Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 13:1-20

Ringkasan Khotbah

Kita sudah memasuki minggu-minggu peringatan penderitaan Yesus Kristus. Seluruh orang Kristen akan memperingati penderitaan Yesus Kristus pada 14 April 2017, yaitu hari Jumat Agung. Pada hari ini kita akan merenungkan mengenai natur atau karakter Yesus Kristus melalui perikop hari ini.

  1. Yesus Kristus adalah Raja
  • Ayat 3 menyebutkan bahwa Yesus datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Sebagai seorang yang sangat dekat dengan Yesus, Rasul Yohanes mencatat hal yang sangat penting ini karena dia telah mengenal siapa Yesus sebenarnya. Tidak ada seorang pun pemimpin agama di dunia ini yang berani mengklaim bahwa dia berasal dari Allah. Para pemimpin agama di dunia justru berharap akan masuk sorga karena mereka tidak mempunyai jaminan untuk masuk sorga. Yesus berasal dari sorga dan kembali ke tempat darimana Dia berasal. Rasul Paulus juga dengan jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Raja dan Kepala (bandingkan dengan 1 Korintus 15:25 dan Efesus 1:22). Namun, dalam inkarnasi Yesus Kristus menjadi manusia dimana keilahianNya selalu melekat padaNya, Yesus tidak pernah menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Yesus rela mengalami penderitaan yang begitu hebat selama masa hidupnya di dunia, mulai dari lahirNya sampai matiN Yesus tidak mempedulikan popularitas ataupun harga diri. Yesus rela menghambakan diri.
  • Ayat 1 menyebutkan bahwa Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa (bandingkan dengan Yohanes 7:30, 8:20). Yesus sendiri mengetahui kapan waktunya akan kembali kepada Bapa, artinya Yesus tahu kapan kematianNya akan tiba, tapi Yesus tidak pernah takut dan gelisah. Apabila kepada manusia biasa diberitahukan kapan hari kematiannya, tentu manusia tersebut akan gelisah dan mulai baik-baik mempersiapkan berbagai hal menjelang kematiannya. Di ayat 1 ini juga disebutkan bahwa Yesus selalu mengasihi murid-muridNya dari awal sampai akhir, kasihNya tidak berubah sedikitpun. Siapakah manusia yang mungkin mempunyai kasih yang tetap kepada orang yang telah meninggalkan atau mengkhianatinya? Yesus pernah ditinggalkan oleh murid-muridNya dan bahkan dikhianati oleh muridNya sendiri, namun Dia tidak pernah membenci murid-muridNya, Dia selalu mengasihi mereka.
  1. Yesus Kristus adalah Raja yang menghambakan diri

Dalam perikop hari ini kita membaca bagaimana Yesus membasuh kaki murid-muridNya. Biasanya membersihkan kaki orang lain dikerjakan oleh seorang hamba yang status sosialnya rendah di mata masyarakat. Persiapan membasuh kaki murid-muridNya dikerjakan oleh Yesus sendiri. Mengapa Yesus rela menghambakan diri begitu rendah untuk membasuh kaki murid-muridNya? Yesus membasuh kaki para murid untuk melambangkan bahwa Dia menyucikan mereka dari dosa. Yesus mengajak murid-murid untuk bersekutu dengan kematianNya sebagai tanda penyucian secara rohani. Apabila Yesus tidak menghambakan diri dan mati di kayu salib, maka manusia tidak mungkin kembali kepada Bapa. Sebagai pengikut Kristus, kita seharusnyalah belajar untuk merendahkan diri dan saling melayani (ayat 12-15). Orang Kristen sejati akan selalu berupaya belajar dari Kristus, salah satunya adalah belajar merendahkan dan mengosongkan diri. Murid-murid mengakui bahwa Yesus adalah Guru (Rabi) dan Tuhan. Yesus adalah pembimbing semua umatNya kepada seluruh kebenaran dan mewahyukan seluruh kehendak Allah kepada kita. Yesus bermaksud mengajarkan kasih persaudaraan di antara murid-muridNya. Karena Yesus telah memberikan teladan kepada kita, maka kita pun wajib menjalankan seperti yang telah Yesus kerjakan: melayani satu sama lain dan melakukan perbuatan baik kepada semua orang walaupun perbuatan itu dipandang hina. Yesus telah memberikan ruang kesempatan bagi kita untuk melayani seperti Yesus. Karena Yesus sendiri menghambakan diri, sudahkah kita sadar bahwa tidak ada sedikit pun yang dapat kita banggakan? Kita akan berbahagia (diberkati) apabila kita melayani dan menghambakan diri seperti Yesus (ayat 17: “berbahagialah” = “diberkatilah”). Seberapa jauhkah kita sudah melayani dan merendahkan diri seperti Yesus Kristus, Tuhan dan Guru kita?