Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 16:33

Ringkasan Khotbah

Dari nats ini kita melihat kata kuatkanlah hatimu. Ini adalah perkataan Tuhan Yesus. Kata ini sangat tepat dalam masa minggu sengsara mengenang kematian Tuhan Yesus. Yesus sudah melewati masa-masa sengsara dan juga kematian. Kata ini merupakan penghiburan kepada murid dan menunjukkan perhatian akan keadaan murid yang akan menghadapi kematian juga. Hal ini juga merupakan penghiburan kepada gereja sekarang. Kristus mementingkan dua dimensi yaitu dimensi keluar (Amanat Agung) dan dimensi ke dalam (pertumbuhan / pemeliharaan umatNya). Dalam dua dimensi ini kita ada dan dalam hal ini kita mengalami pemeliharaan Tuhan. Apa alasan Yesus mengucapkan kata “kuatkanlah hatimu”?

Pertama, Tuhan Yesus akan meninggalkan mereka (ayat 28). Tuhan Yesus datang dari Bapa dan akan kembali ke Bapa. Ini menunjukkan gerakan ganda yaitu: dari surga ke bumi dan kembali lagi ke surga. Berarti keselamatan datangnya dari sorga dan bukan usaha manusia (Yoh.8:42). Ini juga yang meyakinkan kita bahwa karya keselamatan dalam Yesus adalah nyata dan sempurna. Keselamatan itu mahal, baik dari sudut pandang Allah yang tidak mengutus malaikat atau lainnya melainkan anakNya sendiri untuk sengsara dan mati di bumi. Dari sudut pandang manusia juga mahal karena hutang dosa begitu besar dan tidak ada alternatif lain selain dari Allah.

Saat Kristus meniggalkan murid-murid, Yesus mengingatkan bahwa Ia akan menderita sampai mati tapi para murid belum mengerti dan menghindar. Ketika Yesus hendak menghadapi salib, Yesus tidak mengeluh tetapi bersukacita. Dalam Yoh 4:34 Yesus tidak mengasihi diri sendiri tetapi tetap menjalankan misi keselamatan. Kita juga harus belajar untuk tidak mengasihi diri sendiri tetapi harus mengerjakan kehendak Allah. Untuk itu marilah kita konsisten dengan iman kita di hadapan Tuhan.

Kedua, dalam dunia akan ada penganiayaan. Penganiayaan ini sama dengan kesukaran. Yesus tidak menyampaikan bahwa mereka akan diberkati dan sukacita. Dalam Yoh 16:1-3, Yesus sudah menyatakan semuanya agar murid tidak kecewa dan menolak Tuhan Yesus. Murid akan dikucilkan dari kesatuan, ibadah, adat istiadat, dan segala kehidupan beragama yahudi bahkan dibunuh. Yesus tidak menutup-nutupi semua yang akan dialami murid (ayat 20, 32). Yesus hanya menyatakan kuatkanlah hatimu. Orang yang percaya harus bersedia mengalami penderitaan. Mari kita bersiap untuk menanggung resiko iman kita.

John Piper yang melihat teologi kemakmuran berkata jika menjadi orang Kristen seperti dalam teologi kemakmuran di mana orang Kristen adalah anak raja, maka saya tidak mau jadi Kristen. Karena berita tentang menjadi orang Kristen harus bersedia menderita. Sama seperti Yesus juga disalib dan menderita. Mari kita juga mau mengambil resiko dari iman kita. Dunia mengatakan bahwa kematian berarti kekalahan namun sebaliknya di mata Tuhan, yang menang ialah yang melakukan kehendak Bapa.

Ketiga, Yesus telah mengalahkan dunia. Tuhan kita sudah mengalahkan dunia dan kita berada di tangan Allah yang memberi kemenangan. Istilah telah mengalahkan dunia dari kata dasar Yunani nike artinya sebagai pemenang atau mengatasi musuh. Keselamatan kita dari tangan Allah yang pemenang.Tuhan Yesus telah berperang secara rohani dan mengalahkan segala kebiasaan dunia.Ia menuntun orang untuk bertemu keselamatan. Bukan dengan usaha dan kebaikan manusia.

Mengapa dunia memusuhi Yesus? Dunia diwakili dengan cosmos yaitu segala kejahatan di dunia. Yesus dicobai di padang gurun dalam hal makanan, keinginan untuk dihargai, kekuasaan. Sampai sekarang juga orang Kristen digoda akan hal ini. Celakalah orang Kristen yang bersantai dan tidak menganggap hidup ini adalah pertempuran.

Mari kita belajar menghargai pengorbanan Kristus. Kiranya hal ini juga membuat kita konsisten akan iman kita. Karena itu kuatkanlah hatimu.