lemah daripada kita. Dalam kehidupan kita, banyak yang dapat dikategorikan orang yang lebih lemah seperti istri atau anak-anak kita, ataupun bawahan kita. Marilah kita lebih memperhatikan, menolong serta menunjukkan kasih kepada mereka seperti Tuhan telah mengasihi kita terlebih dahulu.

(AS/11/10)