Ringkasan Khotbah

Sejak kecil saya sudah pergi ke gereja diajak ibu yang adalah seorang Kristen. Tapi sebenarnya saya tidak suka ke gereja di hari minggu dan lebih cenderung ingin main baseball kegemaran saya. Ketika saya SMP saya dibaptis dan mulai memiliki kesadaran bahwa saya seorang kristen. Saya mulai memiliki kerinduan untuk memberitakan injil kepada teman2 saya, tapi yang selalu jadi kendala dalam diri saya adalah kisah2 di dalam alkitab mengenai mujizat. Bagi saya peristiwa Tuhan Yesus menenangkan badai, memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, kisah kebangkitan Yesus dan kisah Yesus masuk ke tempat para murid yang sedang berkumpul dalam ruangan terkunci, sangat tidak masuk akal. Saya berpikir mengapa alkitab harus menuliskan peristiwa2 seperti ini, karena itulah sangat sulit bagi kita untuk mengabarkan injil. Waktu berlalu dan saya masuk universitas dan bergabung dalam persekutuan mahasiswa KGK. Sampai saat itu iman saya adalah sebatas menganggap Yesus seperti bodyguard atau bahkan “anjing penjaga” dan saya adalah tuannya. Tapi suatu saat, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa, bagaikan toilet yang penuh kekotoran. Saya kemudian menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan Yesus menderita dan mati karena kekotoran manusia, termasuk kekotoran saya. Sejak saat itu, hidup saya berubah. Saya belajar menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuan saya.

Tapi saya tetap sulit menerima fakta bahwa Yesus bangkit. Saya tahu bahwa Yesus mati bagi manusia, tapi masih meragukan apa gunanya kebangkitan Yesus, hanya membuat sulit menginjili saja. Lalu saya mulai mempertimbangkan apakah kisah kebangkitan Yesus itu fakta atau kisah buatan manusia. Satu fakta yang jadi pertimbangan adalah bahwa mayat Yesus tidak ada. Ada 2 kemungkinan mengapa mayat Yesus tidak ada, yaitu mayat Yesus dicuri atau memang Yesus bangkit dan naik ke sorga. Bila mayat Yesus dicuri, kemungkinannya adalah dicuri oleh para pemuka agama dan kerajaan Romawi, atau oleh para murid. Segera kita bisa tahu bahwa tidak mungkin yang mencuri para pemuka agama dan kerajaan romawi. Karena apabila betul mereka yang mencuri mayat Yesus, maka pada waktu para murid bersaksi mengenai kebangkitan Yesus mereka tinggal menunjukkan mayat itu dan hancurlah ke-Kristen-an. Sedangkan kenyataannya kedua pihak ini sebagai kekuatan2 paling besar di zaman itu akhirnya tidak bisa menemukan di mana mayat Yesus. Bagaimana dengan kemungkinan para murid yang mencuri mayat Yesus?

Dalam 1 Korintus 15:1-11 Paulus menjelaskan mengenai inti dari injil. Pemberitaan injil berpusat pada 2 hal, yaitu kematian dan kebangkitan Kristus (ay. 3-4). Para murid Yesus berani memberitakan Injil, memberitakan tentang kematian dan kebangkitan Kristus, berani mati bagi Injil. Seandainya mereka yang bersekongkol mencuri mayat Yesus dan menyembunyikannya di rumah mereka, maka tidak mungkin mereka memiliki keyakinan dan keberanian seperti itu. Satu2nya penjelasan adalah karena Yesus sungguh-sungguh bangkitlah maka para murid berani memberitakan Injil. Karena para murid disadarkan bahwa kebangkitan Yesus adalah fakta, mereka dengan percaya diri berani memberitakan Injil. Para murid yang tadinya ketakutan karena kematian Kristus, setelah mereka melihat Yesus bangkit, mereka berubah total. Kita bisa menyaksikan bagaimana pada waktu Roh Kudus turun, para murid menjadi pemberani dalam memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 2:1-13).

1 Korintus 15:5 menyebutkan “bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya”. Kitab ini adalah surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus yang ditulis lebih kurang 25 tahun setelah kebangkitan Yesus (kira-kira tahun 50-an lebih setelah Masehi) dimana masih banyak saksi mata kematian dan kebangkitan Kristus (ayat 6). Yakobus, adik Yesus, penulis surat Yakobus, awalnya sama sekali tidak percaya kepada Yesus. Tapi setelah Yesus menampakkan diri kepada Yakobus, dia menjadi percaya bahkan berani mati demi Injil.Sebagai analogi, kira-kira 25 tahun lalu, saya melayani di persekutuan mahasiswa di Hokkaido. Saya masih ingat pada hari saya pindah rumah ke Hokkaido, saya mendapat onigiri khas Hokkaido. Itu hal unik bagi saya. Mirip dengan surat Korintus, menceritakan kisah 25 tahun sebelumnya dimana banyak saksi mata yang ingat peristiwa “unik” yang terjadi, yaitu kematian dan kebangkitan Yesus. Seandainya isi surat Korintus bohong, maka banyak orang yang akan membuang surat itu, tapi kenyataannya surat tersebut tersebar dan menguatkan iman banyak orang. Fakta lainnya adalah, antara tahun 60-70-an setelah Masehi, Kaisar Nero menyiksa orang-orang Kristen karena jumlahnya semakin banyak. Karena kebangkitan Kristus adalah fakta maka jumlah orang kristen semakin bertambah. Yesus sebelumnya pernah mengatakan bahwa Ia akan mati dan bangkit pada hari ketiga. Seandainya Yesus tidak bangkit, Yesus adalah seorang pembohong besar. Tapi faktanya, Yesus bangkit, maka semua kata2nya adalah kebenaran dan bisa kita pegang.

Ketika perang sipil di Amerika (1861-1865), para budak berkulit hitam dibebaskan, diberi lahan dan juga kuda. Tapi setahun kemudian, harta mereka diambil. Seorang wanita bangkit dan berkata bahwa, “Tidak seorang pun yang tahu penderitaan kami para budak, tapi Tuhan tahu”. Peristiwa ini melahirkan sebuah lagu berjudul “Nobody knows”. Sungguh, Yesus mengerti kita, walaupun tidak ada yang tahu penderitaan kita, tapi Yesus, yang sudah terlebih dahulu menderita, tahu. Sebuah lagu lain, “Take my hands, precious Lord”, ditulis oleh Thomas A. Dorsey, seorang yang dijuluki “Bapak Gospel”. Pada saat itu, Dorsey sedang melayani pujian dalam sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani di kota lain dan istrinya, Nettie Harper, melahirkan. Setiba di hotel, telegram datang untuk Dorsey yang berisi: “Istri Anda meninggal”. Dorsey pulang ke tempat tinggalnya dan dua hari kemudian, anaknya meninggal. Karena percaya kepada kebangkitan Kristus, Dorsey beriman bahwa meski istrinya sudah meninggal, maka suatu saat ketika Dorsey meninggal dia akan bertemu lagi dengan istrinya.

Kematian merupakan ketakutan terbesar semua orang, tapi bagi orang Kristen, kematian merupakan titik untuk bisa masuk ke dalam kebersamaan dengan Tuhan dalam kemuliaan. Ini bukanlah dongeng, bukan bohong. Tuhan Yesus benar-benar bangkit dan hadir bersama-sama dengan kita.