Ringkasan Khotbah

Dalam firman-Nya Tuhan memberikan perbedaan antara perintah dengan peraturan. Yang merupakan perintah adalah “Dasa Titah” yaitu kesepuluh perintah dalam Keluaran 20:1-17. Perintah bersifat sangat luas, universal dan berlaku terus dalam keadaan dan kondisi apapun juga. Sedangkan yang merupakan peraturan contohnya adalah bagian dalam Keluaran 21-23. Peraturan bersifat sempit, spesifik dan berlaku hanya pada waktu dan keadaan tertentu saja.

Bagian firman Tuhan ini merupakan lanjutan dari “Life together 1” yang dibahas 19 September lalu mengenai peraturan-peraturan yang berhubungan dengan nyawa. Bagian ini membahas peraturan yang berhubungan dengan barang, kepemilikan dan ganti rugi. Dalam Perjanjian Lama banyak sekali peraturan yang diberikan bagi orang Israel dalam hal mereka hidup bersama dan bermasyarakat.

Berbagai jenis kerugian dan ganti rugi yang dibahas di sini:
1.    Keluaran 21:33-36: kerugian karena kelalaian. Contohnya kelalaian menutup sumur sehingga ternak orang lain jatuh dan mati atau kelalaian menjaga ternak sendiri sehingga merugikan orang lain. Nilai ganti ruginya adalah setara dengan kerugian yang dialami, satu ekor lembu ganti satu ekor lembu.

2.    Keluaran 22:1-4,7-9: kerugian karena pencurian. Karena ini adalah hal yang disengaja untuk merugikan orang lain ganti ruginya lebih besar daripada karena kelalaian. Nilainya sesuai beratnya kejahatan dan besarnya kerugian (2x, 4x, 5x). Zakheus saat bertobat juga sadar akan kesalahannya dan berjanji mengganti rugi 4x dari jumlah yang telah diperasnya dari orang lain (Lukas 19:8).

3.    Keluaran 22:5-6: Kerugian karena sesuatu yang di luar dugaan. Karena ada penyebab awal yang merupakan tanggung jawab pihak yang merugikan maka dikenakan ganti rugi, apakah itu dengan hasil yang terbaik (ayat 5) atau dengan sebesar nilai kerugian tersebut (ayat 6).

4.    Keluaran 22:10-13: kerugian atas barang titipan. Kerugian yang tidak disebabkan atau di luar kemampuan sang penjaga tidak perlu diganti tetapi akibat kecurian perlu diganti karena itu merupakan tanggung jawab sang penjaga.

5.    Keluaran 22:14-15: kerugian atas barang pinjaman. Aturan yang agak unik berlaku di sini yaitu kalau pemilik bersama dengan peminjam maka si peminjam tidak perlu bayar ganti rugi.

6.    Keluaran 22:16-17: kerugian terhadap seorang bapak dengan memperkosa anak perempuannya harus diganti rugi dengan membayar mas kawin dan menikahi anak perempuan itu kalau bapaknya setuju.

Ada peraturan-peraturan yang terasa aneh dan unik pada zaman sekarang tetapi kita perlu belajar beberapa prinsip yang penting yang dapat kita terapkan yaitu:
1.    Menghormati kepemilikan. Walaupun semua di dunia ini adalah kepunyaan Allah sendiri tetapi Allah pun mengakui dan menghormati apa yang sudah Tuhan berikan kepada tiap-tiap orang. Karena itu ada perintah “Jangan mencuri” atau “Jangan mengingini milik orang lain” dalam Dasa Titah.

2.    Jangan merugikan orang lain. Orang Jepang punya falsafah hidup yang baik yaitu tidak mau merepotkan orang lain tetapi Firman Tuhan mengajarkan supaya kita lebih lagi yaitu untuk tidak mau merugikan orang lain.

3.    Bertanggung jawab mengganti rugi. Walaupun kita sudah berusaha, tapi kalau akhirnya kita merugikan orang lain dengan merusak atau menghilangkan barang orang lain maka kita perlu bertanggung jawab untuk mengganti rugi sesuai dengan jumlah yang perlu kita ganti (1x, 2x, dst).

Kita perlu terapkan ini semua bukan karena takut hukuman tetapi karena kita hidup “takut akan Tuhan”.

(AS/10/10)